Merawat Kucing Yang Sakit di Rumah

Kucing yang sakit atau sedang dalam masa penyembuhan membutuhkan tempat yang tenang dan bersih, tidak terpapar matahari langsung dan terhindar dari gangguan binatang lain atau bahkan dari anak anak yang penuh rasa ingin tahu.

Temperatur ideal untuk kucing yang sakit adalah suhu kamar yang hangat, hal ini bisa didapat dengan memberi alas tidur dengan selimut dan apabila diperlukan bisa dihangatkan dengan meletakkan botol yang berisi air panas.

Pakan sebaiknya ditempatkan di tempat yang mudah terlihat dan terjangkau.Demikian juga harus cukup tersedia air bersih dan kotak pasir (litter box).

Karena kucing sakit biasanya mempunyai nafsu makan yang rendah, ada kemungkinan mereka akan menolak (tidak mau makan) makanan yang biasa diberikan. Apabila terjadi hal demikian, tidak perlu memaksa kucing untuk memakannya dan sebagai alternatifnya bisa dicoba beberapa alternatif berikut:

  • Ikan Tuna
  • Ikan kaleng yang berbau menyengat
  • Daging yang diasap
  • Udang
  • Ayam atau ikan yang direbus
  • Makanan khusus yang disarankan dokter hewan.

Menghangatkan pakan, akan membantu merangsang nafsu makan kucing. Secara rutin (sebaiknya setiap jam) kucing perlu ditengok untuk mengamati hal hal berikut:

  • Frekuensi muntah atau buang air besar
  • Kapan keluarnya tinja dan kencing yang normal
  • Kuantitas makanan dan minuman yang dikonsumsi
  • Frekuensi nafas dan apakah ada tanda tanda bernafas secara tidak normal
  • Tingkah lakunya secara umum dan respon terhadap rangsangan yang diterima
  • Gejala lain yang nampak.

Kucing yang sakit biasanya sangat suka diusap dan disentuh dengan lembut serta dibersihkan mulut, mata dan hidungnya dengan kain atau kapas yang dibasahi dengan air hangat. Hal ini juga membantu kucing untuk merangsang refleksnya, banyak kucing yang kemudian mau makan setelah mendapat terapi atau sentuhan demikian.

Sangatlah penting bagi kucing yang sakit untuk mengkonsumsi dalam jumlah yang tepat dan dengan cara dan waktu yang benar sesuai petunjuk dari dokter hewan, biasanya petunjuk pemakaian sudah tertempel pada label kemasan obat tersebut. Apabila dirasa kurang, jangan ragu untuk bertanya dan memastikannya.

Apabila dirasa ada kesulitan dalam pemberian obat, sebaiknya didiskusikan di depan dengan dokter hewan. Dimungkinkan dokter hewan akan memberikan obat yang berbeda pemberiannya misalnya dengan memberikan suntikan yang efektif untuk beberapa hari sehingga pemilik tidak perlu memberikan sendiri dirumah atau dengan tablet yang bentuknya berbeda atau bahkan menitipkan kucing ke rumah sakit atau klinik hewan.

Pastikan obat disimpan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak anak serta binatang lainnya.Beberapa obat harus disimpan dalam lemari pendingin setelah dibuka kemasannya.

Ada kemungkinan lupa memberikan obat pada jadwal yang ditentukan, Sifat obat yang bermacam macam dimana terdapat obat yang tidak perlu diberikan apabila terlupa,ada juga obat yang apabila terlupa harus segera diberikan ketika teringat, atau ada juga obat yang ketika terlupa harus diberikan bersamaan dengan jadwal pemberian obat berikutnya. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter hewan jika mengalami hal demikian dan cara yang tepat untuk melakukan koreksi serta jangan memberikan obat dengan dosis berganda sebelum berkonsultasi dengan dokter hewan. Apabila kesulitan menghubungi dokter hewan, maka biasanya pilihan pertama ( tidak perlu diberikan ketika terlupa) adalah pilihan yang aman.     

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Merawat Kucing Yang Sakit di Rumah

Silahkan tinggalkan komentar disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.