Abses Pada Dada Kucing

Salah satu kasus yang banyak dikeluhkan pemilik kucing adalah abses yang bisa muncul di berbagai tempat misalnya pada bagian dada. Pemilik kucing biasanya mengeluhkan adanya benjolan pada dada kucingnya dan secara kebetulan kucingnya juga nampak lesu serta tidak mau makan serta badannya terasa panas seperti demam.

Benjolan yang dimaksud pemilik kucing diatas merupakan abses atau peradangan yang terjadi dibawah kulit dan kebetulan letaknya pada kulit bagian dada. Abses ini biasanya terjadi karena kucing berkelahi (digigit atau dicakar lawan) atau tertusuk benda tajam (misal kawat berduri).

Seperti diketahui kuku dan gigi kucing mempunyai bentuk yang lancip serta tajam, jika anda pernah digigit kucing mungkin pernah merasakan bagaimana bagian yang tergigit pada awalnya tidak terlalu sakit namun setelah beberapa jam akan terasa ngilu, ini terjadi karena pada kuku atau gigi kucing terdapat ribuan kuman yang akan berpindah tempat ketika terjadi gigitan atau cakaran.

Sebenarnya proses pembengkakan pada kejadian abses bukanlah terjadi tiba tiba, pada kebanyakan kasus kejadian berawal ketika kucing tertusuk kuku atau digigit kucing lain. Seperti kita ketahui kuku dan gigi kucing sangatlah tajam dan mengandung banyak bakteri didalamnya. Akibat dari tusukan kuku atau gigi tersebut, bakteri yang ada padanya ikut masuk menembus kulit dan tertinggal dibawah kulit. Karena lobang tusukan atau gugitan sangat kecil, maka biasanya tidak nampak pemilik kucing.

Bakteri yang tertinggal didalam kulit tadi merangsang munculnya reaksi peradangan yaitu reaksi dari tubuh kucing untuk melawan bakteri tersebut. Proses ini bertujuan untuk melokalisir dan mengeluarkan kuman yang masuk dan juga memperbaiki jaringan yang rusak. Proses peradangan ini terjadi dengan menambah permeabilitas pembuluh darah yang menyebabkan perpindahan cairan dan protein serta sel darah putih dari sirkulasi darah ke tempat dimana terjadi proses peradangan. Akibat dari proses ini maka daerah peradangan nampak membesar (dibanding normal) dan sering disebut sebagai membengkak.

Proses peradangan diatas merupakan proses alami yang tujuannya sebenarnya baik yaitu untuk pertahanan tubuh, namun sayangnya proses ini menimbulkan efek negatif pada tubuh yaitu rasa sakit dan juga naiknya suhu tubuh. Akibat dari proses ini kucing menjadi nampak lebih pendiam, kehilangan nafsu makan dan juga muncul demam atau naiknya suhu badan.

Ketika proses peradangan selesai maka akan tersisa jaringan yang rusak dan sel sel darah yang mati setelah “pertempuran” dengan agen infeksi, sisa jaringan dan darah putih ini biasa kita kenal sebagai nanah.

Terhadap para pemilik kucing yang kucingnya mengalami abses namun belum terbuka (masih berupa benjolan kulit) biasanya saya sarankan untuk mengompress benjolan dengan air hangat yang bertujuan untuk mempercepat proses peradangan sampai kulitnya terbuka dan mengeluarjan nanah. Jika sudah keluar nanah dan menjadi luka terbuka saya sarankan untuk membersihkan luka tersebut dengan larutan antiseptik atau dengan menggunakan larutan garam fisiologis (infus NaCl). Proses ini dilakukan secara telaten dan rutin selama beberapa hari sehingga jaringan yang rusak bisa terlepas semua dan muncul jaringan baru yang sehat. Untuk menghambat munculnya infeksi sekunder maka kucing perlu diberi antibiotika , tentu saja setelah melihat berat badan kucingnya serta menghitung dosisnya.

Perawatan terhadap kucing yang mengalami abses membutuhkan waktu beberapa hari atau minggu (tergantung berat ringannya kasus) dan pada dasarnya bisa dilakukan sendiri oleh pemilik kucing sepanjang kucingnya masih mau makan dan minum namun sangat saya sarankan untuk terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter hewan terdekat.

 

 

 

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Abses Pada Dada Kucing

2 pemikiran pada “Abses Pada Dada Kucing

Silahkan tinggalkan komentar disini