Persiapan Sterilisasi Kucing

Walaupun dianggap “kejam” oleh sebagian orang, namun tindakan operasi ovariohysterectomy  (OH) atau lebih banyak dikenal sebagai “sterilisasi” kucing betina menurut saya adalah salah satu cara mensejahterakan kucing yang paling memungkinkan untuk dilakukan. Bagi saya tindakan ini jauh lebih baik dibandingkan membiarkan kucing beranak pinak namun kemudian tidak diurus dengan baik atau bahkan seringkali dibuang (biasanya ke pasar atau tempat sampah).Operasi OH sendiri sebenarnya merupakan operasi yang tidak tergolong rumit namun demikian tetaplah mengandung resiko, karena bagaimanapun juga operasi ini mengharuskan kucing dibius total dan kemudian “dibuka” perutnya, dipotong indung telur (ovarium)  dan rahimnya sebelum kemudian ditutup lagi perutnya dengan cara dijahit.

Bagaimanapun juga semua tindakan diatas akan membuat kondisi kucing menjadi lemah untuk sementara waktu sehingga sangat riskan terhadap infeksi kuman atau virus. Supaya resiko terhadap kucing menjadi minimal maka ada hal hal yang perlu diketahui oleh pemilik kucing  sebelum memutuskan untuk melakukan sterilisasi pada kucingnya.

Kucing Sudah Cukup Dewasa: Walaupun beberapa publikasi menyebutkan bahwa sterilisasi pada anak kucing cukup aman namun sampai saat ini saya masih menganggap bahwa hanya kucing yang cukup dewasa yang “aman” untuk disterilisasi. Ukuran dewasa bagi saya adalah jika kucing sudah berumur 6 bulan dengan berat badan setidaknya  2 kilogram.

Kucing Harus Dalam Keadaan Sehat: Karena tindakan operasi akan membuat kucing menjadi lemah untuk beberapa waktu, maka adalah mutlak bagi kucing untuk sehat sebelum menjalani operasi. Ukuran atau parameter sehat tidaknya seekor kucing yang bisa dilihat secara mudah misalnya: nafsu makan dan minum baik, rambutnya tidak nampak kusam serta kucing nampak lincah. Walupun sebelum melakukan operasi dokter hewan juga akan memeriksa kucingya terlebih dahulu namun ada beberapa informasi yang penting hanya bisa diketahui dari pemilik kucing seperti apakah kucingnya pernah sakit atau apakah disekitar tempat tinggal ada kucing yang sedang sakit,dll. Sangatlah penting bagi pemilik kucing untuk memberikan informasi ini kepada dokter hewan yang menanganinya.

Adanya Parasit Dalam dan Parasit Luar: Adanya parasit dalam seperti cacing dan parasit luar seperti pinjal, tungau, dll akan sangat mengganggu kesehatan kucing sehingga jika kucing terindikasi ditempati parasit dalam dan atau parasit luar maka seharusnya diobati dulu sebelum disterilisasi.

Vaksinasi: Bagian ini biasanya paling tidak mudah untuk dijelaskan karena biaya vaksinasi yang relatif mahal. Seperti banyak saya tulis di artikel yang lain bahwa pada dasarnya belum ada obat yang efektif untuk melawan virus dan hanya vaksinasi saja yang bisa mencegahya. Pada saat kucing menjalani sterilisasi untuk beberapa hari kondisinya akan turun dan ini adalah saat saat yang rawan terhadap infeksi virus, kucing yang belum divaksin tidak memiliki pertahanan sama sekali sehingga jika terjadi infeksi maka akibatnya bisa fatal. Sangat saya sarankan untuk memastikan kucing yang akan disterilisasi sudah mendapatkan vaksinasi yang diperlukan.

Karena kucing adalah mahluk hidup maka tidaklah berarti jika sudah melakukan hal hal tersebut diatas maka tindakan sterilisasi dan perawatan pasca operasinya  akan berjalan mulus tanpa halangan, namun setidaknya hal hal tersebut diatas akan sangat membantu megurangi resiko  negatif yang mungkin muncul.

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Persiapan Sterilisasi Kucing

2 pemikiran pada “Persiapan Sterilisasi Kucing

  1. wahyu berkata:

    Mau nanya pak. Kucing jantan saya agresif. Hobinya berkelahi. Misalnya saya steril, ntar apa kecenderungannya utk suka kelahi jd hilang pak? Terimaksih

Silahkan tinggalkan komentar disini