Laryngitis, Ketika Kucing Tiba Tiba Kehilangan Suara Meongnya

Kucing memang tidak seperti burung berkicau yang dipelihara untuk didengar suaranya, namun pasti ada yang hilang ketika tiba tiba kucing kita kehilangan suara meongnya terutama jika kucing tersebut biasanya rewel dan sering mengeong. Lebih jauh lagi kehilangan suara meong menunjukkan ada yang tidak beres dengan tubuh kucing tersebut.

Salah satu penyebab hilangnya suara meong pada kucing adalah laryngitis yaitu radang pada larynx atau kotak suara dari kucing, ini adalah salah satu gejala dari beberapa penyakit seperti infeksi virus calici atau virus rhinotracheitis.

Selain hilangnya suara, pemilik kucing mungkin akan mengamati kucingnya batuk,napas berbau tidak sedap,atau keluarnya leleran dari hidung dan mata. Walaupun pada awalnya kucing akan berusaha menyembunyikan gejala sakitnya namun lama lama akan muncul juga.

Gejala laryngitis biasanya berupa : batuk kering, kepala cenderung menunduk ketika kucing dalam posisi berdiri, mulut terbuka, suara berubah, kesulitan menelan makanan, napas bau,ketika menghirup napas terdengar suara.

Pada laryngitis karena ISPA (Infeksi Saluran Napas bagian Atas) : mata dan hidung kucing nampak berair, hidung memerah dan biasanya disertai hilangnya nafsu makan.

Penyebab laryngitis bervariasi, mulai dari ISPA (Infeksi Saluran Napas bagian Atas) yang ringan,iritasi karena menghisap debu atau asap, sumbatan pada larynx atau tenggorokan, syaraf lumpuh, kanker, hyperthiroidismus. Pada kasus yang ringan biasanya laryngitis akan akan sembuh sendiri tanpa pengobatan.

Pengobatan laryngitis tergantung penyebabnya,pada kasus yang ringan dimana kucing masih mau makan dan minum mungkin saja kucing sembuh sendiri tanpa pengobatan sama sekali.Pada keadaan yang lebih serius dimana suhu tubuh kucing mengalami kenaikan (demam) dan kucing tidak mau makan maka diperlukan pemberian antibiotika untuk menghambat infeksi bakteri.Jika terdapat sumbatan pada larynx atau pada tenggorokan maka sumbatan tersebut harus dihilangkan dan biasanya ini dilakukan pada rumah sakit hewan atau klinik hewan dengan peralatan diagnosa yang memadai.

Pencegahan terhadap laryngitis karena virus (calicivirus dan rhinothracheitis virus) bisa dilakukan dengan pemberian vaksin yang biasanya dilakukan mulai usia 8 minggu. Menjaga kebersihan dan menghindarkan alergen (zat yang meyebabkan alergi), debu atau asap merupakan pencegahan yang efektif dan murah untuk mencegah laryngitis karena alergi,debu dan asap.

Walaupun pada kasus yang ringan bisa sembuh sendiri, namun tidak ada salahnya memeriksakan kucing ke dokter hewan jika dirasa ada gejala gejala laryngitis.

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Laryngitis, Ketika Kucing Tiba Tiba Kehilangan Suara Meongnya

Silahkan tinggalkan komentar disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.