Tentang Purring,Suara Dengkuran Pada Kucing

Mendengkur (purring) adalah suara yang dihasilkan kucing yang paling sering kita dengar selain mengeong. Pada kucing purring terjadi baik pada saat kucing menarik nafas maupun menghela nafas. Suara dengkuran ini terkadang pelan atau lirih sehingga kita tidak bisa mendengarnya (tapi bisa merasakan getaran yang muncul), namun bisa juga suara dengkuran ini sangat keras sehingga mudah didengar. Menurut catatan Guinness World Record, suara purring kucing yang paling keras dipegang oleh kucing Merlin (usia 13 tahun) yang milik Tracy Westwood (UK) yang dicatat pada tanggal 2 April 2015 sebesar 67,8db (A),sebagai perbandingan – suara normal orang bercakap cakap adalah 60-65 db.

SONY DSC
ilustrasi kucing tidur sambil mendengkur (purring)

Hampir semua keluarga kucing mengeluarkan dengkuran (purring) kecuali kucing besar seperti harimau dan singa yang mengaum. Cheetah dan cougar adalah contoh kucing besar yang juga mendengkur (purring). Pada kucing rumahan, suara purring mudah diamati ketika induk kucing menyusui anaknya atau ketika manusia mengadakan kontak sosial dengan kucing (misalnya, mengelus elus atau waktu memberi pakan).

Purring atau mendengkur ini sangat penting bagi kelangsungan hidup anak kucing yang baru lahir. Karena anak kucing yang baru lahir belum bisa melihat dan mendengar maka getaran tubuh induk pada saat purring menjadi petunjuk bagi si anak dimana posisi induknya.Purring juga merupakan metode komunikasi bayi kucing dengan induk atau saudara kandungnya. Pada saat menyusu, bayi kucing tidak bisa mengeong dan untuk menunjukkan rasa puasnya si bayi kucing melakukan dengan cara purring.

Suara dengkuran kucing terjadi karena adanya vibrasi pada otot laring (kotak suara) dan otot diagframa (sekat antara rongga perut dan rongga dada). Otot otot ini bergerak pada saat kucing menarik nafas maupun menghela nafas dengan ritme yang konstan pada frekuensi 25 – 150 Hz.Frekuensi purring ini diduga para ahli sangat berguna bagi kekuatan tubuh kucing.

Seperti diketahui kucing menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur, namun kucing tetap mempunyai tulang yang kuat untuk berburu. Demikian juga pembiakan kucing dengan jalan perkawinan silang secara umum jarang sekali menghasilkan keturunan dengan tulang yang cacat atau lemah. Menurut Dr. Leslie Lyons seorang guru besar dan ahli genetik ternama dari Universitas Missouri, frekuensi yang dihasilkan pada saat kucing mendengkur menstimulasi otot dan tulang tanpa harus mengeluarkan banyak energi. Jadi ketika kucing tidur dan mendengkur, pada saat yang sama dia juga melakukan exercise atau olah tubuh.

Frekuensi yang dihasilkan dengkuran kucing dianggap mempercepat kesembuhan luka, hal ini didasari pada penelitian bahwa kucing yang mendengkur (purring) lebih cepat tingkat kesembuhannya dibandingkan dengan hewan lain yang tidak mendengkur. studi klinis menunjukkan bahwa terapi suara pada frekuensi 25-150Hz terbukti mempercepat kesembuhan luka. Bisa dikatakan bahwa mendengkur merupakan cara kucing untuk melakukan terapi suara ultra (ultrasound therapy) secara cuma cuma.

Dengkuran kucing bisa mengekspresikan beberapa status emosional kucing, yang paling banyak diketahui adalah bahwa dengkuran kucing menunjukkan rasa puas atau senang. Namun hal ini tidak selalu benar karena terkadang dengkuran juga menunjukkan perasaan takut atau tertekan.

Dengkuran kucing bisa dianalogikan dengan senyuman pada manusia. Ketika kita tersenyum bisa jadi kita dalam keadaan senang, tetapi bisa juga karena sedih, gugup atau sekedar untuk menyenangkan perasaan orang lain.

catatan:
photo by Alexandra Guerson/ CC BY NC ND 2.0 
Tentang Purring,Suara Dengkuran Pada Kucing