Vaksinasi Kucing,Pertama dan Ulangan

Saya sering menerima pertanyaan dari para pemilik kucing tentang kapan kucingnya sebaiknya mulai divaksinasi? atau berapa kali serta kapan saja kucing harus divaksin sepanjang hidupnya?. Untuk mempermudah pemahaman atas pertanyaan tersebut – berikut hal hal yang penting diketahui pemilik kucing berkaitan dengan vaksin dan vaksinasi. Lanjutkan membaca “Vaksinasi Kucing,Pertama dan Ulangan”

Vaksinasi Kucing,Pertama dan Ulangan

Tidak Semua Kucing Boleh Di Vaksin

Adalah kenyataan yang harus kita terima bahwa sampai saat ini belum ada obat yang dipandang mumpuni mengobati penyakit yang ditimbulkan oleh virus dan cara yang paling ampuh untuk melindungi kucing dari penyakit karena virus adalah dengan memberikan perlindungan pada kucing dengan pemberian vaksin. Walaupun vaksinasi terbukti efektif melindungi kucing namun ada kalanya pada kondisi tertentu kucing justru tidak boleh disuntik vaksin. Lanjutkan membaca “Tidak Semua Kucing Boleh Di Vaksin”

Tidak Semua Kucing Boleh Di Vaksin

Vaksin Tidak Menjamin kucing Kita Tidak Akan Sakit

Hampir semua pemilik kucing pasti tahu atau setidaknya pernah mendengar perihal vaksinasi, beberapa menyebutnya sebagai “imunisasi”. Sepanjang yang saya tahu penggunaan kata imunisasi dipakai untuk “manusia” sedangkan vaksinasi lebih diterapkan untuk hewan, walaupun demikian keduanya mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk merangsang munculnya kekebalan dari dalam tubuh.

Walaupun bertujuan menimbulkan kekebalan, namun tidak berarti kucing yang sudah divaksin akan bebas dari segala penyakit selamanya.Reaksi vaksin dan tubuh adalah reaksi antigen dan antibodi, antigen adalah benda asing yang masuk ke dalam tubuh sedangkan antibodi adalah zat kebal yang diproduksi tubuh untuk melawan benda asing tersebut. Antigen bisa berupa bakteri,virus,jamur, dll. Vaksin merupakan antigen berupa bibit penyakit yang sudah dilemahkan sehingga tidak membahayakan tubuh namun cukup untuk merangsang munculnya antibodi. Lanjutkan membaca “Vaksin Tidak Menjamin kucing Kita Tidak Akan Sakit”

Vaksin Tidak Menjamin kucing Kita Tidak Akan Sakit

Amankah Vaksin Pada Kucing Hamil

Baru baru ini seorang teman bertanya, apakah akibatnya jika kucing yang sedang hamil diberi suntikan vaksin, apakah baik bagi si induk dan calon anaknya? atau malah sebaliknya?. Untuk pemberian vaksin yang pertama rasanya mustahil kucing dalam keadaan hamil, akan tetapi untuk vaksin ulangan yang diberikan setiap tahun ada kemungkinan kucing dalam keadaan hamil pada saat jadwal pemberian vaksin. Lanjutkan membaca “Amankah Vaksin Pada Kucing Hamil”

Amankah Vaksin Pada Kucing Hamil

Neonatal Isoerythrolysis Pada Kucing

Penyakit ini disebut juga hemolytic anemia, sesuai dengan namanya maka penyakit ini berkaitan dengan anak kucing yang baru lahir dan juga berkaitan dengan darah. Lebih tepatnya ini merupakan keadaan dimana anak kucing yang baru lahir (dan sedang menyusu induknya) mengalami anemia karena darahnya “dimakan” oleh antibodi (zat kebal) yang terdapat dalam air susu induknya.

Sebagaimana diketahui, kucing mempunyai tiga macam golongan darah: A,B dan AB. Apabila seekor kucing betina dengan golongan darah B kawin dengan kucing jantan dengan golongan darah A dan melahirkan anak kucing dengan golongan darah A maka anak kucing tersebut berpotensi terkena neonatal isoerythrolysis.

Secara alami, semua kucing dengan golongan darah B pada usia tiga sampai empat bulan akan memiliki antibodi (zat kebal) terhadap golongan darah A, walaupun kucing tersebut tidak pernah terpapar dengan golongan darah A sama sekali. Sehingga apabila kucing tersebut menyusui anaknya, maka kolustrumnya (air susu awal)juga akan mengandung antibodi terhadap golongan darah A. Akibatnya jika kucing betina dengan golongan darah B melahirkan anak dengan golongan darah A maka anak kucing akan mendapat antibodi tersebut ketika menyusu induknya, dengan kata lain darah anak kucing yang baru lahir akan “diserang” oleh antibodi yang didapat dari induk melalui air susunya.

Gejala yang nampak dari neonatal isoerythrolysis adalah anak kucing menjadi lemah , jaundice (biasa dikenal sebagai penyakit kuning)dan air kencingnya berwarna kemerahan (karena adanya hemoglobin dalam air kencingnya). Terkadang satu satunya gejala yang nampak adalah matinya jaringan di bagian ujung ekor kucing. Sayangnya ketika gejala mulai tampak, biasanya sudah terlambat untuk menyelamatkan nyawa si anak kucing tersebut. Anak kucing penderita neonatal isoerythrolysis akan mengalami kematian dalam waktu beberapa jam atau beberapa hari saja.

Apabila diketahui anak kucing yang baru lahir berpotensi menderita penyakit ini maka tindakan pertama dan paling utama adalah meyapih atau memisahkan sang anak dari induknya dengan tujuan supaya si anak kucing tidak minum air susu dari induknya yang mengandung antibodi terhadap golongan darah A.  Untuk mengganti darah yang hilang, secara teoritis anak kucing bisa mendapat transfusi darah dari induknya namun darah tersebut harus dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan antibodi yang ada, walaupun secara teknis dimungkinkan – akan tetapi cara ini tidaklah praktis diterapkan dan biasanya angka keberhasilannya sangat rendah. Apabila kucing betina induk tersebut melahirkan lagi (dengan jantan yang sama), maka anak anaknya harus langsung disapih begitu lahir.

Untuk mencegah penyakit ini terjadi, maka sebaiknya sebelum mengawinkan kucing diketahui dulu golongan darah. Adapun golongan darah B biasanya terdapat pada kucing jenis British Shorthair, Cornish Rex, Devon Rex, juga Persia,serta beberapa kucing ras lain . Sedangkan kucing lokal di Indonesia, sebagaimana dengan kucing siam kemungkinan besar (hampir 100%) memiliki golongan darah A. Artikel mengenai golongan darah bisa dilihat disini.

Neonatal Isoerythrolysis Pada Kucing