Memelihara Kucing Tidak Cukup Hanya Dengan Memberi Makan dan Minum

Bukan hal yang tidak mungkin, jika seekor kucing yang ketika masih anakan nampak lucu dan menggemaskan berubah menjadi kucing yang tingkah lakunya menjengkelkan ketika dia beranjak dewasa , bahkan bisa sampai membuat pemilik berkeputusan untuk membuang kucing tersebut. Problem yang berkaitan dengan tingkah laku seringkali muncul akibat tidak atau kurang terpenuhinya kebutuhan lingkungan si kucing. Terdapat hal hal yang harus kita sediakan untuk menjamin kucing supaya tetap bisa mengekspresikan sifat alami yang dimilikinya.

Kebutuhan lingkungan kucing bukan hanya hal hal yang bersifat fisik disekitarnya, namun juga hal hal yang bersifat non fisik seperti interaksi dengan pemilik atau dengan hewan lain disekitarnya.Kebanyakan kucing tidak menunjukkan gejala yang jelas ketika mengalami stres,merasa sakit ataupun nyeri – sehingga pemilik tidak cepat mengetahui adanya ketidak beresan dengan kucingnya. Dengan sikap proaktif dan dengan menyediakan kebutuhan lingkungan dasar bagi kucing kita bisa menghindarkan kucing dari stress dan problem lingkungan lainnya yang bisa berkembang menjadi problem kesehatan. Lanjutkan membaca “Memelihara Kucing Tidak Cukup Hanya Dengan Memberi Makan dan Minum”

Memelihara Kucing Tidak Cukup Hanya Dengan Memberi Makan dan Minum

Poin Penting Dalam Tahapan Perkembangan Kucing

Melihat bayi kucing tumbuh menjadi kucing dewasa yang sehat adalah hal yang menarik,banyak sekali orang yang menjadi suka pada kucing setelah melihat dan merasakan langsung bagaimana kucing tumbuh dari hari ke hari.Memahami perilaku kucing yang normal dalam setiap tahapan pertumbuhannya sangatlah penting bagi setiap pemilik kucing. Dengan mengetahui hal yang normal akan memudahkan kita untuk menemukan hal hal yang tidak normal. Lanjutkan membaca “Poin Penting Dalam Tahapan Perkembangan Kucing”

Poin Penting Dalam Tahapan Perkembangan Kucing

Apakah Kucing Juga Berpikir.?

Banyak orang termasuk para ahli biologi modern berpendapat bahwa binatang bertindak atau melakukan sesuatu berdasarkan insting semata seperti mesin yang secara bekerja secara otomatis. Pendapat yang berbeda disampaikan oleh Charles Darwin yang melihat bahwa insting pada dasarnya adalah tindakan yang dilakukan berdasarkan reflex dan binatang mempunyai kemampuan untuk berpikir,yang membedakan dengan manusia adalah derajat atau tingkat kemampuan berpikir dan bukan ada atau tidaknya kemampuan berpikir.

20160204_5DM2_1618
Sebagai karnivora yang hidup soliter, kucing tidak merasa tidak perlu tunduk dan patuh pada perintah

Dibandingkan dengan anjing, kucing seringkali dianggap lebih bodoh karena tidak seperti anjing yang penurut dan mudah melakukan perintah pemiliknya sedangkan kucing sulit dilatih dan enggan menuruti kemauan pemiliknya. Penilaian ini tidaklah tepat karena kita seharusnya melihat watak biologis dari kucing  dan anjing di alam. Anjing mempunyai watak biologis untuk hidup berkelompok di alam bebas sedangkan mempunyai watak biologis hidup soliter (menyendiri). Karena anjing hidup berkelompok maka dalam kelompok tersebut akan ada hierarki dimana akan terdapat “pemimpin” dan yang “dipimpin”, anjing yang dipimpin harus tunduk pada pemimpinnya, dengan kata lain dalam kelompok anjing diperlukan sikap “tunduk” dan patuh. Adapun watak biologis kucing di alam bebas adalah hidup soliter (atau menyendiri) yang secara alami kucing tidak perlu untuk tunduk pada perintah sehingga kucing tidak pernah belajar untuk “mengikuti perintah” seperti anjing.

Kucing banyak belajar dari meniru kucing lain, misalnya induk kucing akan mengajari anaknya berburu tikus dengan cara pertama kali membawa tikus buruan yang sudah mati kedepan anak anaknya (supaya dimakan anaknya), berikutnya dia akan membawa tikus yang belum mati ke depan anak anaknya (untuk melatih menangkap tikus), demikian seterusnya hingga anak kucing kemudian mempunyai kemampuan berburu seperti induknya.

Sejak ada di bumi ribuan tahun yang lalu insting kucing mengalami penyesuaian sesuai dengan dengan perubahan lingkungannya.Kemampuan menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang baik dari kucing menyebabkan kucing dapat berbaur dengan binatang lain (termasuk manusia) relatif lebih baik dibandingkan binatang soliter yang lain, hal ini pula yang menyebabkan kucing bisa diterima manusia sebagai binatang kesayangan.

Contoh lain dari penyesuaian terhadap lingkungan adalah “tingkah laku teritorial”,dimana kucing memiliki batas teritori daerah kekuasaannya. Walaupun demikian kucing tidak selalu berpatroli mengelilingi batas wilayahnya untuk mengontrol wilayahnya dan kucing lebih banyak berdiam di area yang dianggapnya nyaman dan apabila tidak terdapat makanan pada tempat tersebut maka dia akan mencari ke tempat yang lebih luas.

Kucing memproses informasi yang masuk dan menentukan tindakan yang akan dilakukan,walaupun dengan cara yang berbeda dengan manusia-kucing juga berpikir.

Apakah Kucing Juga Berpikir.?

Cara Kucing Menandai Wilayahnya

Sebagian besar masalah pada rumah dengan kucing lebih dari satu adalah perselisihan wilayah yang ditandai dengan tingkah laku penandaan (marking) dan sikap agresi. Langkah pertama untuk menghadapi hal ini adalah dengan memahami mengapa perlu ada pembagian wilayah pada kucing. Seekor kucing rumahan akan menegaskan wilayahnya dengan penandaan (marking), cakaran atau bahkan mengancam kucing lain secara fisik. Lanjutkan membaca “Cara Kucing Menandai Wilayahnya”

Cara Kucing Menandai Wilayahnya

Kucing Juga Bermimpi Ketika Tidur

Adalah normal bagi seekor kucing untuk menghabiskan banyak waktunya dengan tidur, hal ini merupakan gaya hidup bagi seekor kucing yang sehat.Ketika tidur kucing juga bisa bermimpi seperti manusia.Walaupun kita hanya bisa menduga duga apa yang sedang diimpikan kucing ketika tidur. Mungkin saja kucing bermimpi sedang berlarian, sedang makan atau sedang mengejar serangga bandel yang terbang dengan suara dengung yang mengganggu. Lanjutkan membaca “Kucing Juga Bermimpi Ketika Tidur”

Kucing Juga Bermimpi Ketika Tidur