Mengamati Tanda Tanda Kucing Yang Merasa Sakit

Sangatlah menyenangkan apabila kita mempunyai ilmu seperti nabi sulaiman yang bisa berbicara dengan binatang (termasuk dengan kucing), namun sayangnya kita tidak mungkin memilikinya. Namun demikian jika kita jeli maka kitapun bisa “mendengar” keluhan kacing, terutama ketika merasa sakit.

Walaupun terkadang kita dibuat jengkel atau marah karena kucing kita bertingkah laku “tidak patut” misalnya menjadi agresif atau kencing sembarangan. Dari sudut pandang kucing, tingkah laku yang tidak patut seperti ini menunjukkan adanya hal hal yang tidak beres, karenanya memberi hukuman pada kucing tidak akan menyelesaikan masalah dan bahkan sering memperparah.

Perlu diketahui bahwa kucing sangatlah pandai menyembunyikan perasaannya ketika merasa sakit, dia akan berusaha sekuat mungkin untuk menyembunyikannya. Akan tetapi bagaimanapun juga kucing tetap akan memperlihatkan (walaupun sedikit) perubahan tingkah laku apabila dia merasakan sakit. Sangatlah penting bagi kita untuk sering mengamati tingkah laku kucing kucing kita dan cepat mengambil tindakan apabila dirasa ada yang tidak normal.

Karena sifat dan karakter kucing berbeda untuk setiap individu maka pemilik kucing seharusnya adalah orang yang paling paham apabila kucingnya menunjukkan hal hal yang tidak normal.

Sebagai panduan umum,beberapa perubahan tingkah laku dibawah ini bisa menjadi indikator bahwa kucing merasa sakit:

  • Kucing yang biasanya lincah tiba tiba menjadi lebih pendiam,tidak mau bermain main dan menjadi suka bersembunyi
  • Walaupun kucing menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur namun jika kucing menjadi lebih banyak tidur dibanding biasanya (terutama pada tempat yang sama)merupakan salah satu indikasi adanya hal yang tidak beres pada tubuh kucing.
  • Menjadi lebih sulit atau cenderung menghindar ketika dipegang
  • Sikapnya menjadi lebih agresif dibanding biasanya
  • Menjadi malas beraktifitas misalnya kucing yang biasanya suka meloncat dan naik turun furniture dirumah tiba tiba menjadi tidak suka melakukannya.
  • Ketika beristirahat atau berjalan nampak kaku
  • Suka meringkuk dengan mata yang terpejam
  • Kurang berinteraksi dengan pemilik
  • Nafsu makan dan minum menjadi turun
  • Sering nampak ketakutan
  • Rambut tampak lebih kusam atau kumal.
  • Terdengar merintih atau mengeong ketika menggunakan toilet
  • Grooming atau menjilati rambutnya secara berlebihan

Apabila mengamati ada hal hal yang tidak normal atau tidak wajar pada kucing kita, usahakan segera berkonsultasi dengan dokter hewan – karena bisa jadi hal hal tersebut merupakan indikasi gangguan kesehatan pada tubuh kucing dan lebih awal tertangani akan lebih baik bagi si kucing.

Mengamati Tanda Tanda Kucing Yang Merasa Sakit

Rabies Pada Kucing

Penyakit rabies atau juga dikenal sebagai penyakit anjing gila merupakan salah satu penyakit zoonosis (menular dari hewan ke manusia) yang paling terkenal di Indonesia. Di Indonesia kasus rabies tercatat pertama kali ditemukan pada tahun 1884 pada kuda di Jakarta oleh Schoorl.

Menurut data dari Kementerian kesehatan Republik Indonesia (2014) dari 34 propinsi di Indonesia hanya 10 propinsi yang dinyatakan bebas rabies yaitu: Bangka Belitung, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Papua Barat, Papua dan Kalimantan Barat.Secara global saat ini 150 negara telah terjangkit rabies dengan jumlah korban meninggal tidak kurang dari 55.000 per tahun. Bersama 9 negara ASEAN lainnya Indonesia telah mendeklarasikan program ASEAN akan bebas rabies pada tahun 2020.

Penyakit rabies sendiri disebabkan oleh lyssavirus yang menyebabkan radang otak (encephalomyelitis) pada mamalia berdarah panas (termasuk manusia) dan terutama pada kera, anjing, musang, anjing liar dan kucing. Di Indonesia sebagian besar (98%)penularan rabies ke manusia terjadi melalui gigitan anjing.

Penularan rabies terjadi ketika virus yang terdapat pada air liur hewan penderita masuk melalui gigitan, walaupun jarang terjadi namun penularan bisa juga terjadi apabila terdapat luka segar yang terpapar air liur penderita rabies.Masa inkubasi ( waktu antara virus masuk sampai dengan timbul gejala) bervariasi antara 2 minggu sampai 2 tahun, pada anjing rata rata masa inkubasi 3 – 8 minggu. Variasi masa inkubasi ini dipengaruhi oleh letak gigitan (semakin dekat otak semakin cepat), kedalaman luka gigitan, jenis dan jumlah virus yang masuk.

Adapun gejala gejala penderita rabies pada manusia adalah: demam, mual, rasa nyeri di tenggorokan (sehingga takut untuk minum), gelisah, takut air (hidrofobia), takut cahaya (fotofobia) dan keluar air liur secara berlebihan (hipersalivasi).

Sedangkan gejala penderita rabies pada anjing (atau kucing) biasanya : perubahan perilaku secara tiba tiba ( menjadi tidak kenal pemiliknya atau tidak mau menurut perintah pemiliknya),mudah marah dan menyerang benda bergerak disekitarnya, takut cahaya ( suka sembunyi di kolong), nampak gelisah, suka mengunyah benda benda disekitarnya, kelumpuhan tenggorokan, kelumpuhan kaki belakang dan dalam waktu 10 – 14 hari anjing akan mati.

Pada setiap kejadian gigitan hewan penular rabies (kera,anjing,kucing,musang) pada manusia penting untuk melakukan tindakan pertolongan pertama berupa : mencuci luka bekas gigitan atau jilatan dengan deterjen atau membasuh dengan air mengalir selama 10-15 menit, beri laritan antiseptik seperti betadine, alkohol 70% atau sejenisnya, segera bawa ke puskesmas atau rumah sakit untuk pertolongan selanjutnya.

Sampai saat ini belum ada obat untuk hewan penderita rabies dan pengendalian rabies terutama dilakukan dengan pemberian vaksinasi. Selain vaksinasi sangatlah penting untuk memelihara hewan dengan baik dan bertanggung jawab. Apabila menjumpai hewan dengan gejala rabies disekitar kita, segeralah melaporkan ke Dinas Peternakan atau Puskeswan ( Pusat Kesehatan Hewan) terdekat.

 

Rabies Pada Kucing

Kucing Galak Terhadap Orang

Pernahkah melihat kucing yang galak dan menyerang pemiliknya? Walaupun kebanyakan kucing mempunyai sifat jinak terutama kepada pemiliknya akan tetapi terkadang ada kucing yang pemarah dan agresif bahkan sampai menyerang dan menggigit secara tiba tiba walaupun tanpa adanya provokasi dari sang pemilik. Para ahli tingkah laku hewan menggolongkan sifat agresif kucing terhadap manusia ini kedalam tiga golongan : agresif predator (Predatory Aggression), agresif tidak langsung (indirect aggression) dan agresif dominan (dominant/territorial aggression).  

Sifat agresif predator (predatory aggression) terjadi ketika kucing yang diam di tempat tersembunyi (misalnya dibawah meja atau kursi) tiba tiba menyerang orang yang kebetulan melintas didekatnya. Kucing seperti ini biasanya tidak memperoleh waktu bersosialisasi yang cukup dengan saudara kandungnya sehingga tidak mempunyai cukup waktu untuk membiasakan diri mengendalikan sifat atau perilaku menggigit nya. Pada keadaan seperti ini, pemilik kucing bisa menghindari dengan cara membuat suara yang cukup keras ketika mendekati kucing tersebut, bisa juga dengan menyemprotkan air (misalnya pistol air mainan) setiap kucing akan menyerang. Akan lebih baik jika kucing seperti ini diberi mainan yang bergerak gerak seperti bola atau kertas yang digantung pada seutas tali untuk melampiaskan keinginan menggigit nya.

Tipe yang kedua adalah Agresif tidak langsung (indirect aggression), kucing yang menunjukkan sifat ini sebenarnya sedang merasa kesal atau kecewa terhadap suatu hal dan melampiaskannya kepada orang yang kebetulan berada didekatnya, misalnya kucing yang sedang marah terhadap kucing lain yang berada diluar rumah dan nampak dari jendela bisa tiba tiba menyerang orang yang ada didekatnya.

Bentuk ketiga adalah Agresif dominan (dominant/territorial aggression), kucing yang mempunyai sifat agresif tipe ini biasanya  suka menggigit ketika pemiliknya mengelus punggung atau ekornya tapi jarang sekali sampai mencakar. Kucing yang mempunyai sifat seperti ini bisa dilatih untuk berperilaku lebih baik dengan sepanjang pemilik bisa menunjukkan dominasinya terhadap si kucing. Apabila kucing ini melompat ke pangkuan pemilik dan kemudian menggigit nya maka tepuklah kucing tersebut beberapa kali lalu berdiri dan paksa kucing tersebut untuk turun dari pangkuan. Hindari (tolak) ketika kucing ini ingin menggosok gosokkan dagunya atau ekornya ke kaki pemilik dan tinggalkan

Dengan latihan yang konsisten sifat agresif kucing bisa dihilangkan atau paling tidak dihambat. Dari beberapa jenis kucing, kucing persia biasanya lebih tidak agresif dibanding kucing jenis lainnya.Jika anda memiliki pengalaman dengan kucing yang galak, silahkan bagikan dengan menulis komentar disini.

Kucing Galak Terhadap Orang

Pertemanan Dalam Dunia Kucing

Keluarga kami memiliki tujuh ekor kucing dirumah dan salah satunya adalah seekor kucing jantan berekor panjang yang kami beri nama siwo.Terhadap kucing kucing lainnya, siwo ini tidak pernah bersikap agresif dan bahkan kadang kadang siwo ini juga  bermain main dengan kucing lainnya seperti saling kejar kejaran atau bergumulan.Walaupun demikian pada saat diberi pakan kucing siwo ini tidak pernah mau berdesakan bersama keenam kucing lainnya dan lebih memilih berdiam diri menonton dari kejauhan sampai saat mangkuk nya diisi pakan dan itupun harus diletakkan pada tempat yang berjauhan dari mangkuk tempat pakan keenam kucing lainnya.

Saling menjilat dan saling mengendus merupakan salah satu indikator kedekatan hubungan antar kucing
Saling menjilat dan saling mengendus merupakan salah satu indikator kedekatan hubungan antar kucing

Barangkali mereka yang memiliki beberapa kucing dalam satu rumah juga pernah melihat atau mengalami keadaan serupa dimana beberapa kucing yang tinggal serumah  tidak nampak bermusuhan (tidak pernah berkelahi) namun ketika saat makan bersama sama mereka tidak mau saling berdekatan dan bahkan tidak mau makan ketika dipaksakan berdekatan. Untuk memahami perilaku kucing seperti ini kita harus kembali ingat watak biologis kucing sebagai karnivora yang hidup soliter (tidak berkelompok)

Sebagai pemburu yang soliter,seekor kucing tidak tergantung pada kucing lain untuk mendapatkan makanan sehingga tidak diperlukan adanya hierarki dalam kelompok, demikian juga sifat agresif dan sifat tunduk juga tidak menonjol dalam sistem sosial kucing. Kucing memiliki sifat penguasaan teritorial (kewilayahan) dan melakukan penandaan batas wilayah dengan beberapa cara seperti menandai dengan bau atau juga dengan cakaran pada tempat yang dianggap sebagai batas wilayah. Pertengkaran mungkin terjadi apabila ada penyusup dari kelompok lain masuk, namun apabila terdapat makanan yang cukup dalam wilayah tersebut seringkali kucing dari kelompok lain juga dibiarkan masuk. Hubungan antar kelompok kucing tersebut sebatas bersosialisasi dan apabila beberapa kucing makan bersama hal itu lebih bersifat sebagai sikap toleransi ketimbang sikap bekerjasama.

Jarang sekali kucing mau duduk berdekatan atau bergaul dengan kucing lain kecuali dengan yang dianggap satu kelompok yang sama. Dalam satu rumah yang memiliki lebih dari satu kucing,hubungan antar kucing bersifat dinamis naik dan turun (dalam beberapa kesempatan mereka terlihat sangat akrab, namun pada kesempatan lain mereka nampak tidak mau berdekatan).Tingkat kedekatan antar kucing bisa dilihat dari seberapa sering mereka saling bergumul dan saling mengendus.Yawning (menguap) dan saling mengedipkan mata juga merupakan satu indikator seberapa dekat hubungan antar kucing.

Karena merasa tidak berada dalam kelompok sosial yang sama ,bisa terjadi beberapa kucing yang tinggal dalam satu rumah yang sama saling menjaga jarak dan walaupun mereka tidak bermusuhan (tidak berkelahi) namun juga tidak saling berdekatan misalnya tidak pernah (jarang) saling mengendus dan bergumul atau tidak mau makan di tempat yang berdekatan.

 

Pertemanan Dalam Dunia Kucing

Nesting (Bersarang) Pada Kucing Menjelang Melahirkan

Beberapa mamalia (termasuk manusia dan kucing) biasanya menunjukkan gejala bersarang (nesting) beberapa hari menjelang melahirkan. Pada akhir masa kehamilannya kucing secara naluriah akan mulai bersarang dan berusaha mencari tempat yang gelap, tenang dan nyaman untuk melahirkan dan membesarkan anak anaknya. Lanjutkan membaca “Nesting (Bersarang) Pada Kucing Menjelang Melahirkan”

Nesting (Bersarang) Pada Kucing Menjelang Melahirkan