Laryngitis, Ketika Kucing Tiba Tiba Kehilangan Suara Meongnya

Kucing memang tidak seperti burung berkicau yang dipelihara untuk didengar suaranya, namun pasti ada yang hilang ketika tiba tiba kucing kita kehilangan suara meongnya terutama jika kucing tersebut biasanya rewel dan sering mengeong. Lebih jauh lagi kehilangan suara meong menunjukkan ada yang tidak beres dengan tubuh kucing tersebut.

Salah satu penyebab hilangnya suara meong pada kucing adalah laryngitis yaitu radang pada larynx atau kotak suara dari kucing, ini adalah salah satu gejala dari beberapa penyakit seperti infeksi virus calici atau virus rhinotracheitis. Lanjutkan membaca “Laryngitis, Ketika Kucing Tiba Tiba Kehilangan Suara Meongnya”

Laryngitis, Ketika Kucing Tiba Tiba Kehilangan Suara Meongnya

Keracunan Parasetamol Pada Kucing

Paracetamol atau biasa juga disebut acetaminophen adalah obat pereda sakit dan penurun panas yang banyak dijumpai dan dipakai diseluruh dunia. Di Indonesia, obat ini bisa dijumpai dalam berbagai merek dagang, misalnya Panadol atau Paramex. Untuk manusia, obat ini relatif aman sehingga bisa dibeli dengan bebas di apotek atau toko obat dan bahkan di warung warung kecil di dalam kampung.Untuk konsumsi orang dewasa biasanya sediaan obat ini berupa tablet sedangkan untuk anak anak sediaan berupa sirup.

Karena mudah didapat dan aman untuk manusia,banyak pemilik kucing yang menyangka bahwa paracetamol ini juga aman dan bisa diberikan kepada kucing terutama ketika melihat kucingnya demam atau nampak mengeong kesakitan. Akan tetapi sebenarnya baik paracetamol berbentuk tablet maupun sirup sangat berbahaya untuk kesehatan dan tidak boleh dikonsumsi oleh kucing. Lanjutkan membaca “Keracunan Parasetamol Pada Kucing”

Keracunan Parasetamol Pada Kucing

Kucing Demam

Salah satu keluhan yang sering disampaikan pemilik kucing adalah: kucingnya “demam” dan nampak lesu serta tidak mau makan, biasanya pula diikuti pertanyaan “bolehkah diberi minum obat penurun panas?, berapa dosisnya?”.

Sebelum membahas demam pada kucing sebaiknya kita pahami terlebih dahulu suhu tubuh kucing normal. Kucing yang sehat mempunyai suhu tubuh antara 38⁰C– 39,2⁰C. Tempat atau titik pengukuran suhu tubuh yang paling akurat adalah melalui rektum (dengan cara memasukkan thermometer kedalam anus kucing). Saat ini terdapat thermometer infra merah yang bisa dipakai dengan cara ditembakkan ke telinga,namun sepanjang yang saya tahu – cara ini tidak seakurat pengukuran melalui rektum dan karenanya pengukuran dengan infra merah pada telinga sebaiknya di koreksi dengan menambahkan 0,6 ⁰C. Lanjutkan membaca “Kucing Demam”

Kucing Demam

ISPA Pada Kucing

ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) merupakan sebutan umum untuk menggambarkan adanya gejala infeksi pada saluran pernafasan bagian atas kucing, biasanya sangat mudah menular antar kucing namun kebanyakan tidak sampai berakibat fatal (kecuali tidak ditangani dengan baik).Kucing yang sembuh dari ISPA berpotensi menjadi carrier dan menularkan ke kucing lainnya.Penularan bisa terjadi melalui kontak dengan leleran dari mata dan hidung.

Sebagian besar kasus ISPA pada kucing dikarenakan oleh empat macam penyebab, dua virus yang menimbulkan gejala agak parah adalah Calicivirus dan Rhinotracheitis virus, sedangkan gejala infeksi saluran pernafasan bagian atas yang lebih ringan biasanya disebabkan oleh Chlamydia dan Reovirus.

Gejala umum dari ISPA yang disebabkan keempat penyebab diatas adalah bersin bersin bersin dan mata atau hidung yang bengkak. ISPA yang disebabkan Reovirus biasanya tidak menunjukkan gejala lain selain tersebut diatas dimana kucing tidak menunjukkan demam dan masih mempunyai nafsu makan yang normal. ISPA jenis ini bisa sembuh sendiri namun untuk mencegah infeksi sekunder biasanya diberikan antibiotik dan obat tetes atau salep mata.

ISPA yang disebabkan Chlamydia (biasa juga disebut pneumonitis) mempunyai gejala yang sedikit lebih berat dibandingkan akibat reovirus, disini kucing mungkin akan sedikit demam dan nafsu makannya sedikit menurun. Chlamydia adalah suatu organisme yang mirip bakteri. Pengobatan untuk ISPA jenis ini biasanya berupa antibitotika dan obat mata untuk mencegah infeksi sekunder.

Gejala ISPA yang lebih parah diakibatkan oleh calicivirus,pada keadaan ini terjadi kucing mengalami demam dan pembengkakan pada mata serta mengeluarkan leleran dari hidungnya. Pada mulut bisa terdapat ulcer (luka), adanya luka dan hidung yang tersumbat ini membuat kucing kehilangan nafsu makan yang selanjutnya menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan, kesemuanya memperburuk keadaan kucing dan menurunkan daya tahan kucing juga, hal ini menyebabkan kucing lebih mudah terserang penyakit lainnya.

Pada ISPA karena Rhinotracheitis virus juga terjadi peradangan pada mata dan bahkan beberapa menimbulkan bekas yang permanen. Karena rhinotracheitis virus merupakan golongan herpesvirus maka pengobatan bisa dilakukan dengan memberikan obat obat anti herpes virus.

Pada calicivirus juga dikenal adanya “limping kitten syndrome” dimana kucing mengalami demam disertai pembengkakan pada sendi sendinya.

Prognosa (kemungkinan kesembuhan) dari ISPA biasanya baik, namun kasus ISPA yang tidak ditangani dengan baik bisa berakibat fatal.Selain pengobatan antibiotika, penanganan ISPA terkadang juga memerlukan “pemberian pakan” secara paksa. Dengan penanganan yang tepat ISPA biasanya bisa disembuhkan dengan baik.

Program vaksinasi yang biasa diberikan pada kucing biasanya sudah mencakup pencegahan terhadap ISPA karena Calicivirus dan Rhinotracheitis virus, yang penting untuk diperhatikan bahwa vaksinasi tidaklah menjamin kucing 100% terlindung dari penyakit ini sehingga praktik pemeliharaan kucing yang baik sangat diperlukan untuk menjaga kucing tetap sehat.

ISPA Pada Kucing