Kucing Galak Terhadap Orang

Pernahkah melihat kucing yang galak dan menyerang pemiliknya? Walaupun kebanyakan kucing mempunyai sifat jinak terutama kepada pemiliknya akan tetapi terkadang ada kucing yang pemarah dan agresif bahkan sampai menyerang dan menggigit secara tiba tiba walaupun tanpa adanya provokasi dari sang pemilik. Para ahli tingkah laku hewan menggolongkan sifat agresif kucing terhadap manusia ini kedalam tiga golongan : agresif predator (Predatory Aggression), agresif tidak langsung (indirect aggression) dan agresif dominan (dominant/territorial aggression).  

Sifat agresif predator (predatory aggression) terjadi ketika kucing yang diam di tempat tersembunyi (misalnya dibawah meja atau kursi) tiba tiba menyerang orang yang kebetulan melintas didekatnya. Kucing seperti ini biasanya tidak memperoleh waktu bersosialisasi yang cukup dengan saudara kandungnya sehingga tidak mempunyai cukup waktu untuk membiasakan diri mengendalikan sifat atau perilaku menggigit nya. Pada keadaan seperti ini, pemilik kucing bisa menghindari dengan cara membuat suara yang cukup keras ketika mendekati kucing tersebut, bisa juga dengan menyemprotkan air (misalnya pistol air mainan) setiap kucing akan menyerang. Akan lebih baik jika kucing seperti ini diberi mainan yang bergerak gerak seperti bola atau kertas yang digantung pada seutas tali untuk melampiaskan keinginan menggigit nya.

Tipe yang kedua adalah Agresif tidak langsung (indirect aggression), kucing yang menunjukkan sifat ini sebenarnya sedang merasa kesal atau kecewa terhadap suatu hal dan melampiaskannya kepada orang yang kebetulan berada didekatnya, misalnya kucing yang sedang marah terhadap kucing lain yang berada diluar rumah dan nampak dari jendela bisa tiba tiba menyerang orang yang ada didekatnya.

Bentuk ketiga adalah Agresif dominan (dominant/territorial aggression), kucing yang mempunyai sifat agresif tipe ini biasanya  suka menggigit ketika pemiliknya mengelus punggung atau ekornya tapi jarang sekali sampai mencakar. Kucing yang mempunyai sifat seperti ini bisa dilatih untuk berperilaku lebih baik dengan sepanjang pemilik bisa menunjukkan dominasinya terhadap si kucing. Apabila kucing ini melompat ke pangkuan pemilik dan kemudian menggigit nya maka tepuklah kucing tersebut beberapa kali lalu berdiri dan paksa kucing tersebut untuk turun dari pangkuan. Hindari (tolak) ketika kucing ini ingin menggosok gosokkan dagunya atau ekornya ke kaki pemilik dan tinggalkan

Dengan latihan yang konsisten sifat agresif kucing bisa dihilangkan atau paling tidak dihambat. Dari beberapa jenis kucing, kucing persia biasanya lebih tidak agresif dibanding kucing jenis lainnya.Jika anda memiliki pengalaman dengan kucing yang galak, silahkan bagikan dengan menulis komentar disini.

Kucing Galak Terhadap Orang

Perilaku Dan Pola Makan Kucing

Sebagai karnivora sejati, kucing harus makan daging hewan untuk menjaga tubuhnya tetap sehat dalam jangka waktu yang lama.Sifat predator alami ini diturunkan dari nenek moyang kucing sampai ke generasi kucing yang ada saat ini sehingga apabila kucing dibiarkan hidup sendiri (tidak diberi makan manusia) maka kucing akan bertahan hidup dengan cara memakan binatang binatang kecil yang ada di lingkungannya.

Di alam bebas, kucing biasa makan sampai sepuluh kali dalam rentang waktu 24 jam, sedangkan kucing rumahan yang ada sekarang ini pada umumnya diberi makan dua kali sehari – perubahan ini menyebabkan timbulnya gangguan tingkah laku yang berhubungan dengan pola makan.

Sebagai pemburu oportunistik, kucing terbiasa memangsa binatang apa saja yang ada di lingkungan sekitarnya, binatang buruannya juga bisa berubah menyesuaikan ketersediaan atau populasi pada waktu tertentu( tergantung musim). Di alam lepas, mamalia kecil seperti kelinci dan tikus merupakan 75% atau lebih dari menu utama kucing.

Secara alami tingkah laku makan kucing terbagi atas dua fase: fase apetitif dan fase konsumtif. Pada fase apetitif kucing akan mengejar, berburu, menangkap dan membunuh mangsanya, sedangkan pada fase konsumtif kucing memakan buruannya tersebut. Dengan beberapa penyesuaian, konsep ini juga berlaku pada kucing yang dipelihara di dalam rumah walaupun kucing kucing tersebut tidak memiliki kesempatan berburu seperti kucing di alam bebas.

Pada kucing yang dipelihara dirumah, fase apetitif ditunjukkan dengan sikap kucing merengek rengek minta makan, mencuri curi kesempatan untuk mengambil makanan dari meja makan atau dengan mengais ngais sampah di kotak sampah rumah. Sedangkan fase konsumtif ditunjukkan dalam bentuk mengunyah (memotong motong) makanan dan menelan makanan itu sendiri.

Berbeda dengan kucing liar atau kucing jalanan,kucing yang dipelihara di rumah tidak memiliki kesempatan secara penuh untuk menunjukkan tingkah laku alami sebagai pemangsa. Tingkah laku yang hilang (tidak bisa ditunjukkan) pada kucing rumahan berupa : mengejar, menyerang, menangkap, membunuh, membawa buruan ke wilayahnya, mengoyak kulit, menggigit tulang dan menyembunyikan makanan yang tersisa.

Kebiasaan memakan tanaman kecil juga merupakan hal yang wajar bagi kucing, hal ini disebabkan karena kucing membutuhkan selulosa dalam jumlah kecil untuk membantu proses pencernaannya. Penting untuk diperhatikan bahwa kucing yang tinggal di rumah harus dijaga dan dijauhkan dari tumbuhan yang diberi insektisida atau bahan kimia lainnya.

Masa penyapihan adalah masa yang penting dalam hidup mamalia, perubahan dari sepenuhnya tergantung pada induk menjadi sepenuhnya mandiri.

Induk kucing biasanya mulai proses penyapihan pada usia 4 minggu, dimana induk membawa binatang buruan pulang untuk dimakan anaknya, pada periode berikutnya binatang buruan dibawa pulang dalam keadaan hidup untuk dibunuh sendiri oleh anak anaknya sampai sang anak bisa mencari dan menangkap binatang buruan sendiri.

Pada kucing rumahan, oleh karena adanya hubungan yang erat antara kucing dan pemiliknya dimana Kucing yang diberi makan oleh pemiliknya maka kucing  akan melihat pemilik sebagai figur induknya karena dialah yang memberi makanan.

Proses penyapihan biasanya berlangsung sampai 7 – 8 minggu, walaupun setelah itu anak kucing masih terlihat sesekali menyusu pada induknya sampai berbulan bulan walaupun sebenarnya sudah tidak keluar air susunya. Dengan menyusu anak kucing merasa nyaman terutama ketika merasa stress.

Sebagai pemburu yang tangguh banyak organ motorik kucing yang dirancang untuk mengejar dan menangkap mangsanya, kemampuan berburu bertambah sesuai dengan pengalaman serta pengamatannya melihat sang induk memburu mangsanya ketika masih kecil.

Pengalaman sosial kucing sangat mempengaruhi insting atau naluri berburunya. Menurut penelitian, kucing yang dibesarkan dengan satu jenis tikus ketika masih kecil tidak akan meu memburu tikus jenis tersebut ketika sudah dewasa walaupun masih mau memburu tikus jenis lain.

Perilaku Dan Pola Makan Kucing

Perilaku Sosial Kucing

Kucing biasa dianggap binatang yang lucu, menggemaskan dan manja. Karena rambutnya yang bersih dan sifatnya yang tenang maka kucing menjadi binatang piaraan ideal yang disukai banyak orang. Biasanya kucing mudah menerima atau tidak takut ketika bertemu dengan orang yang baru dikenal,akan tetapi terkadang kita menjumpai kucing yang bersikap marah atau takut terhadap orang yang baru dikenal. Untuk memahami sifat ini kita perlu memahami dasar dasar perilaku sosial dari seekor kucing.

25932595495_49066684e7_z
Foto milik Tracie Hall dari flickr.com/ CC BY SA 2.0

Kita mengenal kucing sebagai binatang soliter atau penyendiri dan tidak suka bersosialisasi dengan hewan atau kucing lain, walaupun demikian sebenarnya sifat sosial kucing sangatlah fleksibel tergantung pada tempat dan situasi. Di alam bebas, keluarga kucing memang pada dasarnya tergolong sebagai nonsocial predator (pemangsa yang tidak suka bersosialisasi) dan biasanya merupakan berburu sendirian (kecuali keluarga singa yang berburu dalam kelompok). Namun apabila terdapat makanan dalam jumlah banyak di suatu tempat ( yang biasanya karena ada manusia) maka kucing seringkali hidup berkelompok dalam jumlah banyak. Di dalam rumah tangga, kucing lebih cenderung untuk bersikap sosial dengan binatang lain dalam rumah tersebut misalnya kucing lain, anjing atau bahkan dengan binatang yang biasanya secara tradisional adalah mangsa kucing seperti tikus dan burung.

Cara kucing dibesarkan juga berpengaruh terhadap sikap sosial kucing. Apabila seekor kucing terbiasa dipelihara dengan lembut oleh manusia sejak usia dini ( usia kritis antara dua sampai tujuh minggu) maka biasanya kucing akan merespon positif ketika bertemu orang setelah dewasa. Apabila pada usia tersebut kucing tidak terbiasa dipegang manusia maka besar kemungkinan setelah dewasa akan menjadi takut terhadap orang baru.

Kucing yang tumbuh dan besar bersama kucing lain dalam satu rumah ketika dewasa juga merespon positif ketika bertemu kucing lain. Demikian juga kucing yang tumbuh bersama anjing dalam satu rumah setelah dewasa cenderung untuk tidak takut pada anjing lain dibandingkan dengan kucing yang tidak tumbuh bersama anjing atau dengan kucing yang punya pengalaman buruk dengan anjing sebelumnya.

Biasanya kucing diadopsi pemilik baru pada usia sekitar delapan minggu, pada usia ini kucing sudah melewati masa kritis sosialisasi. Pada saat ini kucing sudah bisa melompat dan memanjat serta akan terus tumbuh  baik secara ukuran maupun secara seksual. Karena sudah melewati usia kritis sosialisasi maka biasanya kucing dan pemilik baru perlu bersosialisasi untuk menjadi terbiasa dan saling merasa nyaman.

Perilaku Sosial Kucing