Felicola Subostrata si Kutu Rambut Kucing

Kucing yang nampak menggaruk garuk secara berlebihan dan bahkan terkadang sampai lecet, dengan rambut yang nampak kusam patut diduga sedang ditempati parasit luar (ekto parasit). Salah satu ekto parasit yang bisa mengganggu keindahan rambut kucing adalah kutu rambut (lice) Felicola Subostrata.

Keberadaan kutu rambut ini akan membuat kucing merasa gatal sehingga berusaha menggaruk garuk tubuhnya sendiri. Akibat lain yang nampak adalah warna rambut menjadi kusam dan pada rontok pada beberapa bagian tubuh, misalnya pada : telinga, leher, bahu dan sekitar anus atau ekor.

Bagi pemilik kucing yang sudah berpengalaman mendiagnosa keberadaan kutu ini tidaklah terlalu sulit karena walaupun kutunya berukuran kecil namun telur kutu biasanya mudah terlihat sebagai bintik bintik putih yang melekat pada batang rambut kucing.

Felicola subostrata betina akan bertelur setiap hari sepanjang hidupnya (usia kutu ini sekitar 30 hari), telur kutu rambut (dalam bahasa jawa sering disebut sebagai “lingsa“) akan diletakkan dan menempel dengan kuat pada pangkal rambut. Karena perlekatan yang sangat kuat maka telur kutu ini tidak mudah dibersihkan dengan cara disisir ataupun dimandikan.

Kutu ini  hidup dengan memakan jaringan luar dari kucing, pergerakan kutu ini menyebabkan rasa gatal yang selanjutnya akan membuat kucing sering menggaruk garuk dan ini bisa menyebabkan luka pada kulitnya. Rasa gatal ini juga menyebabkan kucing menjadi nampak tidak tenang atau gelisah. Jika terlepas dari inangnya (dalam hal ini kucing), kutu ini hanya dapat bertahan hidup 3 – 7 hari saja.

Pengobatan untuk menghilangkan kutu ini tidak mudah dan butuh waktu yang lama (pengobatan yang berulang ulang). Sejauh ini penggunaan obat obatan yang mengandung fipronil atau salamectin (diberikan dengan diteteskan ditengkuk) dianggap cukup efektif dalam membasmi kutu ini. Dikarenakan belum ada pengobatan yang efektif untuk membunuh telur kutu  maka pengobatan harus dilakukan secara berulang dalam interval waktu 10-14 hari, hal ini dimaksudkan agar telur yang tersisa menetas terlebih dahulu baru kemudian diberikan pengobatan untuk membunuhnya.

Pencegahan bisa dilakukan dengan menghindarkan kontak dengan kucing penderita, peralatan yang sudah dipakai kucing penderita harus segera dibersihkan (dicuci). Apabila kesulitan membersihkan atau mencuci maka peralatan tersebut hendaknya dibungkus dengan plastik dan tidak dipakai selama dua minggu dengan demikian diharapkan kutu yang tersisa akan tidak mendapat makanan dan akhirnya mati.

Pada saat ini keberadaan kutu Felicola subostrata sudah jarang ditemui pada kucing yang terawat baik dan biasanya dijumpai pada kucing jalanan atau kucing yang dipelihara dalam lingkungan yang terlalu padat. Untungnya lagi kutu rambut ini juga tidak bisa hidup selain pada kucing sehingga tidak menular dan tidak bisa berkembang biak pada tubuh manusia. 

 

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Felicola Subostrata si Kutu Rambut Kucing

Satu pemikiran pada “Felicola Subostrata si Kutu Rambut Kucing

  1. Dewi berkata:

    Terima kasih atas tulisan barunya pak. Berkat blog ini, jadi menmbah pengetahuan saya seputar dunia perkucingan dari sumber yang dpt dipercaya. Semoga sehat2 selalu pak dan ditunggu tulisan2 selanjutnya.

Silahkan tinggalkan komentar disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.