Feline Viral Rhinotracheitis

Secara kebetulan banyak pasien saya belakangan ini memiliki keluhan yang sama: pilek dengan mata sembab atau bengkak dan mengeluarkan air mata yang kental (saya tidak tahu bahasa Indonesia yang benar, tapi kalau orang Jawa biasa menyebut sebagai “belek”) sampai kesulitan membuka matanya. Kebanyakan pasien tersebut adalah kucing kucing yang masih kecil dengan umur kurang dari 8 minggu.

Lanjutkan membaca “Feline Viral Rhinotracheitis”

Feline Viral Rhinotracheitis

ISPA Pada Kucing

ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) merupakan sebutan umum untuk menggambarkan adanya gejala infeksi pada saluran pernafasan bagian atas kucing, biasanya sangat mudah menular antar kucing namun kebanyakan tidak sampai berakibat fatal (kecuali tidak ditangani dengan baik).Kucing yang sembuh dari ISPA berpotensi menjadi carrier dan menularkan ke kucing lainnya.Penularan bisa terjadi melalui kontak dengan leleran dari mata dan hidung.

Sebagian besar kasus ISPA pada kucing dikarenakan oleh empat macam penyebab, dua virus yang menimbulkan gejala agak parah adalah Calicivirus dan Rhinotracheitis virus, sedangkan gejala infeksi saluran pernafasan bagian atas yang lebih ringan biasanya disebabkan oleh Chlamydia dan Reovirus.

Gejala umum dari ISPA yang disebabkan keempat penyebab diatas adalah bersin bersin bersin dan mata atau hidung yang bengkak. ISPA yang disebabkan Reovirus biasanya tidak menunjukkan gejala lain selain tersebut diatas dimana kucing tidak menunjukkan demam dan masih mempunyai nafsu makan yang normal. ISPA jenis ini bisa sembuh sendiri namun untuk mencegah infeksi sekunder biasanya diberikan antibiotik dan obat tetes atau salep mata.

ISPA yang disebabkan Chlamydia (biasa juga disebut pneumonitis) mempunyai gejala yang sedikit lebih berat dibandingkan akibat reovirus, disini kucing mungkin akan sedikit demam dan nafsu makannya sedikit menurun. Chlamydia adalah suatu organisme yang mirip bakteri. Pengobatan untuk ISPA jenis ini biasanya berupa antibitotika dan obat mata untuk mencegah infeksi sekunder.

Gejala ISPA yang lebih parah diakibatkan oleh calicivirus,pada keadaan ini terjadi kucing mengalami demam dan pembengkakan pada mata serta mengeluarkan leleran dari hidungnya. Pada mulut bisa terdapat ulcer (luka), adanya luka dan hidung yang tersumbat ini membuat kucing kehilangan nafsu makan yang selanjutnya menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan, kesemuanya memperburuk keadaan kucing dan menurunkan daya tahan kucing juga, hal ini menyebabkan kucing lebih mudah terserang penyakit lainnya.

Pada ISPA karena Rhinotracheitis virus juga terjadi peradangan pada mata dan bahkan beberapa menimbulkan bekas yang permanen. Karena rhinotracheitis virus merupakan golongan herpesvirus maka pengobatan bisa dilakukan dengan memberikan obat obat anti herpes virus.

Pada calicivirus juga dikenal adanya “limping kitten syndrome” dimana kucing mengalami demam disertai pembengkakan pada sendi sendinya.

Prognosa (kemungkinan kesembuhan) dari ISPA biasanya baik, namun kasus ISPA yang tidak ditangani dengan baik bisa berakibat fatal.Selain pengobatan antibiotika, penanganan ISPA terkadang juga memerlukan “pemberian pakan” secara paksa. Dengan penanganan yang tepat ISPA biasanya bisa disembuhkan dengan baik.

Program vaksinasi yang biasa diberikan pada kucing biasanya sudah mencakup pencegahan terhadap ISPA karena Calicivirus dan Rhinotracheitis virus, yang penting untuk diperhatikan bahwa vaksinasi tidaklah menjamin kucing 100% terlindung dari penyakit ini sehingga praktik pemeliharaan kucing yang baik sangat diperlukan untuk menjaga kucing tetap sehat.

ISPA Pada Kucing