Sembelit, Ketika Kucing Sulit Buang Air Besar

Beberapa pemilik kucing mengeluh dan mengkhawatirkan kondisi kesehatan kucingnya yang kesulitan buang air besar (sembelit), ada yang baru berlangsung satu atau dua hari namun ada pula yang sudah berlangsung lebih lama.Tentu saja pertanyaan yang umum adalah : apa yang harus dilakukan ketika menghadapi kucing yang mengalami sembelit?.

Sebelum saya membahas apa yang harus dilakukan ketika menghadapi kucing sembelit, mari kita bahas dulu apakah itu sembelit.

Sembelit atau konstipasi adalah gangguan berupa ketidakteraturan atau kesulitan pada mekanisme pengeluaran kotoran dari dalam tubuh. Sembelit bisa bersifat kronis (berlangsung dalam jangka waktu yang lama) dan bisa juga bersifat akut (berlangsung secara mendadak dan cepat). Pada sembelit, baik yang bersifat akut ataupun kronis,sistem yang berkaitan dengan pengeluaran kotoran sebenarnya masih berfungsi dan tidak hilang tetapi hanya mengalami gangguan.

Sembelit biasanya akan dapat disembuhkan dengan terapi dan perlakuan tertentu. Namun apabila setelah mendapat beberapa kali terapi ternyata kucing masih kesulitan buang air besar maka patut diduga kucing tersebut mengalami gangguan pengeluaran kotoran bersifat permanen yang disebut Obstipasi. Baik konstipasi (sembelit) maupun obstipasi yang tidak ditangani akan menyebabkan penumpukan kotoran pada usus besar (colon) dan gejala ini disebut sebagai megacolon.

Terdapat beberapa hal yang bisa menyebabkan sembelit, diantaranya:

  • Makanan : Adanya tulang atau benda keras lainnya yang tercampur dalam makanan dan masuk kedalam saluran pencernaan kucing
  • Lingkungan : Kurang bergerak, pasir toilet yang kotor atau berganti jenis (membuat kucing enggan menggunakannya), perubahan kebiasaan di lingkungannya serta adanya kucing atau hewan lain yang baru.
  • Traumatik :Adanya tulang bagian panggul yang patah atau merubah posisi, adanya abses atau luka pada bagian anus kucing.
  • Sumbatan : Terdapat sumbatan pada anus kucing yang bisa disebabkan oleh tumor, ataupun tertutup gumpalam rambut.
  • Syaraf : Gangguan syaraf karena pada tulang belakang
  • Metabolisme : Gangguan metabolisme seperti hypokalemia (kadar kalium darah yang terlalu rendah), dehidrasi, ataupun gangguan lain yang menyebabkan otot menjadi lemah.
  • Obat obatan : Beberapa obat obatan seperti antihistamine (anti peradangan) dan diuretika (untuk memperlancar kencing) mempunyai efek samping menyebabkan sembelit.

Tergantung dari penyebabnya, dokter hewan akan memberikan satu atau beberapa obat untuk kucing yang sembelit (usahakan untuk menghindari memberi obat tanpa berkonsultasi dengan dokter hewan terlebih dahulu).Pada kasus yang masih ringan dan baru, biasanya pemberian makanan yang berserat disertai banyak minum akan bisa menyelesaikan masalah.

Pada kasus yang tidak bisa diselesaikan dengan pemberian makanan berserat, maka penggunaan enema berupa air hangat yang dimasukkan ke anus akan dilakukan untuk membuat kucing kembali lancar buang air. Selain air hangat bisa juga menggunakan minyak nabati.

Selain pemberian enema juga dimungkinkan pemberian laksatif (obat untuk melunakkan kotoran)yang diberikan melalui mulut, misalnya sirup laktulosa. Obat ini akan membantu melunakkan kotoran, pada saat kotoran sudah lunak dan kucing biasa buang air dengan lancar pemberian obat harus dihentikan.

Apabila sembelit sudah terlalu lama dan kotoran menyumbat di anus sudah mengeras akan dilakukan pengeluaran kotoran secara manual dan biasanya kucing harus dibius terlebih dahulu.

Sangatlah penting bagi kita untuk mengamati kebiasaan kucing buang air besar maupun kecil sehingga akan mudah mendeteksi jika terjadi hal hal yang tidak normal untuk segera berkonsultasi dengan dokter hewan terdekat.

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Sembelit, Ketika Kucing Sulit Buang Air Besar

Silahkan tinggalkan komentar disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.