Vaksinasi Kucing,Pertama dan Ulangan

Saya sering menerima pertanyaan dari para pemilik kucing tentang kapan kucingnya sebaiknya mulai divaksinasi? atau berapa kali serta kapan saja kucing harus divaksin sepanjang hidupnya?. Untuk mempermudah pemahaman atas pertanyaan tersebut – berikut hal hal yang penting diketahui pemilik kucing berkaitan dengan vaksin dan vaksinasi.

Macam penyakit yang bisa dicegah dengan vaksinasi: Sebagaimana pada mahluk hidup lainnya, penyakit pada kucing sangatlah banyak jumlahnya – namun belum semua penyakit tersebut bisa diproteksi atau dicegah dengan vaksin secara efektif. Di banyak negara (termasuk Indonesia) dikenal istilah core vaccine atau vaksin utama yang harus diberikan pada semua kucing, yaitu : vaksinasi terhadap Feline Panleukopenia, Rhinotracheitis dan Calicivirus. Sehingga tulisan ini akan fokus pada ketiga penyakit tersebut.

Maternal Derived Antibodi (Kekebalan Yang Diturunkan dari Induk): Semua anak kucing terlahir dengan membawa sejumlah zat kebal (antibodi) yang diperoleh dari induknya. Macam dan titer (kadar) antibodi yang dimiliki seekor anak kucing bervariasi satu sama lain. Antibodi ini berfungsi melawan agen infeksi yang masuk ketubuh anak kucing sehingga pada awal awal kehidupannya terlindungi dari kemungkinan infeksi penyakit menular. Antibodi yang didapat dari induk ini akan terus menurun titer (kadar) nya dan akan habis dalam beberapa minggu, menurut panduan dari WSAVA (The World Small Animal Veterinary Association) kadar antibodi dari induk akan melemah pada minggu ke 8-12 dan ini berarti pada usia tersebut anak kucing tidak cukup memiliki perlindungan terhadap infeksi penyakit menular dan karenanya harus dimunculkan kembali kekebalannya dengan cara pemberian vaksinasi.

Vaksinasi Primer dan Booster: Vaksinasi primer merupakan vaksinasi pertama yang diberikan pada seekor kucing, vaksinasi diharapkan akan merangsang timbulnya zat kebal (antibodi) dalam tubuh kucing. Seperti juga kekebalan yang diturunkan dari induk, kekebalan yang dihasilkan dari vaksinasi juga akan melemah seiring dengan waktu. Supaya kekebalan terus ada dalam kadar (titer) yang cukup, maka perlu diberikan vaksinasi ulang yang biasa disebut sebagai vaksinasi booster (penguat).

Jadwal pemberian vaksinasi primer: Menurut panduan dari AAFP, untuk kucing yang umurnya dibawah 16 minggu – vaksin bisa diberikan sejak usia 6 minggu dan diulang setiap 3-4 minggu sampai si kucing berusia 16 – 20 minggu. Jika kucing mendapat vaksinasi primer setelah usia 16 minggu maka vaksinasi primer dilakukan 2 kali dengan selang waktu 4 minggu.

Jadwal pemberian vaksinasi booster: Vaksin ulangan pertama kali satu tahun setelah vaksinasi primer yang terakhir dan kemudian diulang lagi setiap tiga tahun sekali dan ini dilakukan sepanjang umur kucing tersebut.

Sayangnya harga vaksin utama (core) untuk kucing masih relatif mahal, sehingga memberikan vaksin sesuai jadwal diatas mungkin terasa berat buat sebagian  pemilik kucing sehingga walaupun tidak ideal betul namun saya sering memberikan saran untuk memberikan vaksin primer sebanyak 2 kali (selang 4 minggu) sebelum kucing berumur 16 minggu dan setelahnya mengikuti jadwal vaksinasi booster seperti diatas.

Jika sangat terpaksa, setidaknya saya menganjurkan seekor kucing untuk menerima satu kali vaksinasi primer sebelum usia 18 minggu. Hal ini memang tidak ideal namun lebih baik dari pada tidak sama sekali.

 

 

 

 

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Vaksinasi Kucing,Pertama dan Ulangan

6 pemikiran pada “Vaksinasi Kucing,Pertama dan Ulangan

  1. Dewi berkata:

    Selamat pagi pak. Maaf mau melanjutkan pertanyaan kemarin.

    Saya pernah baca bahwa kucing betina bisa mengalami estrus lagi segera setelah melahirkan. Sedangkan kucing tsb sebaiknya disteril sekitar 2 bulan setelah melahirkan. Jadi sy khawatir kucing sy tsb birahi lagi sebelum sempat sy sterilkan.

    Oh iya pak… Saya pernah baca bahwa suntik kb jg bisa dipakai untuk mencegah kehamilan pada kucing namun tidak disarankan utk dilakukan terus menerus. Menurut bapak, apakah suntik kb boleh sy lakukan utk mencegah birahi pada kucing betina menjelang ia bisa sy sterilkan (2 bulan stelah melahirkan)?

    Atau barangkali bpk ada solusi lain untuk mencegah estrus?

    Terima kasih sebelumnya pak

  2. Betul, prioritas utama adalah vaksinasi terlebih dahulu. Selain vaksinasi pemberian obat cacing juga penting dan ini bisa dilakukan seminggu sebelum vaksinasi.

    Adapun waktu yang tepat untuk sterilasi adalah ketika anaknya sudah bisa makan makanan padat dan tidak tergantung pada susu induknya dan ini sekitar pada saat anak berusia 6-8 minggu

  3. Dewi berkata:

    Terima kasih pak atas balasannya.
    Berarti 2 minggu setelah melahirkan, yg perlu sy lakukan pertama adalah memvaksinasi kucing tsb ya pak. Mohon infonya pak, setelah dilakukan vaksinasi, kira2 kapan/ berapa minggu kemudian baru bisa dilakukan tindakan sterilisasi?

  4. Vaksinasi dilakukan sebelum steril, karena sudah hamil maka tunggu sampai melahirkan dan kondisi induknya sudah stabil (lebih kurang 2 minggu pasca melahirkan). Sedangkan anaknya mulai divaksin setelah usia 8 minggu.

  5. Dewi berkata:

    Pak, sy mengadopsi kucing betina yg terlantar. Sekarang sedang hamil dan akan melahirkan sekitar akhir bulan depan. Dan sy berencana mau steril dan vaksinasi kucing tsb
    Mau nanya pak, apakah sebaiknya vaksin dulu atau steril dulu? Kapan bisa dimulai (stelah melahirkan) serta bagaimana/ berapa lama jedanya?
    Terima kasih pak.

Silahkan tinggalkan komentar disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.