Memelihara Kucing Tidak Cukup Hanya Dengan Memberi Makan dan Minum

Bukan hal yang tidak mungkin, jika seekor kucing yang ketika masih anakan nampak lucu dan menggemaskan berubah menjadi kucing yang tingkah lakunya menjengkelkan ketika dia beranjak dewasa , bahkan bisa sampai membuat pemilik berkeputusan untuk membuang kucing tersebut. Problem yang berkaitan dengan tingkah laku seringkali muncul akibat tidak atau kurang terpenuhinya kebutuhan lingkungan si kucing. Terdapat hal hal yang harus kita sediakan untuk menjamin kucing supaya tetap bisa mengekspresikan sifat alami yang dimilikinya.

Kebutuhan lingkungan kucing bukan hanya hal hal yang bersifat fisik disekitarnya, namun juga hal hal yang bersifat non fisik seperti interaksi dengan pemilik atau dengan hewan lain disekitarnya.Kebanyakan kucing tidak menunjukkan gejala yang jelas ketika mengalami stres,merasa sakit ataupun nyeri – sehingga pemilik tidak cepat mengetahui adanya ketidak beresan dengan kucingnya. Dengan sikap proaktif dan dengan menyediakan kebutuhan lingkungan dasar bagi kucing kita bisa menghindarkan kucing dari stress dan problem lingkungan lainnya yang bisa berkembang menjadi problem kesehatan.

Kucing yang kita kenal sekarang ini merupakan keturunan dari kucing hutan Afrika (felis lybica), dan walaupun sudah berevolusi ribuan tahun namun masih tetap memiliki banyak kesamaan dengan nenek moyangnya. Beberapa sifat dasar kucing yang masih tetap sama setelah ribuan tahun diantaranya:

1. Kucing merupakan binatang pemburu soliter yang suka berkelana menjelajahi lingkungannya untuk mendapatkan kesempatan berburu. Kucing juga harus melindungi dirinya dari segala sesuatu yang bersifat “ancaman” baginya dan hal ini bisa berupa lingkungan atau mahluk hidup lain yang tidak dikenalnya.

2. Sebagai binatang teritorial, kucing akan merasa terancam jika wilahnya diganggu – baik oleh hewan lain maupun oleh manusia.

3. Kucing akan menggunakan bau,postur tubuh atau sikap dan vokalisasi suara untuk mengekspresikan sikap tidak senangnya.

4. Karena kucing memiliki pendengaran dan penciuman yang jauh lebih baik dari manusia, bisa saja kucing merasa stress terhadap adanya bau atau suara yang tidak disukainya – walaupun manusia tidak menyadari adanya bau atau suara tersebut.

5. Walaupun merupakan binatang sosial, namun struktrur sosial kucing berbeda dengan pada manusia. Kucing bisa hidup  nyaman sendirian atau dengan kucing lain (biasanya saudara kandungnya)

Dengan sifat dasar kucing seperti disebut diatas, maka konsekuensinya kita harus meyediakan beberapa kebutuhan dasar bagi kucing:

1.Menyediakan tempat yang aman : Setiap kucing memerlukan tempat pribadi yang aman dan nyaman, tempat dimana dia bisa beristirahat dan dan berlindung jika ada bahaya mengancam. Biasanya kucing merasa nyaman dengan tempat yang relatif “sempit” dan hanya cukup untuk dirinya sendiri. Tempat ini bisa berupa kardus bekas, cat condo (rumah kucing),dll. Biasanya masing masing kucing mempunyai tempat sendiri dan terpisah satu sama lain.

2.Menyediakan perlengkapan kucing secara terpisah: Perlengkapan dasar kucing seperti tempat makan,minum, tempat tidur,toilet, dll harus disediakan terpisah untuk masing masing kucing. Pemisahan ini berguna untuk menghindari penguasaan oleh salah satu kucing sehingga ada kucing yang tidak bisa mendapatkannya. Pemisahan ini juga untuk menghindarkan konflik yang bisa memicu stress pada kucing (terutama kucing yang kalah dominan).

3. Menyediakan kesempatan untuk kucing bermain sebagai predator: Walaupun sudah berevolusi selama ribuan tahun namun kucing rumahan saat ini masih tetap memiliki gen pemburu seperti nenek moyangnya yang hidup di hutan. Hal ini yang menyebabkan kucing rumahan (terutama kucing anakan) sering nampak bermain kejar kejaran dengan kucing lain yang merupakan simulasi dari aktivitas berburu di alam bebas. Adalah penting bagi pemilik untuk menyediakan “alat permainan” untuk memfasilitasi aktivitas ini, alat permainan ini bisa berupa mainan kucing yang dijual di toko toko hewan kesayangan ataupun alat sederhana seperti kertas yang diberi tali benang dan bisa digerak gerakkan.

4. Membuat hubungan yang positif dan konsisten antara manusia dengan kucing: Setiap kucing mempunyai preferensi sendiri tentang bagaimana dia berinteraksi dengan manusia, sehingga cara berinteraksi (misal: menggendong, mengelus,dll) berbeda beda untuk setiap kucing. Hindarkan memaksakan interaksi kucing dengan orang yang baru dikenalnya dan usahakan agar si kucing yang memulai interaksi sehingga diketahui cara yang dia sukai.

5. Menyediakan lingkungan yang menghargai kemampuan penciuman kucing: Kucing menggunakan bau dan penciuman untuk mengevaluasi lingkungannya, ketika seekor kucing menggosok gosokkan wajah atau badanya ke suatu benda sebenarnya dia sedang mengolesi benda tersebut dengan bau khasnya (berbeda setiap kucing). Penandaan dengan bau merupakan cara kucing untuk membuat pagar virtual atas wilayahnya. Kucing yang tidak berkesempatan membuat pagar virtual seperti ini cenderung untuk memiliki problem tingkah laku seperti buang air atau mencakar cakar secara sembarangan.

Menyediakan kebutuhan lingkungan bagi kucing merupakan hal mendasar yang diperlukan agar supaya kucing kita dapat tumbuh dengan baik, banyak masalah yang berkaitan dengan tingkah laku seperti: buang air sembarangan, suka mencakar perabot rumah tangga, sifat yang galak dan sebagainya disebabkan oleh hal hal seperti:

  • Pemilik tidak menyediakan kebutuhan dasar kucing
  • Pemilik kurang peduli dengan hubungan sosial kucing dengan manusia maupun dengan kucing lain.
  • Problem kesehatan yang tidak nampak.

Jika pemilik kucing merasa atau mengamati adanya ketidak normalan tingkah laku kucingnya maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter hewan yang biasa menangani kucingnya untuk berdiskusi mencari solusi terbaik maupun untuk mendapat penanganan medis jika ketidaknormalan tersebut disebabkan oleh persoalan medis yang tersembunyi.

 

 

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Memelihara Kucing Tidak Cukup Hanya Dengan Memberi Makan dan Minum

6 pemikiran pada “Memelihara Kucing Tidak Cukup Hanya Dengan Memberi Makan dan Minum

  1. Dewi berkata:

    Terima kasih pak atas tulisan2nya. Saya baru nemu blog ini dan sangat membantu sbb saya baru mulai memelihara kucing.
    Mau nanya pak… Sy punya induk kucing (lokal) yg sedang hamil dan perkiraan akan melahirkan akhir november nanti. Pak, apabila sy memelihara induk dan anak2nya nanti, apakah seluruh perlengkapan kebutuhan kucing jg harus dipisah? Sebagaimana yg tertulis di poin nomor 2 di atas: tempat makan, minum, tempat tidur, serta toilet.
    Terima kasih sebelumnya. Salam sesama alumni ugm (sy dari fk).

  2. wahyu berkata:

    Thanks jwbannya pak. Memang ini kucing saya yg bodynya plg besar. Kyk monster deh. Saya memang ada rencana kastrasi, tp bukan yg ini. Kyknya sayang kalo peaknose dikastrasi pak. Ha3
    Salam kenal, saya jg alumni UGM, tp dr fak teknik.

  3. Mungkin yang dimaksud pak Wahyu adalah “marking” yaitu menandai wilayah dengan “parfum” khusus yang dikeluarkan seperti kencing. Kucing yang begini biasanya kucing yang paling dominan di wilayahnya. Sebenarnya kastrasi bisa mencegah perilaku ini, namun jika sudah terlajur sering paling tidak bisa mengurangi.

  4. wahyu berkata:

    Nanya pak. Saya punya kucing kesayangan. Kucing jantan jenis peaknose. Umur 2 th. Makanan royal canin, vitamin nutriplus. Sdh vaksin+obat cacing. Secara umum sehat. Dokter hewan yg meriksa jg bilang sehat. Sering saya gendong2. Cuman ni kucing hobi kencing sembarangan. Smentara 2 kucing jantan saya lainnya tertib di litter box kalo kencing. Kira2 krn apa ya pak? Bgmana solusinya ya?
    Terimakasih

Silahkan tinggalkan komentar disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.