Mengapa Kucing Penderita FLUTD Perlu Makanan Khusus?

Penyebutan Penyakit Saluran Kencing Bagian Bawah atau FLUTD ( Feline Lower Urinary Tract Disease) biasa diberikan pada gejala yang nampak akibat gangguan pada kandung kemih (vesica urinaria) dan uretra, uretra sendiri merupakan saluran sempit yang menyalurkan air kencing dari kandung kemih keluar tubuh,pada umumnya FLUTD tidak melibatkan ginjal.Pengertian FLUTD juga  termasuk pada keadaan cystitis (radang kandung kemih). Terlepas dari apa penyebabnya, seringkali kucing penderita FLUTD menunjukkan gejala yang sama. Lanjutkan membaca “Mengapa Kucing Penderita FLUTD Perlu Makanan Khusus?”

Mengapa Kucing Penderita FLUTD Perlu Makanan Khusus?

Luka Pada Kucing Karena Rambutnya Kurang Terawat

Seorang teman mempunyai kucing keturunan persia betina umur lebih kurang satu tahun yang nampak lesu dan tidak mau bermain main (tidak lincah), pada kucing tersebut nampak ada luka di dekat ekornya yang pada awalnya saya pikir ini adalah luka biasa akibat gigitan kucing lain ketika berkelahi.

Setelah melihat langsung kondisi kucing,ternyata terdapat luka yang cukup besar pada bagian ekor dan juga disekitar perutnya, kucing dalam kondisi lemah dan tidak mau makan serta minum. Melihat kondisi luka yang sudah bernanah dan bahkan sudah terdapat larva lalat didalamnya , saya menduga luka ini sudah ada selama beberapa hari.

Singkatnya sang pemilik kucing karena kesibukannya tidak sempat menyisir rambut kucingnya apalagi memandikan nya selama dua minggu atau bahkan lebih padahal penting untuk diingat bahwa kucing keturunan persia dengan rambut panjangnya mutlak memerlukan bantuan manusia untuk mengurus rambutnya, dengan kata lain rambut panjang kucing ini perlu secara teratur disisir atau disikat dan secara rutin dimandikan.  

Rambut panjang kucing persia (atau keturunan persia) jika tidak terawat akan menyebabkan kusut dan menggumpal dan ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi si kucing karena gatal dan bahkan bisa menjadi tempat yang baik buat kuman bersembunyi. Rasa tidak nyaman dan gatal tersebut mendorong kucing untuk menjilat jilat sampai menggigit yang pada akhirnya ketika dilakukan berlebihan menyebabkan luka.

Karena tidak ditangani dengan segera luka tersebut kemudian terkena infeksi bakteri (infeksi sekunder). Adanya infeksi bakteri menyebabkan munculnya proses peradangan sehingga kucing merasa tidak nyaman, malas bergerak dan tidak mau makan sehingga kondisinya melemah.Keadaan diperburuk karena kucing yang lesu tidak mau mengusir lalat yang menghinggapinya sampai lalat tersebut bertelur didalam lukanya dan menetas menjadi larva.

Karena kucing dalam keadaan lemas dan tidak mau maka saya memberikan terapi cairan dengan cara diinfus, lukanya sendiri dibersihkan dengan menggunakan larutan antiseptik (dalam hal ini Rivanol yang dijual bebas di apotik) untuk membersihkan jaringan yang rusak dan sisa sisa peradangan. Setelah luka menjadi bersih maka selanjutnya tubuh kucing akan bereaksi untuk menumbuhkan jaringan baru sebagai pengganti jaringan yang rusak. Setelah memberikan antibiotika secukupnya, pemilik kucing melanjutkan sendiri pengobatan dengan cara mengkompres luka tersebut dengan kain kasa yang dibasahi rivanol setiap hari selama 5 menit. Setelah 4 hari luka sudah mulai tampak mengecil dan jaringan baru tumbuh.

Kucing persia adalah kucing hasil pemuliaan manusia, nenek buyutnya adalah kucing angora yang juga berambut panjang. Orientasi dari pembiakan kucing persia adalah penampilan fisik yang cantik dan menarik seperti yang ada sekarang ini, sayangnya kucing ini memiliki beberapa kelemahan diantaranya adalah ketergantungan pada manusia untuk merawat rambutnya. Sangatlah penting untuk pemilik kucing berambut panjang (khususnya keturunan persia) untuk meluangkan waktu merawat rambut panjangnya, karena kucing persia tidak mampu mengurus rambutnya sendiri dan mutlak memerlukan bantuan manusia.

Jadi begitu kita berkomitmen untuk memelihara kucing rambut panjang (longhair), maka pada saat itu kita harus berkomitmen untuk rutin merawat rambutnya, tidak bisa tidak.

Luka Pada Kucing Karena Rambutnya Kurang Terawat

Tungau Telinga Kucing

Mite atau tungau merupakan parasit sejenis kutu yang berukuran sangat kecil dan tidak bisa dengan mudah dilihat dengan mata telanjang.Parasit ini sangat mudah menular dari satu hewan ke hewan lain sehingga adanya tungau telinga pada kucing merupakan hal yang lazim dijumpai terutama pada kucing yang bebas berkeliaran di luar rumah atau pada kucing yang tinggal bersama kucing lain dalam satu rumah  dimana kontak satu kucing dengan kucing lainnya akan memudahkan penularan.

Telinga Kucing

Terdapat beberapa spesies tungau yang bisa hidup pada telinga kucing namun yang paling banyak dijumpai adalah tungau dari spesies Otodectes cynotis. Tungau ini sebenarnya juga bisa menular ke anjing akan tetapi lebih cenderung menyukai kucing.Parasit  kecil berkaki delapan ini sulit dilihat dengan mata telanjang (apabila diletakkan pada permukaan yang gelap nampak seperti bintik putih yang bergerak).Tungau hidup dari memakan cairan lilin dan minyak yang ada pada telinga kucing.Siklus hidup parasit ini dari telur sampai menjadi tungau dewasa lebih kurang berlangsung selama tiga minggu dan semuanya berlangsung pada kucing (tidak memerlukan inang perantara).Keberadaan tungau ini bisa menyebabkan iritasi dan peradangan pada telinga kucing baik bagian luar maupun bagian dalam yang apabila tidak segera ditangani akan menyebabkan infeksi telinga kucing yang menciri dengan adanya kotoran berwarna merah kecoklatan atau kehitaman pada saluran telinga,kotoran ini apabila terakumulasi dalam jumlah banyak akan menutup saluran telinga kucing.  

Memeriksa adanya tungau pada telinga kucing bisa dilakukan secara sederhana dengan memijat mijat bagian pangkal telinga kucing,kucing yang telinganya sehat akan merasa senang diperlakukan seperti ini namun apabila didalam telinga terdapat tungau yang mengganggu kenyamanannya, kucing akan berontak ketika dipijat. Adapun gejala lainnya meliputi:

  • Kucing merasa gatal telinga,kepala dan leher,pada kondisi yang parah terkadang kucing merasa gatal seluruh tubuh
  • Secara berlebihan menggaruk kepala dan telinga
  • Sering menggoyang goyangkan kepala
  • Terdapat kerak berwarna merah kecoklatan atau kehitaman pada bagian luar telinga
  • Terdapat gumpalan seperti kopi pada kanal telinga
  • Terdapat  abrasi dan goresan pada bagian luar telinga
  • Telinga berbau busuk
  • Bulu rontok

Sangatlah penting untuk segera memeriksakan kucing ke dokter hewan apabila menemui gejala tersebut diatas. Berdasarkan gejala dan tingkat keparahannya dokter hewan akan melakukan pengobatan.Apabila telinga sudah tersumbat atau apabila terdapat banyak kotoran, telinga akan dibersihkan terlebih dahulu. Apabila membersihkan telinga kucing menggunakan cotton bud perlu dilakukan dengan sangat hati hati karena apabila kucing berontak akan berisiko melukai telinga bagian dalam bahkan bisa merusak gendang telinga.

Apabila sudah terjadi infeksi (telinga mengeluarkan cairan yang berbau busuk), antibiotika akan diberikan untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. Sedangkan pengobatan untuk membasmi tungau itu sendiri biasanya dilakukan melalui suntikan di bawah kulit atau melalui tetes pada bulu.Perlu dicatat karena pengobatan terhadap tungau hanya membunuh tungau dewasa dan tidak membunuh  telur serta larva tungau,maka pengobatan harus dilakukan secara periodik.Pengobatan terhadap tungau telinga biasanya dilakukan dengan  obat tetes pada tengkuk yang berbahan aktif Salamectin ,Imidacloprid atau dengan melakukan penyuntikan bawah kulit dengan obat berbahan aktif ivermectin. Obat obat ini mempunyai kelebihan selain membunuh tungau telinga juga efektif untuk kutu dan pinjal.

Sangat dianjurkan untuk mencegah terjadinya infestasi tungau telinga kucing dengan cara membersihkan telinga kucing secara rutin. Saat ini di toko toko hewan kesayangan (pet shop) banyak dijual cairan pembersih telinga kucing dengan harga terjangkau. Membersihkan telinga dengan air tidak dianjurkan, karena apabila tertinggal di dalam telinga kucing akan menyebabkan suasana lembab yang memudahkan tumbuhnya jamur.

Tungau Telinga Kucing