Merawat Rambut Kucing Agar Nampak Cantik

Ibarat pakaian, salah satu daya tarik kucing (di mata manusia) adalah rambutnya, saya lebih suka menyebut rambut dari pada bulu sebab bulu lebih tepat disematkan pada unggas seperti ayam dan burung. Rambut kucing yang sehat akan nampak cantik, bersinar dan tentu saja berfungsi sebagaimana mestinya. Dalam setiap sentimeter persegi kulit kucing terdapat tidak kurang dari 20,000 helai rambut yang memiliki berbagai fungsi: merupakan perpanjangan organ sensoris kucing, membantu produksi nutrisi nutrisi penting seprti vitamin D, melindungi kucing dari pengaruh cuaca seprti panas,hujan dan angin.

foto milik Ilaria, lisensi creative common CC BY-NC 2.0

Lanjutkan membaca “Merawat Rambut Kucing Agar Nampak Cantik”

Merawat Rambut Kucing Agar Nampak Cantik

Waspada Parasit Kucing

Secara umum parasit didefinisikan sebagai organisme (mahluk hidup) yang hidup didalam atau pada mahluk hidup lain dan mendapatkan makanan dari mahluk hidup yang ditempatinya. Terdapat dua macam parasit pada kucing: internal (hidup pada organ dalam kucing) dan eksternal (hidup pada bagian luar tubuh kucing seperti rambut dan kulit). Parasit sangat perlu dipahami para pemilik kucing karena keberadaannya sangat mengganggu kesehatan kucing, beberapa parasit juga bersifaat zoonotic (bisa menular ke manusia). Lanjutkan membaca “Waspada Parasit Kucing”

Waspada Parasit Kucing

Mengapa Pengobatan Scabies Kucing Tidak Cukup Diberikan Sekali ?

Salah satu keluhan yang sering saya terima dari pemilik kucing adalah gangguan pada kulit karena scabies. Berbeda dengan kutu atau pinjal yang walaupun kecil namun masih bisa dilihat dengan mata telanjang maka penyebab parasit penyebab scabies mungkin tidak pernah terlihat oleh pemilik kucing.

Pengobatan yang menurut saya efektif dan tidak menyulitkan pemilik kucing adalah dengan pemberian obat melalui suntikan bawah kulit dibarengi pengobatan dengan shampo yang sudah diformulasikan dengan obat.Dengan mempertimbangkan siklus hidup parasit penyebabnya,pengobatan melalui suntikan bawah kulit ini saya selalu anjurkan untuk dilakukan dua kali dengan interval 2 minggu, walaupun beberapa hari setelah pengobatan pertama kucing biasanya sudah nampak membaik.    Lanjutkan membaca “Mengapa Pengobatan Scabies Kucing Tidak Cukup Diberikan Sekali ?”

Mengapa Pengobatan Scabies Kucing Tidak Cukup Diberikan Sekali ?

Cacing Pita, Salah Satu Parasit Pada Kucing

Sebagaimana namanya, cacing ini berbentuk pipih memanjang dan terdiri atas puluhan bahkan ratusan segmen (disebut proglotid) yang didalam perut kucing panjangnya bisa mencapai 60cm.Walaupun umum ditemukan pada kucing namun para pemilik kucing biasanya tidak menyadari keberadaannya.Proglotid dari cacing ini keluar dari tubuh kucing dalam potongan potongan kecil dan sepintas nampak seperti bulir bulir beras atau biji mentimun yang bergerak gerak.Setiap proglotid mempunyai organ reproduksi sendiri sehingga dan menghasilkan telur.

Sebenarnya cacing pita relatif tidak berbahaya bagi kucing karena kerugian yang ditimbulkannya tidak langsung kelihatan, namun kucing yang didalam perutnya terdapat cacing pita akan menderita kekurangan nutrisi dan sebagai akibatnya bisa terhambat pertumbuhan berat badannya serta rambutnya menjadi nampak tidak bagus bahkan bisa rontok lebih banyak dari seharusnya. Lanjutkan membaca “Cacing Pita, Salah Satu Parasit Pada Kucing”

Cacing Pita, Salah Satu Parasit Pada Kucing

Ring Worm,Jamur Pada Kucing

Sering juga disebut sebagai Dermatophytosis,merupakan salah satu penyakit pada kulit yang walaupun tidak berakibat fatal namun karena bisa menular ke manusia (zoonosis) maka ringworm perlu untuk kita ketahui.

Namanya memang ringworm akan tetapi penyakit ini sama sekali tidak disebabkan oleh cacing (worm) tapi disebabkan oleh jamur dari spesies Microsporum canis, Microsporum gypseum dan Trichophyton yang bisa menyerang anjing kucing dan juga manusia.

Gejala pada kucing yang biasa teramati berupa rambut rontok dengan pola berbentuk bulat dengan bagian tengah berwarna kemerahan  pada kepala,telinga, lengan atau ekor, pada beberapa kasus juga bisa ditemukan pada bagian muka, bibir, dagu atau lidah. Pada kasus ringworm yang bersifat ringan hanya menyebabkan kulit berwarna kemerahan dan adanya serpihan seperti ketombe. Adapun jamur yang menyerang kuku akan menyebabkan bentuk kuku yang tidak normal (malformasi). Pada penderita yang tidak ditangani dengan baik, jamur bisa menyebar ke seluruh tubuh.

Penyakit ini jarang berakibat fatal dan pada kucing sehat bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan,namun perlu diingat bagaimanapun juga penyakit ini akan menurunkan daya tahan kucing terhadap serangan penyakit lain, lagi pula rambut atau kulit yang tidak mulus tentu mengurangi penampilan kucing. Kucing yang masih anak anak,kucing lanjut usia, kucing yang sedang sakit dan kucing stress lebih rentan terhadap infeksi ringworm.

Kucing yang terinfeksi ringworm akan menyebarkan spora jamur ke kucing lain ( juga ke manusia), penyebaran terjadi melalui kontak langsung atau menempel pada peralatan yang bersinggungan dengan kucing, misalnya: tempat tidur kucing,tempat pakan, lantai, kursi, karpet,dll. Spora ini mudah sekali tunbuh dan berkembang terutama pada suhu hangat dan lembap. Daya tahan spora yang lama (bisa mencapai dua tahun) menyebabkan ringworm mudah tersebar luas.

Kucing yang terinfeksi jamur ini namun tidak menunjukkan gejala sakit akan menjadi reservoir atau penampung dari jamur penyebab ringworm dimana jamur bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Diagnosa yang baik dan akurat terhadap penyakit ini memerlukan pemeriksaan laboratorium dengan pemeriksaan mikroskopis jaringan kulit yang dicurigai atau lebih baik lagi dengan pembiakan sehingga diketahui dengan pasti penyebabnya. Pemeriksaan yang lebih sederhana dan cepat dilakukan dengan menggunakan lampu ultra violet namun pemeriksaan ini tidaklah benar benar akurat.

Pengobatan terhadap ringworm memerlukan ketelatenan dan kesabaran karena biasanya perlu waktu yang lama.Pengobatan paling sederhana dengan cara memandikan kucing dengan shampoo khusus yang mengandung obat anti jamur, pada kedaaan yang lebih parah rambut yang rontok, dicukur dan dibersihkan kemudian diberikan pengobatan dengan memberikan salep anti jamur misalnya salep miconazole.Walaupun tidak selalu diterapkan terdapat juga pengobatan oral  dengan tablet itraconazole.

Alat yang terkontaminasi harus segera dibersihkan (lebih baik menggunakan vacuum cleaner, bisa diberikan disinfeksi sederhana dengan deterjan  larutan pemutih dengan perbandingan 1:10, dan apabila sulit dibersihkan sebaiknya dibuang saja.

Pencegahan terutama dilakukan dengan menjaga kesehatan dan kebersihan kucing serta peralatannya, grooming teratur dan periksa ke dokter hewan jika dirasa ada yang tidak normal.

 

Ring Worm,Jamur Pada Kucing