Perubahan Tingkah Laku Pada Kucing Yang Merasa Sakit

Perubahan tingkah laku adalah indikator utama yang menunjukkan seekor kucing sedang merasa sakit, sayangnya perubahan tingkah laku ini seringkali tidak nampak (atau terabaikan) karena kucing secara alami akan berusaha untuk sedapat mungkin menyembunyikan rasa sakitnya. Kecenderungan untuk menyembunyikan rasa sakit merupakan warisan genetis dari nenek moyang kucing karena menampakkan gejala sakit bisa membuat kucing akan nampak lemah dihadapan musuhnya.

Karena kucing tidak bisa berbicara dengan kita (manusia) dan tentu saja tidak bisa menyatakan rasa sakitnya maka kita hanya bisa menduga duga apa yang dirasakan kucing berdasarkan tingkah lakunya. Orang yang diharapkan paling paham tingkah laku kucingnya adalah pemilik kucing itu sendiri. Informasi awal dari pemilik kucing perihal perubahan atau tingkah laku kucing yang tidak seperti biasanya sangat diperlukan dokter hewan ketika memeriksa seekor kucing.

Sangatlah penting bagi seorang pemilik kucing untuk mengenali dan memahai tingkah laku dan kebiasaan masing masing kucingnya. Sedikit perubahan pada tingkah laku atau kebiasaan kucing merupakan salah satu indikator bahwa ada yang tidak normal dengan kucing tersebut.

Beberapa hal dibawah bisa menjadi indikator adanya ketidak beresan pada tubuh seekor kucing:

  • Berkurangnya nafsu makan
  • Suka bersembunyi
  • Menjadi malas bergerak,memanjat atau melompat
  • Menjadi tidak suka bermain atau beraktifitas lainnya
  • Kesulitan untuk bangun,berdiri aatau berjalan
  • Malas grooming
  • Adanya perubahan kebiasaan buang air kecil maupun besar
  • Suka memicingkan matanya
  • Tidur dengan posisi membungkuk dan tidak melingkar
  • Mengerang jika tubuhnya disentuh
  • Tiba tiba menjadi lebih galak dari biasanya

Jika mengamati salah satu atau beberapa gejala tersebut diatas, konsultasikan dengan dokter hewan yang biasa menangani kucing tersebut. Berdasar latar belakang pangamatan pemilik dan gejala klinis yang ditunjukkan dokter hewan akan membuat rencana terapi dan hal ini bisa berupa terapi medis dengan obat obatan, terapi fisik ataupun saran untuk merubah atau menyesuaikan lingkungan si kucing tersebut.

Pada dasarnya, rasa sakit yang diderita seekor kucing bisa digolongkan atas beberapa kelompok:

  • Sakit yang bersifat kronis : Rasa sakit yang berlangsung lama (berbulan bulan) misalnya pada kucing yang menderita radang sendi.
  • Sakit yang bersifat akut : Rasa sakit yang muncul tiba tiba dan biasanya tidak berlangsung lama, ini merupakan rasa sakit yang normal muncul pada kondisi pasca operasi, terluka atau karena penyakit yang munculnya mendadak.
  • Sakit yang bersifat persisten: Rasa sakit yang terjadi karena penyakit yang tidak bisa diobati. Terapi sakit jenis ini bukan lagi ditujukan untuk menyembuhkan penyakitnya namun lebih ditujukan untuk mengurang penderitaan si kucing dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Agar supaya terapi yang diberikan menjadi efektif, pemilik kucing perlu memberikan informasi perkembangan kucingnya kepada dokter hewan yang menanganinya sehingga dapat dilakukan penyesuaian jika diperlukan.

 

 

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Perubahan Tingkah Laku Pada Kucing Yang Merasa Sakit

Silahkan tinggalkan komentar disini