Kastrasi Kucing Jantan

Dalam berbagai kesempatan saya selalu menyarankan tindakan sterilisasi kucing sebagai salah satu cara untuk mencegah populasi kucing yang berlebihan yang tentu saja tidak bagus untuk lingkungan dan juga untuk kucing itu sendiri. Dari pengalaman saya bertemu para pemilik kucing , kebanyakan dari mereka melihat steril kucing betina lebih penting daripada kucing jantan karena kucing betina  bisa hamil sedangkan kucing jantan tidak akan beranak pinak. Padahal sebenarnya kucing jantan akan menghasilkan keturunan (anak) yang lebih banyak dibanding kucing betina karena satu kucing jantan bisa kawin dan menyebabkan kehamilan banyak kucing betina. Lanjutkan membaca “Kastrasi Kucing Jantan”

Kastrasi Kucing Jantan

Kucing Jantan Yang Tiba Tiba Menjadi Pemarah

Seorang teman yang mempunyai dua ekor kucing jantan dan keduanya sudah dikastrasi mengeluh, salah satu kucingnya tiba tiba menjadi agresif dan pemarah, banyak mengeong dan selalu ingin keluar rumah dengan ekspresi marah pada orang disekitarnya (padahal biasanya dia bersikap manis). Selain itu kucingnya tersebut menjadi suka nongkrong di teras rumah bersama teman temannya. Sang teman tadi agak heran dengan perilaku kucingnya dan menduga kucingnya birahi lagi, padahal sudah dikastrasi.Apakah kucing yang sudah dikastrasi bisa birahi lagi dan kalau tidak kenapa kucing jantan tersebut tiba tiba menjadi pemarah?

Seperti diketahui, kastrasi atau sering juga disebut dengan kebiri pada kucing jantan adalah prosedur operasi untuk membuang testis dari si kucing jantan. Karena testis adalah tempat produksi hormon testosteron maka membuang testis berarti membuang “pabrik” testosteron. Testosteron adalah hormon kelamin jantan yang mempengaruhi aktivitas birahi kucing jantan. Jadi seharusnya membuang testis juga membuang hasrat seksual kucing jantan.

Akan tetapi perlu diingat kastrasi tidaklah serta merta merubah sifat kucing jantan berubah seratus delapan puluh derajat. Kastrasi akan menurunkan hasrat seksual kucing jantan sehingga tidak lagi keluyuran mencari kucing betina namun sifat lain apabila sudah ada sebelumnya tidaklah serta merta berubah atau menghilang. Apabila sebelum di kastrasi si kucing jantan punya sifat keras kepala, mudah marah dan sangat agresif dalam melindungi wilayahnya, maka setelah kastrasi sifat ini akan tetap ada.

Pada kasus kucing jantan yang saya sebutkan diawal tulisan ini walaupun sang pemilik menduga menganggap sifat rewelnya muncul karena birahi namun perlu diduga adanya kemungkinan lain yaitu sifat galak yang dialihkan (indirect aggression) yaitu sifat galak yang muncul karena kucing merasa kesal atau marah  namun tidak kesampaian dan dilampiaskan pada orang yang ada disekitarnya. Pemicunya kemungkinan adalah adanya kucing lain yang masuk wilayahnya namun karena si kucing ditaruh di dalam rumah dan tidak bisa keluar maka kemarahannya dilampiaskan pada orang yang ada di dekatnya.

Untuk mengatasinya si kucing jantan yang pemarah tadi kemudian diletakkan di ruang tengah yang tidak punya akses melihat ke luar dan kucing dari luar tidak diperbolehkan masuk ke halaman. Setelah dua hari si kucing jantan yang tadinya agresif dan pemarah menjadi secara perlahan menjadi jinak kembali.

Dalam kasus ini diduga sifat agresif atau galak yang ditunjukkan si kucing jantan kemungkinan besar memang bukanlah akibat birahi namun lebih merupakan sifat galak yang dialihkan (indirect aggressiveness) yang dipicu oleh adanya kucing luar yang masuk wilayahnya .

Kucing Jantan Yang Tiba Tiba Menjadi Pemarah