Kucing Demam

Salah satu keluhan yang sering disampaikan pemilik kucing adalah: kucingnya “demam” dan nampak lesu serta tidak mau makan, biasanya pula diikuti pertanyaan “bolehkah diberi minum obat penurun panas?, berapa dosisnya?”.

Sebelum membahas demam pada kucing sebaiknya kita pahami terlebih dahulu suhu tubuh kucing normal. Kucing yang sehat mempunyai suhu tubuh antara 38⁰C– 39,2⁰C. Tempat atau titik pengukuran suhu tubuh yang paling akurat adalah melalui rektum (dengan cara memasukkan thermometer kedalam anus kucing). Saat ini terdapat thermometer infra merah yang bisa dipakai dengan cara ditembakkan ke telinga,namun sepanjang yang saya tahu – cara ini tidak seakurat pengukuran melalui rektum dan karenanya pengukuran dengan infra merah pada telinga sebaiknya di koreksi dengan menambahkan 0,6 ⁰C.

Kondisi suhu tubuh kucing diatas 39,2⁰C adalah hal yang tidak wajar namun bukan berarti selalu disebabkan demam. Suhu tubuh diatas normal bisa jadi karena demam sejati (true fever) namun bisa juga dikarenakan adanya apa yang disebut dengan hyperthermia yang disebabkan karena stress,aktivitas fisik tinggi (misalnya lari lari), suhu lingkungan yang panas atau karena serangan udara panas (heat stroke). Apabila menjumpai kucing yang ketika diukur temperatur rektalnya diatas normal namun nampak sehat maka sebaiknya pengukuran diulang dengan selang waktu 10 – 20 menit.

Pengaturan suhu tubuh kucing dilakukan oleh hypothalamus (salah satu bagian dari otak) dimana suhu tubuh diatur pada kisaran 38,3⁰C – 38,8⁰C, suhu tubuh ini disebut juga sebagai thermoregulatory set point. Pada hyperthermia setting suhu tubuh tidak dirubah, namun karena adanya peningkatan aktivitas otot, metabolisme atau karena kenaikan suhu lingkungan maka tubuh suhu tubuh kucing mengalami kenaikan. Tubuh kemudian merespon kenaikan ini dengan jalan mengeluarkan keringat, panting (megap megap), pada kucing pengeluaran keringat tidak banyak membantu menurunkan suhu tubuh karena kucing memiliki sedikit kelenjar keringat dan kebanyakan tertutup oleh rambutnya.

Berbeda dengan hyperthermia, pada keadaan “demam sejati” adanya infeksi dari luar akan mempengaruhi atau menyebabkan  perubahan set point suhu tubuh sehingga tubuh akan menyesuaikan dengan set point yang baru dengan jalan menyempitkan pembuluh darah dan juga menggigil.

Adanya respon tubuh berupa demam pada kejadian infeksi memiliki keuntungan, yatu: memudahkan mobilisasi sel darah putih (yang akan melawan infeksi), enzym pemecah protein akan lebih efektif menjalankan fungsinya, produksi interferon akan naik dan kemampuan leukosit untuk membunuh bakteri akan meningkat. Selain itu suhu tinggi juga akan menyebabkan mikroorganisme penyebab infeksi tidak dapat hidup dengan baik.

Walaupun demam mempunyai efek positif bagi tubuh akan tetapi suhu tubuh yang terlalu tinggi (diatas 41,1⁰C) memberikan efek negatif bagi tubuh kucing. Pada suhu diatas 41,4⁰C bisa dimungkinkan terjadi kerusakan otak yang bersifat permanen sehingga suhu yang terlampau tinggi harus segera diambil tindakan.

Pada demam karena infeksi diperlukan terapi atau pengobatan untuk menghilangkan penyebab infeksi.Penyebab infeksi bisa berupa virus,bakteri,jamur,parasit,tumor,proses peradangan pada organ tertentu.

Pada demam tinggi yang disebabkan oleh hyperthermia, suhu tubuh kucing bisa didinginkan dengan jalan membasahi rambutnya dengan air dingin, bisa juga dengan meletakkan kucing di dekat kipas angin untuk mendorong evaporasi, selain itu bisa dilakukan dengan meletakkan botol berisi air dingin pada ketiak atau leher kucing. Namun perlu dicatat bahwa apabila suhu tubuh kucing sudah bisa diturunkan ke level 39,4⁰C maka tindakan pendinginan harus dihentikan.

Obat obatan penurun panas untuk manusia sangat tidak dianjurkan dipakai untuk kucing karena efek samping yang tidak menguntungkan dan kalaupun sangat terpaksa harus dipakai, maka dokter akan memberikan dengan dosis yang sangat kecil dan dibawah pengawasan yang ketat.   

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Kucing Demam

6 pemikiran pada “Kucing Demam

  1. Ai berkata:

    Saya kepengennya memang di bawa ke dokter dok, tp kucing yg terinfeksi jadi 5, pasti biaya nya ga sedikit :’)
    Tapi terimakasih ya dok, sudah menjawab.

  2. Ai berkata:

    Nafsu makannya masih agak bagus dok walau sesekali.
    Kucing yg lain skrg jd ikut tertular dok. Bersin2 lalu pilek.
    Saya bingung harus ngobati gmn.. Karna ada indukan yg lg menyusui. Sudah saya pisahkan yg sakit sm yg engga

  3. Selamat sore Ai,

    Dari gejala yang disampaikan Ai, sepertinya kucing tersebut menderita infeksi saluran pernafasan yang biasanya disebabkan oleh virus – mirip namun tidak sama dengan flu pada manusia. Pada dasarnya untuk penyakit yang disebabkan virus belum ada obat yang benar benar terjamin ampuh dan pengobatan lebih banyak ditujukan untuk memperkuat tubuh dan merangsang munculnya antibodi untuk melawan virus tersebut serta mencegah terjadinya infeksi ikutan.

    Jika memungkinkan (saya harap demikian) saya sarankan untuk dibawa ke dokter hewan terdekat, namun jika belum memungkinkan untuk dibawa ke dokter saya hanya bisa memberikan informasi dan saran tambahan saja (dan bukan pengganti kunjungan ke dokter hewan):

    Pertama, usahakan dia tetap makan dan minum (terutama), jika nafsunya makannya menurun dan tidak mau makan – buatkan bubur beras yang dicampur daging ayam atau ikan tuna yang dihaluskan, buat agak encer dan berikan dalam keadaan hangat. Jika nafsu makannya tidak ada berikan menggunakan alat suntik yang dibuang jarumnya, bisa juga menggunakan pipet tetes. Berikan sedikit sedikit namun sering, pengalaman saya 3 – 5 ml setiap pemberian sebanyak 3 kali sehari akan sangat membantu. Jika mau diberi lebih dari jumlah tersebut akan lebih baik, pemberian bubur ini bukan obat namun sekedar untuk memberikan energi dan nutrisi dasar,

    Saya tidak bisa menyarankan obat obat lain karena kebanyakan obat yang diperlukan memerlukan resep dokter, namun pemberian biolisin (vitamin anak) sebanyak 0,5 ml dua kali sehari mungkin bermanfaat.

    Jika matanya meradang (memerah), obat mata untukmanusia bisa dan aman diberikan.

    Semoga membantu

  4. Ai berkata:

    Selamat sore dok.
    Kucing saya kmrn sore berantem sm induknya, trus terjatuh dari genteng. Kucing saya jantan, umur sudah mau 2 tahun.
    Pas malam, saya lihat dia kaya sesak nafas, trus bersin-bersin dan keluar cairan dr hidung nya. Kaya manusia kalo lagi flu. Apa kucing saya kena flu jg dok?
    Saya kasian, dia bernafas lewat mulut, kesusahan lewat hidung. Setiap bersin, ingusnya keluar. Hari pertama masih mau makan, kedua nafsu makannya berkurang. Lalu td saya lihat, matanya jg berair.
    Kmrn cm saya kasih madu dok. Apa ada obat lain utk mengatasinya?

Silahkan tinggalkan komentar disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.