Kucing Tidak Pernah Menstruasi

Berbeda dengan manusia yang mengalami menstruasi secara rutin, maka adanya cairan (selain air kencing) pada alat kelamin kucing betina adalah hal yang tidak normal dan perlu ditindak lanjuti dengan segera.

Kucing betina akan mulai mendapatkan siklus estrus (seringkali disebut sebagai birahi) ketika mulai masuk usia dewasa kelamin. Biasanya kucing betina mulai dewasa kelamin pada usia 6 bulan, namun hal ini bervariasi tergantung beberapa faktor seperti ras (jenis) kucing, nutrisi, kondisi kesehatan, dll. 

Di negara tropis seperti Indonesia, dimana matahari muncul setiap hari sepanjang tahun maka siklus estrus pada seekor kucing betina juga akan terjadi berulang sepanjang tahun. Setiap kali estrus akan berlangsung sekitar 4-7 hari. Apabila dalam periode estrus ini tidak terjadi pembuahan (perkawinan) maka birahi akan berhenti sementara selama 2 – 3 minggu dan kemudian akan berulang lagi.

Gejala atau tanda tanda birahi yang mudah diamati antara lain: kucing menjadi lebih manja dan suka menggosok gosokkan badannya pada tubuh pemiliknya, menjadi suka berguling guling di lantai dan jika punggunnya diusap maka dia akan mengangkat bagian belakang tubuhnya (jawa: njentit). Selain perubahan tingkah laku tersebut, betina yang sedang birahi juga mungkin berubah suaranya dan menjadi lebih “berisik” yang seringkali terdengar mengganggu.

Hal lain yang mungkin juga mengganggu dari seekor kucing betina yang birahi adalah “marking”, di mana si betina biasanya “kencing” sembarangan. Sebenaranya dia tidak sedang kencing namun sedang menandai objek objek vertikal (misalnya dinding, kaki furniture) dengan cairan yang mengandung feromon dan hormon untuk mengundang pejantan datang.

Berbeda dengan manusia pada kucing betina tidak dikenal adanya menstruasi, hal ini disebabkan karena sel telur dari kucing betina hanya dilepaskan apabila terjadi kopulasi  atau perkawinan dengan kucing jantan (induce ovulatory). Kucing betina yang terlihat mengeluarkan leleran ataupun darah haruslah dianggap sebagai hal yang tidak wajar dan sebaiknya dikonsultasikan pada dokter hewan terdekat.

Lendir atau darah yang keluar dari kelamin kucing betina dimungkinkan muncul karena beberapa hal, diantaranya:

  • Luka pada alat kelamin.
  • Infeksi pada alat kelamin betina.
  • Gangguan saluran perkencingan.
  • Adanya sel tidak normal pada alat kelamin betina.
  • Pada induk yang baru melahirkan dimungkinkan adanya plasenta yang tertinggal.
  • Pada kucing yang sedang hamil bisa karena adanya janin yang mati dalam kandungan.
  • Adanya benda asing yang masuk kedalam kelamin betina.

Pengobatan terhadap kucing yang menunjukkan gejala mengeluarkan leleran dari kelaminnya ditentukan berdasar kemungkinan penyebabnya, biasanya pasien seperti ini bisa diobati dengan metode rawat jalan (tidak perlu menginap).

Jika ditangani segera, besar kemungkinan kucing penderita akan dapat disembuhkan.

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Kucing Tidak Pernah Menstruasi

Silahkan tinggalkan komentar disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.