Luka Pada Kucing Karena Rambutnya Kurang Terawat

Seorang teman mempunyai kucing keturunan persia betina umur lebih kurang satu tahun yang nampak lesu dan tidak mau bermain main (tidak lincah), pada kucing tersebut nampak ada luka di dekat ekornya yang pada awalnya saya pikir ini adalah luka biasa akibat gigitan kucing lain ketika berkelahi.

Setelah melihat langsung kondisi kucing,ternyata terdapat luka yang cukup besar pada bagian ekor dan juga disekitar perutnya, kucing dalam kondisi lemah dan tidak mau makan serta minum. Melihat kondisi luka yang sudah bernanah dan bahkan sudah terdapat larva lalat didalamnya , saya menduga luka ini sudah ada selama beberapa hari.

Singkatnya sang pemilik kucing karena kesibukannya tidak sempat menyisir rambut kucingnya apalagi memandikan nya selama dua minggu atau bahkan lebih padahal penting untuk diingat bahwa kucing keturunan persia dengan rambut panjangnya mutlak memerlukan bantuan manusia untuk mengurus rambutnya, dengan kata lain rambut panjang kucing ini perlu secara teratur disisir atau disikat dan secara rutin dimandikan.  

Rambut panjang kucing persia (atau keturunan persia) jika tidak terawat akan menyebabkan kusut dan menggumpal dan ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi si kucing karena gatal dan bahkan bisa menjadi tempat yang baik buat kuman bersembunyi. Rasa tidak nyaman dan gatal tersebut mendorong kucing untuk menjilat jilat sampai menggigit yang pada akhirnya ketika dilakukan berlebihan menyebabkan luka.

Karena tidak ditangani dengan segera luka tersebut kemudian terkena infeksi bakteri (infeksi sekunder). Adanya infeksi bakteri menyebabkan munculnya proses peradangan sehingga kucing merasa tidak nyaman, malas bergerak dan tidak mau makan sehingga kondisinya melemah.Keadaan diperburuk karena kucing yang lesu tidak mau mengusir lalat yang menghinggapinya sampai lalat tersebut bertelur didalam lukanya dan menetas menjadi larva.

Karena kucing dalam keadaan lemas dan tidak mau maka saya memberikan terapi cairan dengan cara diinfus, lukanya sendiri dibersihkan dengan menggunakan larutan antiseptik (dalam hal ini Rivanol yang dijual bebas di apotik) untuk membersihkan jaringan yang rusak dan sisa sisa peradangan. Setelah luka menjadi bersih maka selanjutnya tubuh kucing akan bereaksi untuk menumbuhkan jaringan baru sebagai pengganti jaringan yang rusak. Setelah memberikan antibiotika secukupnya, pemilik kucing melanjutkan sendiri pengobatan dengan cara mengkompres luka tersebut dengan kain kasa yang dibasahi rivanol setiap hari selama 5 menit. Setelah 4 hari luka sudah mulai tampak mengecil dan jaringan baru tumbuh.

Kucing persia adalah kucing hasil pemuliaan manusia, nenek buyutnya adalah kucing angora yang juga berambut panjang. Orientasi dari pembiakan kucing persia adalah penampilan fisik yang cantik dan menarik seperti yang ada sekarang ini, sayangnya kucing ini memiliki beberapa kelemahan diantaranya adalah ketergantungan pada manusia untuk merawat rambutnya. Sangatlah penting untuk pemilik kucing berambut panjang (khususnya keturunan persia) untuk meluangkan waktu merawat rambut panjangnya, karena kucing persia tidak mampu mengurus rambutnya sendiri dan mutlak memerlukan bantuan manusia.

Jadi begitu kita berkomitmen untuk memelihara kucing rambut panjang (longhair), maka pada saat itu kita harus berkomitmen untuk rutin merawat rambutnya, tidak bisa tidak.

Luka Pada Kucing Karena Rambutnya Kurang Terawat

ISPA Pada Kucing

ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) merupakan sebutan umum untuk menggambarkan adanya gejala infeksi pada saluran pernafasan bagian atas kucing, biasanya sangat mudah menular antar kucing namun kebanyakan tidak sampai berakibat fatal (kecuali tidak ditangani dengan baik).Kucing yang sembuh dari ISPA berpotensi menjadi carrier dan menularkan ke kucing lainnya.Penularan bisa terjadi melalui kontak dengan leleran dari mata dan hidung.

Sebagian besar kasus ISPA pada kucing dikarenakan oleh empat macam penyebab, dua virus yang menimbulkan gejala agak parah adalah Calicivirus dan Rhinotracheitis virus, sedangkan gejala infeksi saluran pernafasan bagian atas yang lebih ringan biasanya disebabkan oleh Chlamydia dan Reovirus.

Gejala umum dari ISPA yang disebabkan keempat penyebab diatas adalah bersin bersin bersin dan mata atau hidung yang bengkak. ISPA yang disebabkan Reovirus biasanya tidak menunjukkan gejala lain selain tersebut diatas dimana kucing tidak menunjukkan demam dan masih mempunyai nafsu makan yang normal. ISPA jenis ini bisa sembuh sendiri namun untuk mencegah infeksi sekunder biasanya diberikan antibiotik dan obat tetes atau salep mata.

ISPA yang disebabkan Chlamydia (biasa juga disebut pneumonitis) mempunyai gejala yang sedikit lebih berat dibandingkan akibat reovirus, disini kucing mungkin akan sedikit demam dan nafsu makannya sedikit menurun. Chlamydia adalah suatu organisme yang mirip bakteri. Pengobatan untuk ISPA jenis ini biasanya berupa antibitotika dan obat mata untuk mencegah infeksi sekunder.

Gejala ISPA yang lebih parah diakibatkan oleh calicivirus,pada keadaan ini terjadi kucing mengalami demam dan pembengkakan pada mata serta mengeluarkan leleran dari hidungnya. Pada mulut bisa terdapat ulcer (luka), adanya luka dan hidung yang tersumbat ini membuat kucing kehilangan nafsu makan yang selanjutnya menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan, kesemuanya memperburuk keadaan kucing dan menurunkan daya tahan kucing juga, hal ini menyebabkan kucing lebih mudah terserang penyakit lainnya.

Pada ISPA karena Rhinotracheitis virus juga terjadi peradangan pada mata dan bahkan beberapa menimbulkan bekas yang permanen. Karena rhinotracheitis virus merupakan golongan herpesvirus maka pengobatan bisa dilakukan dengan memberikan obat obat anti herpes virus.

Pada calicivirus juga dikenal adanya “limping kitten syndrome” dimana kucing mengalami demam disertai pembengkakan pada sendi sendinya.

Prognosa (kemungkinan kesembuhan) dari ISPA biasanya baik, namun kasus ISPA yang tidak ditangani dengan baik bisa berakibat fatal.Selain pengobatan antibiotika, penanganan ISPA terkadang juga memerlukan “pemberian pakan” secara paksa. Dengan penanganan yang tepat ISPA biasanya bisa disembuhkan dengan baik.

Program vaksinasi yang biasa diberikan pada kucing biasanya sudah mencakup pencegahan terhadap ISPA karena Calicivirus dan Rhinotracheitis virus, yang penting untuk diperhatikan bahwa vaksinasi tidaklah menjamin kucing 100% terlindung dari penyakit ini sehingga praktik pemeliharaan kucing yang baik sangat diperlukan untuk menjaga kucing tetap sehat.

ISPA Pada Kucing