Mengartikan Suara Meong Kucing

Walaupun kucing identik dengan mengeong namun sebenarnya kucing tidak pernah mengeong kepada kucing lain, kecuali ketika masih bayi.Bayi kucing memang mengeong untuk mendapat perhatian induknya dan ketika beranjak besar kucing menggunakan alat komunikasi lain untuk “berbicara” dengan kucing lain misalnya dengan gerakan mata,ekor,telinga atau bagian tubuhnya yang lain.

Kucing tidak mengeong pada kucing lain kecuali ketika masih bayi
Kucing tidak mengeong pada kucing lain kecuali ketika masih bayi

Secara genetis beberapa jenis kucing mempunyai karakter rewel dan berisik (suka mengeong) sebaliknya ada juga kucing yang berkarakter pendiam.Kucing Siam adalah contoh kucing yang “berisik” sedangkan kucing Persia cenderung “pendiam”.Pada dasarnya ketika kucing mengeong bisa diartikan bahwa si kucing sedang berusaha untuk mengatakan sesuatu.

Arti dari suara meong kucing tidaklah bersifat universal atau tidak sama antara satu kucing dengan kucing lainnya sehingga sudah seharusnya pemilik adalah orang yang paling mungkin memahami arti suara “meong” dari kucingnya sendiri.Untuk membantu menerjemahkan suara meong dari kucing,hal hal berikut bisa dipakai sebagai acuan:

  • Sakit. Beberapa penyakit akan menyebabkan kucing merasa lapar dan haus atau kesakitan  sehingga terus menerus mengeong.Pada kucing yang sudah berusia lanjut terkadang mengalami gangguan ginjal dan kelenjar thyroid yang keduanya menyebabkan kucing rewel (mengeong) berkelanjutan.
  • Butuh Perhatian atau menginginkan sesuatu. Pada dasarnya kucing tidak suka kesepian dan jika mendapati kucing yang terus mengeong ada kemungkinan kucing tersebut sedang minta diperhatikan, ingin diajak bermain, ingin diusap rambutnya atau bahkan ingin diajak “berbicara”.  Untuk menghentikan kebiasaan ini (jika dikehendaki) bisa dilakukan dengan tidak menanggapi kucing yang mengeong tersebut dan hanya memberi perhatian ketika kucing tenang. Jika masih terus mengeong tinggalkan sendirian kucing tersebut(kucing yang kelelahan akan lebih tenang). Walaupun kucing ditinggalkan sendirian akan akan tetapi jangan sampai menelantarkan kucing tersebut dan luangkan cukup waktu yang berkualitas setiap hari untuk bermain main, mengelus ataupun berinteraksi dengan kucing tersebut.
  • Minta Makan. Ada kucing menjadi rewel dan banyak mengeong ketika melihat orang yang berjalan ke dapur ( karena berharap akan diberi sedikit makanan)atau ada juga yang menjadi rewel ketika mendekati waktu pemberian pakan. Apabila dirasa hal ini menjadi masalah, maka usahakan jangan memberi makan ketika kucing “rewel”,hanya berikan pakan ketika kucing bersikap tenang.
  • Memberi Salam. Tidak jarang kucing mengeong ketika melihat pemiliknya baru pulang di rumah atau bahkan mengeong ketika setiap melihat pemiliknya dirumah.Kebiasaan ini sulit dihilangkan dan ini lebih merupakan ekspresi kebahagiaan si kucing bertemu orang yang disayanginya.
  • Kesepian. Untuk menghentikan kebiasaan mengeong kucing yang terlalu lama ditinggal sendiri dirumah bisa dilakukan dengan menambah kucing lain sehingga menjadi teman atau dengan memberi mainan untuk merangsang kucing beraktifitas dan tidak merasa kesepian.
  • Stress. Kucing yang mengalami stress juga bisa menyebabkan kucing menjadi rewel,hal hal seperti  pindah rumah, mendapatkan teman(kucing) baru kedalam rumah yang sudah ada kucingnya atau ditinggal kucing lain yang dekat (misalnya anak,saudara atau induknya) bisa menyebabkan kucing rewel. Untuk mengatasinya cari penyebabnya dan berikan perhatian lebih.
  • Kucing lanjut Usia. Sama seperti pada manusia , kucing yang berusia lanjut terkadang mengalami gangguan mental dan menjadi rewel untuk alasan yang tidak jelas.
  • Birahi. Kucing yang tidak dikebiri bisa menjadi berisik ketika dalam siklus birahi, kucing jantan bisa meraung raung ketika mencium bau betina yang sedang birahi.

Selain hal hal tersebut diatas,terkadang kucing mengeong karena sebab yang memang masuk akal misalnya karena tidak bisa masuk ke litter box atau tempat minumnya kehabisan air,minta dibukakan pintu karena ingin keluar rumah , dll.Pada keadaan seperti ini  melakukan koreksi atas persoalan yang ada akan membuat kucing menjadi tenang.

Hindarkan memberi hukuman ada kucing yang rewel,membentak,memukul atau menyiram air tidak akan menyelesaikan masalah,untuk jangka panjang malah bisa membuat kucing takut dan akan menghindari kita.

Menangani kucing rewel memang tidaklah mudah dan membutuhkan kesabaran, walaupun pada awalnya nampak tidak berhasil (atau bahkan malah lebih parah) tetaplah terus berusaha dan jika perlu berikan hadiah jika kucing mau berperilaku baik maka secara perlahan kucing akan mengerti dan merubah perilakunya.

Mengartikan Suara Meong Kucing

Mengartikan Gerakan Ekor Kucing

Ekor merupakan perpanjangan dari tulang belakang, pada umumnya ekor dianggap mempunyai dua fungsi utama yaitu: untuk keseimbangan dan untuk komunikasi (bersama sama bagian tubuhnya yang lain).

ilustrasi kucing yang sedang memukul mukulkan ekornya ke lantai

Sebagai alat keseimbangan, ekor dianggap membantu kucing menyeimbangkan diri ketika kucing harus berjalan pada tempat yang sempit atau ketika kucing jatuh dari ketinggian dengan cara merubah rubah posisi ekornya. Akan tetapi anggapan ini masih banyak diragukan karena pada kenyatannya banyak kucing yang ekornya pendek,menekuk dan bahkan tidak mempunyai ekor (seperti ras kucing manx) juga bisa hidup normal dan berjalan di tempat yang sempit atau menyeimbangkan diri ketika jatuh. Demikian juga dengan kucing yang ekornya terpaksa dipotong ( misalnya karena luka akibat kecelakaan) masih dapat hidup dengan baik. Gen yang mengatur panjang pendeknya ekor kucing tidaklah sama pada semua kucing. Pada kucing Manx, gen yang mengatur ekor pendek merupakan gen dominan sehingga  karakter ekor pendek pada kucing manx bisa muncul apabila memiliki satu gen saja. Sebaliknya karakter ekor pendek pada kucing Japanese Bobtail merupakan gen resesive yang mana karakter ekor pendek akan muncul apabila terdapat dua gen.

Beberapa kucing memiliki ekor menekuk seperti simpul – hal ini merupakan keadaan normal dan tidak berbahaya. Mengenai ekor kucing yang berbentuk simpul ini terdapat cerita bahwa  pada jaman dahulu kala putri kerajaan Siam suka meletakkan cincin pada ekor kucing ketika sedang mandi dan supaya cincin nya tidak hilang maka ekor kucingnya dibuat seperti simpul. Terlepas dari kebenarannya, cerita ini menunjukkan bahwa kucing merupakan hewan yang disukai berbagai kalangan sejak dahulu kala.

Sebagai alat komunikasi, ekor dianggap merefleksikan perasaan dari kucing. Beberapa posisi ekor kucing yang biasa kita jumpai misalnya:

  1. Ekor tegak berdiri : Kucing yang sedang berada di wilayah kekuasannya dengan ekor tegak berdiri ke atas menunjukkan bahwa kucing tersebut sedang merasa senang, puas,bahagia dan percaya diri. Kucing yang menyambut pemiliknya dengan ekor berdiri tegak keatas sesunggguhnya sedang menyatakan rasa senangnya bertemu dengan sang pemilik.
  2. Ekor berdiri ditekuk seperti tanda tanya : Kucing sedang merasa senang, siap dan ingin mengajak bermain main.
  3. Ekor lurus dan merendah: Kucing merasa dalam keadaan waspada dan siap menyerang sewaktu waktu. Walaupun demikian, beberapa ras kucing tertentu seperti kucing persia suka memposisikan ekornya merendah tanpa alasan yang jelas.
  4. Ekor diselipkan dibawah badan diantara dua kaki : Kucing merasa pasrah, takut dan gugup
  5. Ekor tegak berdiri dengan rambut (bulu) mengembang seperti sikat toilet: Kucing merasa terancam sehingga berusaha menakut nakuti lawannya dengan membuat bulunya berdiri supaya tubuh nya kelihatan lebih besar.
  6. Menggerakkan ekornya seperti sedang memukul mukul lantai: Kucing merasa terganggu, tidak nyaman dan ada kemungkinan akan menyerang
  7. Mengibas ngibaskan ekor kekiri kekanan dengan lambat: Kucing sedang memusatkan perhatiannya pada satu objek (misalnya sedang mengincar tikus)
  8. Melingkarkan ekor pada kucing atau pada orang: Kucing sedang menunjukkan rasa persahabatan
catatan:
photo by victoria catterson/ CC BY 2.0
Mengartikan Gerakan Ekor Kucing

Bahasa Tubuh Kucing

Kucing biasa menggunakan berbagai pertanda ( postur tubuh, raut muka dan suara) untuk menyampaikan pesan dan menghindari konfrontasi yang tidak diperlukan. Memahami bahasa tubuh kucing akan mempererat ikatan batin kita dengan kucing dan juga menghindarkan permusuhan akibat salah paham.

Bagi kebanyakan orang bahasa kucing merupakan bahasa asing yang sulit dipelajari dan dipahami. Untuk itu beberapa ahli tingkah laku hewan membantu kita menterjemahkan beberapa sikap dan suara kucing :

Kucing mempunyai bahasa tubuh yang berbeda dengan bahasa tubuh anjing, menurut Karen Sueda DVM ( ahli tingkah laku hewan dari American College Of Veterinary Behaviorist) masalah biasanya muncul ketika orang menggunakan pengetahuan tentang anjing dan menerapkannya pada kucing.

Terkadang seekor kucing akan Nampak genit dengan berguling guling pada lantai memamerkan perutnya namun tiba tiba menjadi agresif ketika perutnya disentuh.

Berguling guling dan pamer perut merupakan pertanda kucing sedang rileks, namun bisa juga sikap ini merupakan ekspresi dari perasaan terpojok dan tidak bisa meloloskan diri – sikap ini akan diikuti dengan menjulurkan kuku dan menunjukkan taringnya yang tajam yang berarti pernyataan “siap tempur” .

Kerdipan Mata

Seekor kucing yang memberi salam kucing lain atau orang yang ditemuinya dengan kedipan mata perlahan menunjukkan kucing tersebut sedang mengatakan “sayang” .

Dalam dunia kucing mengerdipkan mata secara perlahan merupakan cara menyampaikan pesan bahwa kucing tersebut “percaya” pada kucing lain (atau orang lain) yang dihadapinya. Dengan berkedip pelan pada kucing akan sama dengan berkata bahwa kita bukanlah ancaman buat kucing tersebut.Jadi kalau menemui kucing yang berkedip pada kita, balaslah dengan kedipan juga.

Bahasa Ekor

Salah satu barometer mood kucing yang paling akurat adalah ekornya.Ekor kucing yang berdiri tegak menunjukkan rasa percaya diri, sedangkan ekor yang dilingkarkan pada kucing lain atau pada kaki orang menunjukkan sikap bersahabat. Adapun ekor yang ditekuk diantara dua kaki merupakan tanda ketidaknyamanan dan kecemasan.

Ekor yang berdiri tegak dengan bulu berdiri seperti sikat, jelas jelas menunjukkan adanya rasa terancam dalam diri kucing. Apabila tanda ini dibareningi dengan punggung melengkung dan kuku yang terhunus berarti si kucing ingin berkata – siapapun yang didepannya supaya segera mundur.

Tatapan Langsung

Pada manusia, tatapan mata langsung biasanya berarti perhatian akan tetapi pada kucing tatapan mata langsung berarti ancaman. Itu sebabnya seekor kucing yang berada ditengah sekumpulan orang cenderung mendekat pada orang yang nampak kurang memperhatikan kucing tersebut.

Menurut Myrna Milani, DVM, aseorang ahli tingkah laku hewan pada Tipping Point Animal Behavior Consulting Services in Charlestown, N.H. makin besar rasa takut seekor kucing maka semakin lebar pupil matanya terbuka. Dengan membuka pupil mata selebar lebarnya – kucing berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin informasi “lawan” yang dihadapinya.

Kucing yang marah akan menyempitkan matanya sehingga perhatiannya akan lebih focus dan lebih detil.

Sikap siap mendekat

Kucing yang jinak sekalipun akan membalas apabila merasa terancam atau karena terlalu banyak digoda. Secara alami kucing adalah predator yang dipicu oleh stimulus.

Kucing yang melihat benda bergerak ( bisa berupa tikus, mainan kucing ataupun tangan manusia) akan bergerak mengejarnya. Apabila objek yang dikejar itu adalah tangan, maka jalan paling bijaksana untuk menghentikannya adalah dengan diam. Sikap diam ini akan menghentikan naluri mengejar dari kucing.

Apabila melihat tanda tanda berikut: pupil yang membesar, ekor yang dikibas kibaskan ke arah bawah dan telinga yang diturunkan hingga rata dengan kepala, sesungguhnya kucing sedang mengancam lawannya untuk mundur.

Pada kondisi ini sebaiknya dihindarkan menatap kucing dan mengajak bermain.

Kode Suara

Kucing jarang sekali mengeong terhadap kucing lainnya namun terhadap manusia – kucing seringkali mengeong untuk mendapatkan perhatian.

Suara meong kucing merupakan alat untuk mendapatkan perhatian dan untuk mengekpresikan : salam, meminta makanan ataupun tuntutan yang lain.

Sangatlah penting bagi pemilik kucing untuk memahami perbedaan suara, misalnya dengan memahami berbagai suara kucing kita bisa memahami perbedaan apakah seekor kucing yang mengeong sedang minta makan ataukah sedang menangis minta tolong.

Beberapa kode suara kucing yang penting diketahui:

Mendengkur: merupakan sinyal untuk menyatakan rasa puas, namun bisa juga berarti tingkah laku mencari kenyamanan ketika baru sembuh dari sakit .

Kucing yang mengoceh dengan nada tinggi merupakan tanda pernyataan bersahabat.

Menggeram dan mendesis merupakan permintaan secara halus agar menjauh, setidaknya sampai si kucing menjadi tenang.

Caterwauling merupakan suara parau yang nyaring ( terutama pada kucing jantan yang belum dikebiri) yang muncul apabila kucing merasa terancam kucing lain. Suara ini juga umum pada kucing yang tuli.

Pada dasarnya setiap kucing mempunyai keunikan sendiri sendiri, jadi yang seharusnya paling memahami bahasa seekor kucing adalah pemilik kucing itu sendiri.

Bahasa Tubuh Kucing