Collitis Pada Kucing

Collitis adalah peradangan yang terjadi pada kolon atau usus besar.Pada kucing, keadaan ini biasanya akan menyebabkan kotoran kucing menjadi lebih cair atau encer.

Pada keadaan normal makanan yang sudah dicerna dalam lambung kucing akan diserap nutrisinya terutama pada usus kecil, sisa makanan yang sudah diserap di usus kecil kemudian akan melewati kolon (usus besar) sebelum dibuang keluar tubuh. Pada kolon (usus besar),sisa makanan yang akan dibuang tersebut diserap airnya oleh sel sel dinding kolon (usus besar).

Apabila terjadi gangguan pada kolon (usus besar) seperti pada collitis, akan berakibat terganggunya proses penyerapan air sehingga kotoran yang keluar dari tubuh kucing akan bersifat lebih encer atau cair (tidak berbentuk padat).

Berdasarkan lama kejadiannya, collitis bisa bersifat akut (cepat) atapun kronis (berlangsung dalam jangka waktu lebih dari dua minggu).

Kemungkian penyebab terjadinya collitis sangat beragam diantaranya: stress, parasit dalam tubuh kucing (cacing,coccidia, giardia),virus (misal feline lekemia virus, feline infectious peritonis, feline immunodeficiency virus), bakteri, reaksi terhadap obat obatan, kanker, reaksi terhadap pakan, benda asing, dll.

Kucing penderita collitis biasa menunjukkan gejala diare yang ditandai dengan bulu sekitar anus yang kotor atau adanya ceceran kotoran kucing diluar kotak pasir yang disediakan. Pada collitis kronis dimana terjadi peradangan dan luka pada kolon, kotoran yang melewati kolon akan menimbulkan rasa sakit sehingga kucing nampak seperti mengejan dan kotoran yang keluar sedikit volumenya, luka ini juga menyebabkan kotoran yang keluar terkadang bercampur darah.

Karena kemungkinan penyebabnya yang banyak, akan sangat penting bagi pemilik kucing untuk memberitahu dokter hewan yang memeriksanya sebanyak mungkin hal tentang kucing yang sakit tersebut, misalnya: keluhan yang teramati dirumah, kebiasaan makan, kebiasaan bermain dengan kucing kucing lain, dan sebagainya.

Pengobatan collitis pada dasarnya disesuaikan dengan gejala, tingkat keparahan serta kemungkinan penyebabnya.Apabila kucing mengalami diare yang hebat sehingga sampai mengalami dehidrasi maka diperlukan penghentian pemberian pakan selama 24 – 48 jam serta terapi larutan (infus) untuk memulihkan kondisi,apabila terdapat indikasi ada bagian usus yang rusak parah dan tidak bisa kembali, maka diperlukan operasi (dilakukan di rumah sakit atau klinik hewan) untuk membuang usus yang rusak tersebut.Apabila kondisi kucing masih cukup baik, mungkin dokter akan memberikan resep untuk diberikan dirumah.

Selain pengobatan hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemberian pakan, di pasaran saat ini tersedia pakan yang sudah diformulasikan khusus untuk penderita gangguan pencernaan, namun sayangnya produk ini mungkin lebih mahal dibandingkan pakan biasa. Selain makanan buatan pabrik, bisa juga membuat sendiri makanan untuk kucing penderita diare dari daging ayam yang direbus tanpa bumbu dan sedikit dicampur dengan nasi. Pemberian pakan dilakukan secara perlahan sambil diamati efek yang terjadi.

Resiko terjadinya collitis bisa dikurangi dengan senantiasa menjaga kebersihan peralatan, menghindarkan kucing dari memakan makanan yang sudah busuk, serta hal hal lain yang bersifat menjaga kesehatan kucing secara umum.  

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Collitis Pada Kucing

Silahkan tinggalkan komentar disini