Cat Scratch Disease,Penyakit Cakaran Kucing

Penyakit Cat Scratch Disease (SCD) atau bisa diterjemahkan sebagai Penyakit cakaran kucing mungkin tidak begitu populer, namun karena sifatnya yang zoonosis atau menular dari hewan ke manusia maka penting bagi kita untuk mengetahuinya. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bartonella henselae dan kucing disini hanya berperan sebagai reservoir saja. Selain kucing, anjing juga berperan sebagai perantara dari bakteri B.henselae tersebut.

Sebenarnya penyakit ini tidak berakibat fatal bagi manusia dan bahkan sering bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan khusus. Akan tetapi pada keadaan tubuh lemah dan minim zat kebal (misalnya pada penderita HIV), maka penyakit ini bisa menjadi serius.

Manusia bisa tertular bakteri Bartonella henselae jika digigit atau dicakar kucing/anjing yang terinfeksi bakteri ini. Selain gigitan penularan juga bisa terjadi apabila kucing yang terinfeksi menjilat kulit yang memiliki luka terbuka.

Pada manusia, gejala CSD biasanya muncul 7 – 14 hari setelah terjadinya gigitan. Gejala berupa benjolan kemerahan pada area gigitan,pembesaran kelenjar getah bening terdekat dari lokasi gigitan, demam ringan, menggigil,kelelahan,nafsu makan turun, otot terasa pegal dan mual mual. Karena gejalanya yang cenderung ringan bersifat umum tersebut barangkali penyakit ini tidak begitu populer (tidak sepopuler rabies misalnya).

Pada kucing sendiri infeksi bakteri Bartonella henselae kebanyakan tidak menunjukkan gejala apapun kalaupun muncul demam biasanya akan sembuh sendiri setelah 2 – 3 hari. Pada kejadian yang lebih serius (tapi sangat jarang terjadi) kucing menunjukkan gejala demam, mual dan muntah, mata kemerahan, lesu dan nafsu makan yang berkurang. Bakteri bisa bertahan selama berbulan bulan dalam darah kucing tanpa gejala dan baru akan nampak apabila kucing mengalami stress atau kekebalannya menurun akibat adanya penyakit lain.

Penularan bakteri Bartonella henselae pada kucing terkait dengan pinjal dan kutu, dimana bakteri menyebar melalui kotoran pinjal yang menempel pada kulit kucing dan kemudian tertelan kucing ketika grooming (menjilat). Pada manusia selain gigitan kucing, secara teoritis juga bisa menular melalui gigitan pinjal secara langsung.

Pada kucing yang terinfeksi bakteri Bartonella pengobatan bisa dilakukan dengan pemberian antibiotika dan pencegahan yang paling murah bisa dilakukan dengan menjaga agar kucing tidak memiliki kutu atau pinjal dengan cara menjaga kebersihannya serta rutin melakukan grooming dan pengobatan terhadap parasit.

Sedangkan pada manusia, apabila mengalami gejala tersebut diatas setelah digigit atau dicakar kucing maka segeralah menghubungi dokter terdekat.

Cat Scratch Disease,Penyakit Cakaran Kucing

Mengobati Abses Pada Kucing

Abses adalah benjolan atau pembengkakan dibawah kulit yang menyebabkan rasa sakit. Pada kucing abses ini sering terjadi di sekitar kepala, kaki depan, ekor, atau sekitar pinggang.Luka tusuk karena gigitan kucing lain ketika berkelahi, tertusuk benda tajam seperti kawat dan sebagainya merupakan penyebab umum terjadinya abses pada kucing. Kucing jantan yang tidak dikebiri lebih sering terkena abses karena berkelahi dengan jantan lainnya. Lanjutkan membaca “Mengobati Abses Pada Kucing”

Mengobati Abses Pada Kucing