Meminumkan Tablet Pada Kucing

Memberikan tablet pada kucing tidaklah semudah memberikan tablet pada anjing. Pada anjing seringkali tablet cukup diberikan dengan tangan melalui mulut dan langsung dikunyah, atau tablet dimasukkan kedalam potongan makanan. Beberapa kucing mau minum obat dengan trik ini, akan tetapi tidak semua kucing mau. Seringkali memberikan obat pada kucing menjadi hal yang sulit bagi pemilik kucing, apalagi ketika harus memberikan obat yang macamnya lebih dari satu atau harus diberikan beberapa kali dalam satu hari. Jika merasakan hal demikian, tidak perlu merasa aneh karena memang ada kucing yang sangat sulit sekali diberi obat bahkan oleh dokter hewan sendiri.

Bagaimana metode yang baik untuk memberi tablet pada kucing?

Melalui mulut. Tablet diletakkan di mulut kucing dekat pangkal lidah dengan harapan kucing akan segera menelan tablet tersebut. Hal ini kedengarannya mudah, terutama untuk kucing yang penurut.

Lebih kurang 25% kucing, tergolong kucing sangat penurut dan dapat dengan mudah diberi tablet dengan cara meletakkan tablet pada pangkal lidah. Sekitar 50% kucing bisa diberi minum tablet dengan cara demikian namun membutuhkan ketrampilan khusus dalam memberikannya. Sedangkan 25% sisanya tergolong sebagai kucing yang sangat sulit  atau tidak bisa diberi obat dengan cara demikian ( tanpa pemaksaan yang membuat stress kucing serta pemiliknya). Menghadapi hal demikian, cara cara dibawah boleh dicoba:

  1. Bersikaplah rileks dan berpikir positif bahwa kucing hal ini akan bisa dilakukan.
  2. Jika ada orang lain yang bisa dimintai tolong, mintalah orang tersebut untuk memegang dan menahan bahu kucing, dudukkan siku kucing pada posisi rileks.Fokuskan pada kaki depan supaya tidak bebas bergerak.
  3. Pegang tablet dengan jari atau dengan pinset plastik.
  4. Dengan tangan kiri ( atau sebaliknya pada mereka yang kidal) pegang kepala kucing dan posisikan kepala menengadah keatas membentuk sudut 45 derajat.
  5. Sentuhkan tangan atau jari  yang memegang obat pada mulut kucing dekat dengan gigi taring, biasanya mulut kucing akan terbuka sendiri tanpa banyak memaksa.
  6. Tarik kepala ke belakang sedikit lagi selama beberapa detik, jatuhkan tablet pada lidah bagian tengah.
  7. Biarkan mulut kucing tertutup selama beberapa detik.
  8. Apabila kucing menjilat jilat hidungnya, berarti pemberian tablet tersebut berhasil.
  9. Tablet yang diludahkan berarti pemberian tidak berhasil.
  10. Apabila gagal pada percobaan pertama, tidak perlu terburu buru untuk mengulangi lagi karena tablet sudah menjadi basah dan kucing menjadi lebih stress dan rewel serta cenderung makin keras penolakannya, tunggu beberapa saat.

Sebagai catatan, jangan mencoba melontarkan atau menjatuhkan tablet di bagian belakang mulut kucing karena kucing memiliki laring yang sensitif dan mudah kejang yang tentu saja berbahaya bagi kucing.

Memberikan tablet melalui atau dengan menyembunyikan didalam makanan bisa menjadi alternatif untuk kucing yang rewel atau apabila kesulitan dengan cara diatas. Biasanya obat tidak terpengaruh apabila dicampur dengan makanan, namun sangat dianjurkan untuk memastikannya dengan dokter hewan terlebih dahulu.

Ada kemungkinan kucing akan memakan makanannya namun tidak obatnya, untuk itu hal hal tersebut dibawah harus diperhatikan:

  1. Kemungkinan keberhasilan akan lebih tinggi pada kucing yang lapar. Apabila kucing biasa mendapat makanan secara terus menerus, ambilah makanan tersebut untuk beberapa waktu supaya kucing merasa lapar terlebih dahulu pada saat pemberian tablet.
  2. Tablet lebih muda disamarkan pada makanan yang basah. Apabila kucing tidak terbiasa makan makanan basah bisa dicoba diberi makanan kalengan untuk manusia seperti sarden, tuna, dll.
  3. Hancurkan tablet dengan menggunakan dua buah sendok.
  4. Campurkan tablet yang sudah dihaluskan tersebut dengan segumpal makanan basah yang akan diberikan.
  5. Berikan pada kucing.
  6. Apabila kucing mau memakannya, berikan tambahan makanan basah lagi namun tanpa diberi obat.
  7. Apabila kucing curiga atau pintar, sebelum diberi obat yang dicampur dalam makanan, berikan makanan tanpa obat terlebih dahulu.

Terdapat kemungkinan kucing harus diberi lebih dari satu macam obat secara bersamaan. Pada keadaan seperti ini biasanya dokter hewan akan mencampur obat terlebih dahulu dan mmasukkan dalam kapsul kosong. Obat ini dirancang untuk satu individu kucing secara tersendiri.

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Meminumkan Tablet Pada Kucing

Silahkan tinggalkan komentar disini