Normalkah Kucing Yang Baru Melahirkan Menunjukkan Gejala Birahi ?

Belum lama ini ada seorang pembaca kucingfelin yang menanyakan ke saya, apakah normal kucingnya yang baru melahirkan 15 hari sudah kembali menunjukkan gejala birahi lagi. Ini pertanyaan yang bagus karena mungkin banyak pemilik kucing yang beranggapan bahwa menyusui akan menghentikan siklus estrus (estrous cycle atau siklus birahi) pada kucing betina dan karenanya tidak akan mau kawin atau dikawinkan.

Anggapan tersebut diatas tidaklah sepenuhnya benar karena pada dasarnya menyusui tidak akan mencegah timbulnya siklus estrus pada kucing betina. Untuk mempermudah memahami alasannya, mari kita lihat dulu apa yang disebut siklus estrus dan hormon hormon yang berkaitan dengannya.

Pada kucing betina dikenal adanya siklus estrus , siklus ini berupa pola yang berulang berupa periode dimana kucing betina siap menerima kucing jantan (untuk kawin) diikuti dengan periode dimana kucing betina tidak siap menerima kucing jantan. Mekanisme terjadinya siklus estrus ini dikontrol oleh dua hormon utama yaitu : progesteron dan estrogen. Walaupun kucing dan manusia sama sama tergolong sebagai mamalia namun perlu dicatat disini bahwa siklus estrus pada kucing tidaklah sama dengan siklus menstruasi pada manusia dan pada kucing betina yang sedang dalam masa estrus (birahi) tidak akan nampak adanya cairan yang keluar dari organ reproduksinya.

Organ penghasil kedua hormon tersebut (progesteron dan estrogen) adalah ovarium,tempat dimana sel telur (ova) diproduksi. Siklus estrus dimulai dengan berkembangnya beberapa folikel (kantong kecil berisi cairan yang menjadi tempat dari sel telur atau ova). Setiap folikel yang tumbuh akan menghasilkan estrogen. Estrogen adalah hormon yang menyebabkan kucing menunjukkan gejala birahi.

Jika perkawinan antara kucing jantan dan betina berhasil, maka folikel yang tumbuh selanjutnya akan pecah dan melepaskan sel telur (ova) ke dalam oviduct,proses ini biasa disebut sebagai ovulasi. Kucing merupakan hewan induced ovulatory yang berarti ovulasi (keluarnya sel telur) hanya terjadi setelah terjadi perkawinan.

Setelah ovulasi, folikel akan berubah menjadi corpus luteum (CL). Corpus luteum ini yang selanjutnya  akan menghasilkan progresteron, hormon ini diperlukan untuk mempertahankan kehamilan. Adanya progesteron dalam darah akan diikuti dengan menyusutnya kadar hormon estrogen dalam darah dan ini akan menyebabkan hilangnya gejala birahi pada kucing betina.Adanya hormon progesteron dalam darah kucing akan bertahan sampai lebih kurang 40 hari usia kehamilan dan setelahnya akan menyusut secara bertahap.

Ketika Progesteron yang diproduksi CL mulai menyusut kadarnya, folikel akan tumbuh lagi dan estrogen akan dihasilkan kembali, akibatnya siklus estrus dimulai kembali dimana kucing betina akan kembali menunjukkan gejala birahi.Biasanya hormon progesteron ini akan hilang pada 2 sampai 8 minggu setelah kehamilan berakhir.

Mekanisme hormonal tersebut menyebabkan kucing yang hamil tidak menunjukkan gejala birahi (karena adanya hormon progesteron dalam darah). Akan tetapi setelah kehamilan berakhir (kucing melahirkan) maka secara normal folikel akan mulai tumbuh lagi (serta menghasilkan hormon estrogen) dan kucing akan kembali menunjukkan gejala birahi serta siap untuk menerima penjantan.

Jadi secara fisiologis kucing yang sudah melahirkan bisa kembali memulai siklus estrus atau dengan kata lain walaupun masih menyusui anaknya bisa saja seekor kucing betina kembali menunjukkan gejala birahi.

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Normalkah Kucing Yang Baru Melahirkan Menunjukkan Gejala Birahi ?

Silahkan tinggalkan komentar disini