Tip Mengetahui Adanya Pinjal Pada Kucing

Sebagai negara yang terletak di daerah tropis, boleh dikatakan cuaca di Indonesia cenderung hangat sepanjang tahun karena tidak terdapat musim dingin.Cuaca yang hangat ini merupakan suhu yang ideal bagi pertumbuhan parasit eksternal kucing seperti pinjal Ctenocephalides felis. Dalam kehidupan sehari hari pinjal (flea) ini lebih sering disebut sebagai pinjal. Beberapa cara bisa dilakukan sendiri dirumah untuk mengetahui adanya pinjal pada kucing kita.

Pinjal merupakan serangga yang sangat aktif dan bisa meloncat serta berpindah tempat dengan mudah, mereka akan menggigit dan menghisap darah kucing kita (terkadang juga kita sendiri). Bentuknya yang kecil dan kelincahannya ini membuatnya mudah bersembunyi dibalik rambut tebal kucing.

Parasit ini sangat mengganggu karena menimbulkan rasa gatal dan membuat kucing menggaruk garuk, sebagai akibatnya kulit menjadi lecet dan tidak jarang menimbulkan infeksi. Tentu saja hal yang paling merugikan adalah karena pinjal menghisap darah kucing sehingga kekurangan darah (anemia) yang selanjutnya berakibat berkurangnya nutrisi bagi kucing, kekurangan nutrisi mengakibatkan rambut menjadi kusam serta tubuh menjadi tidak sehat.

Pada keadaan yang parah akan mudah untuk mengetahui adanya pinjal pada kucing karena pinjal akan terlihat dengan mata telanjang. Akan tetapi pada keadaan dimana jumlah pinjal tidak terlalu banyak, lebih sulit untuk mengetahui adanya pinjal pada kucing kita (karena tidak terlihat). Kucing yang memiliki pinjal pada tubuhnya biasanya akan nampak gelisah, menggaruk garuk atau menggigit gigit bagian tertentu pada tubuhnya. Kucing yang sering menggeleng gelengkan kepalanya dan menggaruk garuk telinganya juga merupakan indikasi adanya pinjal.

Karena rasa gatal yang sangat, beberapa kucing bahkan sudah menggaruk garuk dan grooming secara berlebihan walaupun si kucing belum melihat atau merasakan keberadaan pinjal tersebut secara langsung.

Untuk melihat keberadaan pinjal pada kucing bisa dengan jalan memeriksa bagian bagian yang paling disukai pinjal: bagian ketiak pada kaki depan kucing merupakan tempat ideal bagi pinjal karena suhunya yang hangat, telinga juga harus diperiksa dengan teliti dan dilihat kemungkinan adanya tanda tanda kulit yang kemerahan atau bahkan bekas luka karena seringnya digaruk garuk. Bagian lain yang sering ditempati pinjal adalah bagian perut dan pangkal paha serta pangkal ekor. Pada beberapa bagian tubuh mungkin didapati bulu yang rontok dan kotoran berwarna kehitaman.

Salah satu alat sederhana yang bisa dipakai untuk mengetahui keberadaan pinjal adalah sisir (yang jarak antar giginya rapat). Jika pada rambut kucing terdapat pinjal dan kemudian kita sisir maka pinjal akan tersangkut pada sisir tersebut. Sediakan juga mangkuk berisi larutan sabun ( bisa menggunakan larutan sabun cuci piring)untuk mencelup sisir yang ditempeli pinjal yang tertangkap.

Trik lain yang bisa dipakai adalah dengan meletakkan handuk bersih berwarna putih (bisa juga menggunakan kertas berwarna putih bersih) di tempat yang biasa dilewati kucing. Jika pada kucing terdapat banyak pinjal maka biasanya kotoran pinjal tersebut akan rontok ke lantai, pada permukaan yang berwarna putih bersih – kotoran ini akan gampang terlihat. Untuk membedakan kotoran yang jatuh apakah merupakan kotoran pinjal atau kotoran biasa, bisa digunakan semprotan air. Jika pada keadaan lembab kotoran tersebut berubah warna menjadi kemerahan maka itu adalah kotoran pinjal, berwarna merah atau coklat kemerahan karena kotoran tersebut merupakan hasil pencernaan darah yang dihisap pinjal dari kucing yang ditempatinya.

Hal yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa pinjal tidak hanya menetap pada tubuh kucing, pinjal juga biasa menempati tempat tempat yang biasa disukai kucing, misalnya : pada kursi,meja,bagian atas lemari dan lain lain, periksa juga tempat tersebut.Membersihkan tempat tempat tersebut secara reguler dengan penghisap debu akan sangat membantu mengurangi populasi pinjal.

Cara lain untuk mengetahui keberadaan pinjal adalah dengan berjalan mengenakan kaos kaki berwarna putih, kotoran pinjal yang terdapat dilantai akan melekat pada kaos kaki yang kita kenakan ketika berjalan.

Jika terdapat indikasi adanya pinjal pada kucing maka sebaiknya mintalah saran dokter hewan terdekat untuk terapi yang paling sesuai, walaupun pinjal tidak langsung berakibat fatal pada kesehatan kucing namun keberadaannya akan sangat mengganggu dan merugikan kesehatan kucing.

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Tip Mengetahui Adanya Pinjal Pada Kucing

Satu pemikiran pada “Tip Mengetahui Adanya Pinjal Pada Kucing

Silahkan tinggalkan komentar disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.