Neonatal Isoerythrolysis Pada Kucing

Penyakit ini disebut juga hemolytic anemia, sesuai dengan namanya maka penyakit ini berkaitan dengan anak kucing yang baru lahir dan juga berkaitan dengan darah. Lebih tepatnya ini merupakan keadaan dimana anak kucing yang baru lahir (dan sedang menyusu induknya) mengalami anemia karena darahnya “dimakan” oleh antibodi (zat kebal) yang terdapat dalam air susu induknya.

Sebagaimana diketahui, kucing mempunyai tiga macam golongan darah: A,B dan AB. Apabila seekor kucing betina dengan golongan darah B kawin dengan kucing jantan dengan golongan darah A dan melahirkan anak kucing dengan golongan darah A maka anak kucing tersebut berpotensi terkena neonatal isoerythrolysis.

Secara alami, semua kucing dengan golongan darah B pada usia tiga sampai empat bulan akan memiliki antibodi (zat kebal) terhadap golongan darah A, walaupun kucing tersebut tidak pernah terpapar dengan golongan darah A sama sekali. Sehingga apabila kucing tersebut menyusui anaknya, maka kolustrumnya (air susu awal)juga akan mengandung antibodi terhadap golongan darah A. Akibatnya jika kucing betina dengan golongan darah B melahirkan anak dengan golongan darah A maka anak kucing akan mendapat antibodi tersebut ketika menyusu induknya, dengan kata lain darah anak kucing yang baru lahir akan “diserang” oleh antibodi yang didapat dari induk melalui air susunya.

Gejala yang nampak dari neonatal isoerythrolysis adalah anak kucing menjadi lemah , jaundice (biasa dikenal sebagai penyakit kuning)dan air kencingnya berwarna kemerahan (karena adanya hemoglobin dalam air kencingnya). Terkadang satu satunya gejala yang nampak adalah matinya jaringan di bagian ujung ekor kucing. Sayangnya ketika gejala mulai tampak, biasanya sudah terlambat untuk menyelamatkan nyawa si anak kucing tersebut. Anak kucing penderita neonatal isoerythrolysis akan mengalami kematian dalam waktu beberapa jam atau beberapa hari saja.

Apabila diketahui anak kucing yang baru lahir berpotensi menderita penyakit ini maka tindakan pertama dan paling utama adalah meyapih atau memisahkan sang anak dari induknya dengan tujuan supaya si anak kucing tidak minum air susu dari induknya yang mengandung antibodi terhadap golongan darah A.  Untuk mengganti darah yang hilang, secara teoritis anak kucing bisa mendapat transfusi darah dari induknya namun darah tersebut harus dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan antibodi yang ada, walaupun secara teknis dimungkinkan – akan tetapi cara ini tidaklah praktis diterapkan dan biasanya angka keberhasilannya sangat rendah. Apabila kucing betina induk tersebut melahirkan lagi (dengan jantan yang sama), maka anak anaknya harus langsung disapih begitu lahir.

Untuk mencegah penyakit ini terjadi, maka sebaiknya sebelum mengawinkan kucing diketahui dulu golongan darah. Adapun golongan darah B biasanya terdapat pada kucing jenis British Shorthair, Cornish Rex, Devon Rex, juga Persia,serta beberapa kucing ras lain . Sedangkan kucing lokal di Indonesia, sebagaimana dengan kucing siam kemungkinan besar (hampir 100%) memiliki golongan darah A. Artikel mengenai golongan darah bisa dilihat disini.

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Neonatal Isoerythrolysis Pada Kucing

Silahkan tinggalkan komentar disini