Poin Penting Dalam Tahapan Perkembangan Kucing

Melihat bayi kucing tumbuh menjadi kucing dewasa yang sehat adalah hal yang menarik,banyak sekali orang yang menjadi suka pada kucing setelah melihat dan merasakan langsung bagaimana kucing tumbuh dari hari ke hari.Memahami perilaku kucing yang normal dalam setiap tahapan pertumbuhannya sangatlah penting bagi setiap pemilik kucing. Dengan mengetahui hal yang normal akan memudahkan kita untuk menemukan hal hal yang tidak normal.

Hal pokok yang harus diperhatikan adalah : bagaimana kucing makan, bagaimana kucing buang air (besar maupun kecil) dan bagaimana perilaku sosial kucing terhadap orang dan kucing lain disekitarnya serta beberapa hal lainnya.

Periode Neonatal ( lahir – 2 minggu)
Pada periode ini bayi kucing mendapatkan nutrisi hanya dari induknya dalam bentuk susu. Pada periode ini belum ada interaksi sosial dengan orang ataupun kucing lain disekitarnya, bayi kucing belum bisa buang air sendiri dan masih harus mendapatkan rangsangan dari induknya (dengan cara menjilat anus dan organ kelaminnya).Hal lain yang bisa diamati sampai usia 14 hari adalah: mata mulai membuka dan mulai belajar berjalan, pada usia ini tubuh kucing belum mampu untuk mengatur suhunya sendiri serta belum mampu untuk melakukan grooming sendiri.

Yang perlu dilakukan pemilik pada periode ini adalah: memberi nutrisi yang cukup dan baik kepada induknya, sesedikit mungkin memegang anak kucing (jika memegang lakukan dengan lembut)dan menyediakan tempat yang hangat.

Periode Sosialisasi Awal ( usia 3 – 8 minggu)
Anak kucing mulai mengenal makanan padat dan mulai mengurangi minum susu ibu secara bertahap. Usia ini merupakan periode yang penting dalam bersosialisasi, kucing mulai belajar bermain main dan mulai belajar mengenal lingkungannya. Anak kucing mulai belajar buang air sendiri (besar maupun kecil) serta belajar menggunakan litter boks. Adalah normal jika pada usia ini warna mata kucing berubah dari biru menjadi hijau atau kuning, anak kucing mulai nampak usil – berlari dan memanjat serta mencakar benda benda disekitarnya. Mulai bisa melakukan grooming sendiri dan tubuhnya sudah bisa melakukan pengaturan suhu badan.

Seiring dengan perkembangannya, maka pemilik sudah harus mulai menyediakan makanan dan air bersih bagi anak kucing pada usia ini, menyediakan kotak pasir (yang tidak berbau) dan membersihkan minimal dua kali sehari.Anak kucing mulai bisa dikenalkan pada anngota keluarga yang lain di lingkungan rumah (termasuk hewan lain jika ada). Mainan sederhana dan tiang cakaran (scratching post) sebaiknya mulai disediakan.

Pada usia ini disarankan juga mulai berkonsultasi dengan dokter hewan karena pengobatan cacing dan vaksinasi sudah harus mulai dijadwalkan.

Periode Sosialisasi Lanjutan ( 9-16 minggu)
Anak kucing mulai makan makanan padat dan sudah tidak tergantung pada susu induknya. Kucing mulai nampak makin banyak tingkah, seiring dengan itu dimungkinkan mulai terjadi pertengkaran atau konflik dengan kucing lainnya. Buang air besar maupun kecil diharapkan sudah terbiasa di kotak pasir. Makin sering berlarian, bermain maupun memanjat benda benda yang makin tinggi. Gigi susu mulai tanggal dan mulai digantikan gigi permanen.

Dalam hal nutrisi, tidak ada yang khusus harus dilakukan disini selain menyediakan makanan yang baik dan bergizi. Terus biasakan kucing untuk bersosialisasi dan mulai diajarkan perilaku yang dikehendaki (misalnya dimana dia harus tidur, tempat tempat yang dilarang, dll). Pertimbangkan untuk memberi kotak pasir yang berukuran lebih besar (lebih panjang dari tubuhnya). Untuk menghindari kebiasaan mencakar perabot rumah tangga, sediakan tiang cakaran (scracthing post).

Karena antibodi dari induk sudah mulai menurun, pada periode ini – kucing sudah harus mendapat vaksinasi. Pertimbangkan dan konsultasikan dengan dokter hewan perlu dan tidaknya melakukan sterilisasi nantinya.

Periode Remaja (17 Minggu – 1 Tahun)
Dalam hal cara dan kebiasaan makan, tidak ada yang berubah dibanding periode sebelumnya. Secara sosial, kucing akan mencapai kedewasaan sosial pada periode ini (kecuali jika kucing di sterilisasi), lebih sedikit bermain main, tunduk pada kucing lain yang lebih dewasa namun mulai coba coba untuk menantang dominasi kucing yang lebih dewasa tersebut, jika tidak di steril – kucing mungkin mulai nampak melakukan marking (kencing di tempat tempat strategis untuk menyatakan keberadaannya) dan jika diijinkan keluar rumah dia mulai keluyuran lebih jauh dan lebih lama dari biasanya.

Pada periode ini hal hal yang perlu diperhatikan pemilik adalah: Secara bertahap mulai mengenalkan  makanan untuk kucing dewasa yang berkualitas sejak usia 6-8 bulan, tetap berinteraksi dengan kucing dengan cara mengajak bermain secara rutin, perhatikan ukuran kotak pasir dan jika terlalu kecil pertimbangkan untuk diganti dengan kotak yang lebih besar, perlu dipertimbangkan juga pemasangan tanda pengenal (misalnya kalung yang aman dan bisa rusak sendiri jika tersangkut).

Konsultasikan dengan dokter hewan tentang perlu tidaknya melakukan sterilisasi (baik jantan maupun betina), salag satu manfaat sterilisasi adalah mengurangi atau bahkan menghilangkan kecenderungan kucing untuk menyebar “kencing” nya di tempat tempat strategis.

Periode Dewasa (1-6 Tahun)
Secara normal metobolisme tubuh melambat pada usia ini sehingga kebutuhan nutrisi juga lebih sedikit dibandingkan kucing yang lebih muda, jika kucing kuran beraktifitas dan makanan tidak dikendalikan maka terdapat kecenderungan mulai kelebihan berat badan pada usia ini. Kematangan sosial seekor kucing tercapai pada usia 2-3 tahun dimana karakter yang ada pada seekor kucing merupakan perpaduan antara :sifat sifat genetis dan pengalaman si kucing pada usia dini, kucing tetap suka bermain namun tidak sebanyak pada usia sebelumnya. Kucing jantan yang tidak disteril akan mulai suka menebar kencing dengan bau yang tajam.

Penting bagi pemilik kucing pada usia ini untuk memonitor berat badannya setiap tiga bulan serta mendorong kucing untuk beraktifitas (misalnya dengan tetap mengajaknya bermain main), agar tidak bosan alat alat permainan yang dipakai kucing bisa dirotasi. Penting diperhatikan untuk mengevaluasi ukuran kotak pasir, kotak pasir yang terlalu kecil menyebabkan kucing enggan memakainya.

Periode Senior ( Lebih dari 7 tahun)

Pada periode ini normal terjadi perubahan nafsui makan kucing, lebih sedikit bermain main dan berinteraksi dengan kucing lainnya.

Penting bagi pemilik untuk memonitor nafsu makan dan minumnya secara teratur, tetap mengajak bermain main (walaupun sebentar tetapbermanfaat bagi si kucing).

Poin poin tersebut diatas merupakan panduan dasar yang bisa dipakai oleh pemilik kucing untuk melihat hal hal yang normal dan tidak normalpada kucingnya, jika terasa nampak hal hal yang dirasa tidak normal – sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter hewan terdekat.

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Poin Penting Dalam Tahapan Perkembangan Kucing

Satu pemikiran pada “Poin Penting Dalam Tahapan Perkembangan Kucing

Silahkan tinggalkan komentar disini