Terpaksa Memotong Ekor Kucing

Ekor adalah kepanjangan dari tulang belakang dan karenanya pada ekor kucing terdapat syaraf yang sensitif. Sejauh ini banyak pendapat yang menyatakan bahwa fungsi ekor bagi kucing adalah sebagai alat keseimbangan (misalnya ketika memanjat) dan juga alat komunikasi. Pada praktiknya saya banyak melihat kucing yang ekornya pendek atau bahkan pendek sekali juga tetap bisa memanjat pohon dan berkomunikasi dengan kucing lainnya dengan baik. Terlepas dari fungsi ekor kucing, yang pasti keberadaan ekor pada kucing membuatnya nampak lebih cantik namun sayangnya pada keadaan tertentu karena alasan medis dan untuk kebaikan kucing itu sendiri – terkadang kita harus memotong ekor tersebut.

Walaupun sekilas nampak “kejam”, namun pemotongan ekor kucing atau caudectomy terkadang tidak terhindarkan dan harus dilakukan jika ekor kucing mengalami kerusakan permanen yang tidak mungkin disembuhkan yang jika tidak dipotong akan justru merugikan si kucing itu sendiri.

Salah satu pasien saya (seekor kucing jantan umur lebih kurang 8 bulan) baru baru ini terpaksa harus dipotong ekornya karena luka yang membusuk sehingga kulitnya terkelupas (degloving) dan tulang ekornya sudah kelihatan serta ditempati banyak belatung didalamnya, dengan bau tidak sedap yang menyengat. Penyebab lukanya sendiri tidak diketahui pemiliknya karena pemilik baru menyadari kalau ekor kucingnya terluka ketika keadaan sudah parah dan si kucing menjadi pendiam serta kehilangan nafsu makan.

Saya hanya bisa menduga kucing ini awalnya terluka ekornya karena berkelahi dan kemudian disekitar ekornya dihinggapi lalat. Pada keadaan normal kucing suka menggerak gerakkan ekornya yang membuat lalat tidak mau mendekat, namun ketika kucing merasa “tidak enak badan” dia akan cenderung diam. Setelah hinggap, lalat selanjutnya meletakkan telurnya yang setelah menetas akan menjadi larva.

Karena bagian yang terkelupas sudah sangat luas dan bahkan sebagian besar ekornya sudah membusuk, rusak  serta sarafnya sudah lumpuh maka tidak ada jalan lain kecuali memotong dan membuang bagian ekor yang rusak tentu saja setelah mendapat persetujuan dari pemilik kucing.

Operasi caudectomy ini dilakukan di bawah pembiusan total (setelah kucing dipuasakan 6 jam sebelumnya), pemuasaan diperlukan supaya perut kucing kosong sehingga resiko muntah (yang bisa menutup saluran pernafasan) pada saat dibius menjadi kecil. Setelah ekor kucing dipotong dan kulit kembali dijahit dan lukanya ditutup dengan perban maka kucing diistirahakan selama beberapa hari didalam kandang.

Tiga minggu setelah operasi saya mendapat kabar dari pemilik bahwa kucingnya sudah kembali normal ceria seperti sebelum operasi dan lukanya sudah menutup.

 

 

 

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Terpaksa Memotong Ekor Kucing

Silahkan tinggalkan komentar disini