Membersihkan Kerak Pada Kucing Akibat Scabies

Belum lama ini ada sepasang suami istri yang datang ke tempat saya membawa kucing jenis rambut panjang (sepertinya keturunan angora), namun sayangnya wajahnya tidak lagi cantik karena sebagian besar kepala dan lehernya tertutup kerak kerak berwarna coklat kehitaman yang menebal di sebagian besar muka,daun telinga serta ujung kakinya. Menurutnya kucing tersebut ditemukan setelah ditelantarkan oleh pemiliknya yang mungkin tidak lagi suka melihat wajahnya. Karena kasihan mereka memungut kucing tersebut dan ingin merawatnya sampai sembuh dan kembali cantik.

Kucing dengan gejala seperti diatas mungkin sering kita lihat terutama pada kucing kucing liar yang tidak terawat.Pada kebanyakan kejadian yang saya temui kerak tersebut disebabkan oleh tungau Notoedres Cati. Tungau ini ukurannya kecil serta suka membuat lobang dan berdiam di dalam kulit kucing yang ditempatinya, keadaan ini membuat tungau ini sulit dilihat dengan mata telanjang.

Kerak yang muncul merupakan gumpalan yang berasal dari berbagai material (seperti nanah,darah,kotoran) yang dihasilkan akibat keberadaan tungau didalam kulit kucing yang membuat kucing merasa gatal serta terus berusaha menggaruknya bahkan terkadang sampai terluka.

Keberadaan tungau Notoedres cati pada kucing tidak lantas serta merta nampak dengan jelas gejalanya, pada awalnya kucing akan nampak lebih sering menggaruk garuk daripada biasanya. Setelah berjalan beberapa minggu keadaan menjadi memburuk dengan rontoknya rambut kucing tersebut dan menyebabkan kulitnya menjadi nampak kemerahan serta berbintik bintik, jika kucing terus menggaruk maka bukan tidak mungkin akan timbul luka terbuka.

Dengan penanganan dan perawatan yang tepat,kucing penderita scabies dengan muka yang berkerak tersebut bisa disembuhkan. Jadi jika memiliki kucing yang terlanjur terkena scabies jangan lantas membuang kucing tersebut.

Kucing yang terinfestasi tungau Notoedres cati harus secepatnya mendapat pengobatan, dokter biasanya akan memberikan obat yang diberikan melalui suntikan bawah kulit.Obat ini akan membunuh tungau dewasa namun tidak bisa menghilangkan tungau yang masih berbentuk telur atau larva.

Setelah mendapat suntikan obat, dalam waktu beberapa hari kedepan kerak akan berangsur mengelupas namun untuk mempercepatnya bisa juga dengan jalan dibersihkan secara manual sehari atau dua hari setelah penyuntikan.

Untuk membersihkan kerak tersebut tempelkan (tutulkan) kain yang sudah dibasahi dengan air atau air yang dicampur shampo pada bagian yang berkerak sehingga kerak menjadi lunak dan mudah dikelupas. Proses ini harus dilakukan pelan pelan supaya tidak menyakiti kucing. Pada keadaan yang parah proses ini harus dilakukan berulang ulang selama beberapa hari karena selain kerak juga terdapat rambut yang menggumpal yang harus dengan telaten dibersihkan.

Karena yang dibunuh hanya tungau dewasa maka telur tungau tersebut masih akan menetas dan menjadi tungau dewasa lagi, siklus ini membutuhkan waktu lebih kurang dua minggu sehingga suntikan obat harus diulangi lagi.Jadi walaupun setelah mendapat pengobatan yang pertama kucing nampak membaik namun bukan berarti dia sudah sembuh. Pengobatan yang kedua mutlak diperlukan untuk benar benar memutus siklus hidup tungau Notoedres cati.

Tidak kalah penting juga,pengobatan harus disertai memandikan kucing dengan teratur menggunakan medicated shampoo atau shampo kucing yang sudah diformulasikan untuk menghilangkan kutu dan jamur. Shampoo seperti ini bisa dengan mudah dibeli di pet shop.

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Membersihkan Kerak Pada Kucing Akibat Scabies

6 pemikiran pada “Membersihkan Kerak Pada Kucing Akibat Scabies

  1. diki berkata:

    Apa tidak berbahaya bagi sikucing jika salep sulfur terjilat oleh kucingnya?
    Dan apa boleh kucing di beri yakult?

  2. Saya tidak bisa menduga duga karena tidak melihat langsung dan jika itu scabies, membawa ke dokter untuk mendapat pengobatan adalah cara yang paling efektif dan paling murah. Bisa dilakukan terapi sendiri dengan mengoleskan salep sulfur (belerang) namun ini akan memerlukan waktu lama untuk sembuh dan lebih mahal.

  3. diki berkata:

    Selamat siang, mau tanya ini pak. Saya baru saja adopsi kucing. Setelah sehari dirumah saya baru menyadari bahwa di area leher dn sekitarnya ada benjolan benjolan seperti bekas luka. Juga ada yg dekat dengan wajahnya. Dan kucing tersebut sering garuk garuk di sekitaran tersebut. Kira-kira kucing saya tersebut terserang apa? Kutu atau lebih parahnya lagi seperti scabies? Solusinya agar kembali normal harus bagaimana? Karena sangat jauh dari dokter hewan. Terima kasih

  4. Jika belum memungkinkan dibawa ke dokter bisa diolesi salep yang mengandung sulfur (belerang) misalnya salep kulit 88. Akan tetapi sangat saya sarankan dibawa ke dokter-biayanya mungkin lebih murah dari yang diperkirakan Dila, bahkan jika Dila tinggal di tidak jauh dari tempat saya – bawa saja ke tempat saya (jika memang tidak mampu – tidak perlu membayar)

  5. dila berkata:

    kalau saya ga mampu bawa ke dokter, apa ada alternatif lain seperti salep? kalo ada, salep apa pak? makasih sebelumnya..

Silahkan tinggalkan komentar disini