Mengobati Abses Pada Kucing

Abses adalah benjolan atau pembengkakan dibawah kulit yang menyebabkan rasa sakit. Pada kucing abses ini sering terjadi di sekitar kepala, kaki depan, ekor, atau sekitar pinggang.Luka tusuk karena gigitan kucing lain ketika berkelahi, tertusuk benda tajam seperti kawat dan sebagainya merupakan penyebab umum terjadinya abses pada kucing. Kucing jantan yang tidak dikebiri lebih sering terkena abses karena berkelahi dengan jantan lainnya.

cat fighting
Perkelahian antar kucing sering menjadi penyebab munculnya abses

Penyebab lain dari abses yang persisten (bertahan lama) adalah adanya benda asing di bawah kulit misalnya, adanya peluru senapan angin,patahan gigi kucing lain yang menggigit, serpihan kaca atau kawat yang tertinggal dibawah kulit. Benda benda ini merupakan sumber iritasi yang permanen dan menyebabkan infeksi dan akhirnya muncul nanah.

Setelah terjadi gigitan atau tusukan, abses memerlukan waktu beberapa hari untuk muncul, sebelum nampak adanya benjolan kucing akan nampak lesu, tidak nafsu makan, dan terkadang suhu badannya meninggi. Perlahan lahan daerah kulit yang terkena akan menjadi lunak, kulit menipis dan mulai muncul benjolan dengan warna yang berbeda dengan warna kulit disekitarnya. Pada area yang terkena terkadang rambut tampak menipis, namun yang paling sering adalah kulit menjadi lebih sensitif (apabila disentuh kucing akan bereaksi menolak).

Benjolan abses ini akan membesar dan ketika puncaknya tercapai, akan pecah serta mengeluarkan cairan nanah yang berwarna kekuningan dan berbau busuk. Pecahnya abses akan meredakan gejala namun kucing menjadi tampak kotor dan menjadi tidak nyaman.

Abses tidaklah berbahaya dalam pengertian tidak akan mengancam jiwa kucing penderita secara langsung, akan tetapi adanya abses perlu untuk diobati dengan benar akan kucing tidak merasa menderita dan tidak menyebabkan problem yang lebih besar (infeksi sekunder).

Tentu saja tindakan yang paling aman adalah membawa ke dokter hewan, akan tetapi apabila karena satu dan lain hal tidak memungkinkan dibawa ke dokter hewan maka beberapa tindakan berikut bisa dipakai sebagai acuan untuk melakukan pengobatan sendiri di rumah.

Pada prinsipnya abses perlu dirangsang untuk segera matang dan pecah, dan setelah abses pecah – kulit dihindarkan menutup sebelum infeksi yang ada di bawahnya diobati terlebih dahulu. Apabila menutup sebelum infeksi terobati, maka proses pengobatan harus diulang kembali.

Untuk mempercepat proses pematangan dan pecahnya abses bisa dilakukan dengan kompress areal yang membengkak dengan air hangat. Rendahlam kapas,kain kasa atau kain bersih ke dalam air hangat dan tempelkan ke daerah yang membengkak selama 5 – 10 menit sebanyak 3 sampai 4 kali sehari.

Setelah pecah dan nanah keluar maka luka perlu dibersihkan secara rutin 3 sampai 4 kali sehari dengan menggunakan larutan antiseptik, misalnya rivanol, larutan betadine atau bisa juga membuat sendiri larutan antiseptik dari daun sirih yang direndam air hangat, alternatif lainnya dengan membuat larutan garam dengan mencampur setengah sendok teh garam tanpa yodium dengan 500 ml air hangat.

Pemberian larutan antiseptik bisa dilakukan dengan menempelkan kain kasa yang sudah dibasahi larutan antiseptik atau dengan menyemprot menggunakan semprotan kebun. Tindakan ini biasanya dilakukan selama beberapa hari. Apabila kucing melawan ketika diobati maka hentikan terlebih dahulu tindakan ini (jangan dipaksa supaya kucing tidak stress), apabila kucing sudah lebih tenang ulangi lagi dengan lebih lembut sampai kucing menjadi terbiasa dan tidak melawan.

Apabila kucing terus melawan, biasanya bantuan satu orang lagi untuk memegang dan menenangkan kucing akan sangat berarti. Akan tetapi apabila terus menerus melawan dan tidak mungkin melakukan pengobatan sendiri atau pada keadaan dimana lukanya tidak kunjung sembuh maka jangan ragu untuk  minta bantuan dokter hewan.

Pada keadaan abses besar dan tidak kunjung pecah, dokter hewan mungkin akan melakukan operasi kecil untuk mengeluarkan cairan nanah didalamnya dan juga memberikan pengobatan  antibiotik untuk mengobati infeksi. Pada keadaan kucing yang tidak bisa tenang atau terdapat benda asing didalam kulit kucing yang harus dikeluarkan, mungkin diperlukan pembiusan total dan kucing mungkin harus menginap di klinik selama beberapa hari.

catatan: 
foto milik Nathan Vaught dari flikcr.com/ CC BY ND 2

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Mengobati Abses Pada Kucing

210 pemikiran pada “Mengobati Abses Pada Kucing

  1. Syarifah Rachmawati berkata:

    Dok, kalo misalnya bolongan sudah rada membesar dan dalam apa musti lakukan tindakan operasi dan di jahit? Untuk biaya perkiraan sekitar berapa?

  2. Aris Baskoro berkata:

    @Lim

    Untuk yang sudah pecah, bisa dikompress dengan antiseptik misanya Rivanol, tempelkan kain kasa yang sudah dibasahi larutan antiseptik selama 5 menit – dua kali sehari.

    Sedangkan yang belum pecah, bisa dibantu mempercepat proses pematangannya dengan mengkompres kain kasa yang dilembapkan dengan air hangat.

    Apabila sudah nampak matang dan abses tidak terlalu besar ,bisa dipecah dengan menusukkan jarum bersih dan steril.

  3. Lim berkata:

    Dok, kucing saya baru berusia 1 bulan, beberapa hari sebelumnya tidak mau makan makanan lain selain asi, sementara saudaranya sudah mulai belajar makan, sehingga badannya sangat kurus sekali. Minggu lalu di bagian ketiak kiri warna kulit dari putih berubah jadi pink lalu membesar seperti berisi cairan. Senin kemarin muncul lagi diketiak sebelah kanan dengan gejala serupa. Hari ini benjolan di ketiak kiri pecah dan mengeluarkan nanah kuning tapi baru keluar sebagian. Yang ingin saya tanyakan apa yang harus saya lakukan pada bagian gelembung yang sudah mengeluarkan nanah sebagian?? Untuk bagian yang belum pecah apakah bisa saya pecahkan sendiri atau tidak perlu?? Terima kasih dok

  4. Aris Baskoro berkata:

    Pada abses yang tidak parah, dokter hewan mungkin hanya perlu memberi antibiotika saja, namun untuk abses yang lebih parah mungkin diperlukan untuk mengeluarkan nanahnya atau bahkan mencabut giginya dan ini memerlukan tindakan anstesi (pembiusan)

Silahkan tinggalkan komentar disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.