Perilaku Destruktif Pada Kucing

Dua macam perilaku destruktif atau merusak yang paling umum pada kucing adalah : kebiasaan mencakar perabot atau alat alat rumah tangga dan kebiasaan memakan benda benda yang bukan untuk dimakan ( misalnya pita, kabel,kaos kaki, dll).

Mencakar perabot rumah seperti meja dan kursi dan terkadang juga sepatu,sandal atau tas bisa jadi merupakan ekspresi kucing untuk menunjukkan kepemilikan atas benda atau wilayah disekitar benda tersebut, dengan mencakar kucing seolah olah ingin mengatakan bahwa benda yang dicakar tersebut adalah miliknya. Sebagaimana kita ketahui di sekitar tapak kucing terdapat kelenjar bau yang akan memberi tanda berupa bau dan goresan pada benda benda yang yang disentuhnya. Dengan kata lain mencakar adalah salah satu cara kucing untuk menandai wilayahnya.

Penyebab lain kucing suka mencakar adalah naluri alaminya untuk memotong dan mengasah kukunya.Sebagai binatang pemburu yang handal kuku yang tajam dan efektif adalah peralatan penting untuk berburu sehingga kucing selalu berusaha untuk mengasah kukunya supaya tetap tajam namun dan terlalu panjang yang akan menyulitkannya untuk berjalan atau berlari.

Untuk mencegah perilaku mencakar yang tidak pada tempatnya ini, sebaiknya kucing diberi media untuk mencakar cakar, saat ini banyak tersedia tiang cakaran (scratching post)baik yang berbentuk tiang ataupun yang dikombinasi dengan rumah kucing (cat condo).Untuk menghentikan kebiasaan kucing yang terlanjur suka mencakar cakar tersebut bisa dilakukan dengan memberi tanda tepuk tangan atau dengan menembak kucing dengan pistol air ketika melihat kucing berperilaku destruktif. Terdapat juga produk berupa sarung kuku kucing yang terbuat dari plastik (cat vinyl claw cover) sebagai penutup dari kuku kucing sehingga menghambat keinginan mencakar cakar. Sangat dianjurkan untuk mulai mengenalkan kucing pada “tiang cakaran” sedini mungkin.

Perilaku lain yang merusak adalah kebiasaan memakan benda benda yang sebenarnya bukan makanan seperti kabel telepon, pita, kaos kaki, kayu,plastik,dll. Perilaku ini lebih cenderung terjadi pada kucing kucing ras oriental seperti kucing siam. Untuk mengatasinya bisa dilakukan dengan menambah kandungan serat pada pakannya atau dengan menyediakan taman ramah kucing sehingga kucing bisa bermain main dan menggigit gigit serta mengunyah rumput atau tanaman kecil yang ada.   

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Perilaku Destruktif Pada Kucing

Silahkan tinggalkan komentar disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.