Konjungtivitis Pada Kucing

Gangguan pada mata kucing seringkali terjadi secara kronis yang artinya terjadi dalam jangka waktu yang sangat lama dan bahkan bisa terjadi berbulan bulan atau lebih. Gangguan yang paling banyak terjadi adalah : konjungtivitis, keratitis serta uveitis.

Konjungtivitis adalah  peradangan pada konjungtiva atau selaput lendir pada mata yaitu selaput yang berwarna pink yang membatasi sklera (bagian mata yang berwarna putih) dan kelopak mata  bagian dalam. Peradangan yang terjadi menyebabkan konjungtiva memerah dan terkadang sampai bengkak, bisa terjadi pada salah satu ataupun kedua mata. Karena proses peradangan yang terasa sakit, kucing biasanya nampak sering memicingkan matanya. Beberapa kucing saya bahkan pernah mengalami konjungtivitis dalam jangka waktu berbulan bulan sebelum akhirnya sembuh.

Konjungtivitis bisa terjadi sendirian (tidak disertai penyakit lain) namun bisa juga disertai gejala lain seperti keratitis (radang pada kornea mata)  dan atau uveitis (peradangan pada bagian dalam mata).Kebanyakan kejadian keratitis dan uveitis pada kucing disebabkan oleh Feline Herpesvirus -1 (FHV-1).

Gejala yang nampak pada kucing yang mengalami konjungtivitis adalah seringnya memicingkan mata serta adanya cairan (air mata) yang keluar secara berlebihan. Cairan yang keluar ini bisa berwarna jernih,kekuningan, kehijauan atau gelap seperti darah yang mengental. Walaupun berwarna coklat gelap seperti darah, namun ini bukanlah darah. Konjungtiva nampak memerah dan  terkadang membengkak dan menebal.

Pada kucing penderita konjungtivitis kornea mata bisa tetap berwarna jernih ataupun nampak putih keruh jika terdapat ulcer (luka), iris mata juga mengalami perubahan warna menjadi lebih kusam. Pada keadaan kucing terkena uveitis,gejala diatas bisa muncul semua atau sebagian saja.

Kejadian gangguan pada mata seringkali diawali dengan munculnya gejala gangguan respirasi bagian atas yang kemudian berlanjut, sehingga kucing penderita gangguan pada mata juga menunjukkan gejala gangguan respirasi seperti batuk, pilek dan bersin bersin.

Kebanyakan kasus konjungtivitis disebabkan oleh infeksi mikroorganisme dan tiga penyebab yang paling sering adalah : Feline Herpesvirus 1 (FHV – 1), Feline Chlamydia  (Chlamydophila felis) dan Feline Mycoplasma. Penting diketahui bahwa pada satu ekor penderita konjungtivitis bisa saja ditemukan ketiga mikroorganisme tersebut.

Diagnosa penyakit ini terutama didasarkan pada riwayat penderita dan gejala klinis yang nampak. Peneguhan diagnosa memerlukan pemeriksaan laboratorium seperti kultur sel, pemeriksaan DNA, dll yang hanya bisa dilakukan pada laboratorium diagnostik yang memadai.

Konjungtivitis yang disebabkan oleh Chlamydia dan Mycoplasma biasanya bisa diobati dengan pemberian antibiotika, namun jika disebabkan virus maka pengobatan antibiotika tidak akan efektif. Karenanya konjungtivitis yang disebabkan karena virus seringkali membuat frustasi karena sulit disembuhkan dan biasanya berlansung lama, pengobatan yang diberikan bisa berupa kombinasi pengobatan luar (salep mata yang mengandung antibiotika) dan pengobatan antivirus yang diverikan secara oral (dimasukkan melalui mulut).

Konjungtivitis yang berkaitan dengan  Feline Herpevirus 1 merupakan penyakit yang lebih kompleks dan karenanya akan saya tulis lebih jauh pada artikel lain.

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Konjungtivitis Pada Kucing

4 pemikiran pada “Konjungtivitis Pada Kucing

  1. Nana berkata:

    Pak, anak kucing saya sakit tbtb dia gak bisa bangun dan udh gak respon, nafasnya pun tersenggal dan dia tiduran tuh bulak balik tapi kaya kejang gitu geraknya. Dia kenapa ya pak? Saya kasih minum pun sudah tidak respon walau matanya melek

  2. Tulisan saya diatas hanya bertujuan memberikan pengetahuan dasar tentang apa yang terjadi pada kucing dengan gejala tersebut, selanjutnya tentu diperlukan tindakan baik yang bisa dilakukan sendiri (misalnya membersihkan kotoran pada mata) dan tentunya nuga pengobatan yang paling efektif, untuk pengobatan – solusinya ya dibawa ke dokter shg dokter bisa memberi saran sesuai dengan keadaan riil dari kucingnya.

Silahkan tinggalkan komentar disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.