Ketika kucing Bersin Dan Ingusan

Flu kucing, adalah kata yang mungkin sering dipakai para pemilik kucing untuk menggambarkan keadaan ketika kucing nampak mengeluarkan ingus atau bersin bersin. Barangkali keadaan ini di analogikan dengan gejala flu pada manusia. Berbahayakah jika kucing bersin bersin dan ingusan?

Bersin adalah reflek yang berasal dari membran mukosa, selaput yang melapisi rongga hidung. Bersin bisa dipicu karena adanya bahan kimia tertentu ataupun karena stimulus mekanis. Akibat dari bersin adalah adanya hembusan udara yang kuat dari dalam keluar tubuh untuk membersihkan saluran pernafasan.Sebagian besar penyakit yang berkaitan dengan hidung dapat mengakibatkan munculnya bersin ini.

Tidak jarang terjadi, bersin yang keluar disertai dengan adanya cairan lendir yang biasa kita sebut sebagai ingus. Wujud fisik dari ingus ini bervariasi: bisa berupa cairan yang encer (serosa), kental,kental (Mukosa) dan keruh (mukopurulen) ataupun biasa juga berwarna kemerahan karena bercampur darah.Bergantung pada penyebab utamanya, cairan ingus yang keluar juga bisa berupa campuran dari beberapa jenis.

Cairan serosa dan mukosa yang keluar tersebut dihasilkan oleh kelenjar yang terdapat pada epitel (sel bagian luar) pada saluran pernafasan. Kebanyakan gangguan penyakit pada hidung akan menyebabkan timbulnya cairan serosa dan cairan ini bisa berubah menjadi lebih kental (mukosa) ataupun kental dan keruh bergantung pada lama kejadian dan ada tidaknya infeksi bakteri ikutan.

Beberapa hal yang bisa menyebabkan kucing bersin dan ingusan antara lain: Gangguan yang bersifat setempat (lokal), infeksi bakteri,infeksi oleh agen penyakit, gangguan pembekuan darah,tekanan darah tinggi dan vasculitis (peradangan pada pembuluh darah).

Gangguan yang bersifat lokal bisa berupa: cacat fisik sejak lahir (misal cacat pada rongga mulut), adanya benjolan pada rongga hidung (misal karena tumor), alergi,sakit gigi, radang telinga,lemahnya otot kerongkongan yang menyebabkan kembalinya makanan.

Infeksi oleh agen penyakit bisa disebabkan karena bakteri (Bordatella bronchiseptica,Chlamydia psittaci,Mycoplasma spp),jamur (Cryptococcus neoformans,Aspergillus sp), virus (Feline herpesvirus,Calicivirus), ataupun oleh mikroflora yang berbiak secara berlebihan.

Ingus yang bersifat encer (seros) biasanya muncul karena penyakit akut (berlangsung dalam waktu yang pendek), namun apabila berlangsung lama bisa jadi itu disebabkan karena virus. Ingus yang bersifat mukus (kental) biasanya muncul karena alergi,adanya tumor serta gangguan karena jamur.

Adapun ingus yang bersifat mukopurulen(kental dan kruh) menandakan adayanya infeksi bakteri yang terlibat, dengan kata lain ingus yang tadinnya encer (serosa) ataupun kental yang jernih (mukosa) bisa berubah menjadi kental dan keruh (mukopurulent) jika diikuti oleh infeksi bakteri atau adanya pertumbuhan yang berlebihan dari bakteri dan mikroflora yang biasanya ada pada saluran pernafasan.

Jika ingus yang keluar berwarna kemerahan karena bercampur darah maka biasanya ini disebabkan karena adanya luka, adanya benda asing pada hidung,tekanan darah tinggi,radang pembuluh darah (walaupun jarang terjadi pada kucing).

Dalam menangani kucing yang bersin dan ingusan, pertama kali dokter akan menanyakan sejarah kejadiannya serta melihat perubahan fisik pada kucing tersebut. Pemeriksaan dilakukan dengan melihat perubahan pada telinga, rongga mulut, gigi dan juga mata.

Idealnya pemerikasaan fisik harus juga diikuti oleh serangkainan pemeriksaan laboratorium terhadap ingus maupun darah, pemeriksaan ini sangat akan membantu mengarahkan untuk mengetahui penyebab utama dari gangguan yang terjadi. Akan tetapi pemeriksaan laboratorium ini lama dan tentu tidak murah.

Karena pemeriksaan laboratorium seringkali tidak mungkin dilakukan maka dengan berbagai pertimbangan seringkali dokter sengaja tidak melakukanya dan untuk pengobatan dilakukan hanya mengandalkan pengamatan fisik serta sejarah penyakit dari kucingnya.

 

 

 

 

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Ketika kucing Bersin Dan Ingusan

2 pemikiran pada “Ketika kucing Bersin Dan Ingusan

  1. @Ry

    Seharusnya perutnya menjadi lebih kecil namun karena anaknya sudah keluar, jika masih besar mungkin masih ada anak yang belum keluar atau plasentanya belum keluar atau bisa juga perutnya memang besar jadi perubahannya tidak terlalu terlihat.

    Jika kucingnya menunjukkan gejala “flu” tapi segera hilang dalam satu atau dua hari serta kucingnya masih mau makan dan minum seperti biasa –> tidak perlu dikhawatirkan, namun jika ragu ragu,sebaiknya diperiksakan ke dokter langsung.

    Semoga membantu

  2. Ry berkata:

    Malam dok. Mau nanya. Semalam, kucing saya baru saja melahirkan 3 ekor anak kucing. Tapi, perutnya masih seukuran sama waktu dia hamil (belum melahirkan).
    Malam ini, induk kucing nya keliatan flu gitu juga. Kucingnya masih makan juga walaupun tidak sebanyak yang biasa nya.

    Itu normal nggak dok? Makasih..

Silahkan tinggalkan komentar disini