Perilaku Grooming Pada Kucing

Secara harfiah grooming berati “mendandani” atau “merias”. Bagi penggemar kucing saat ini kata grooming tentulah tidak asing dan sering di asosiasikan dengan membawa kucing ke pet shop atau jasa profesional lainnya untuk dimandikan,dicukur,disisir,dibersihkan mata dan telinganya, potong kuku dan sebagainya. Apakah grooming seperti ini mutlak perlu dilakukan dan kenapa kucing jalanan, kucing kampung  atau kucing di alam bebas (termasuk yang berambut panjang) bisa hidup tanpa bantuan grooming dari manusia?  

self grooming
Kucing berambut pendek dan kucing berambut panjang alami bisa bertahan hidup tanpa bantuan grooming dari manusia

Rambut kucing secara reguler rontok dan berganti dengan rambut yang baru, rambut yang rontok apabila tidak dibersihkan akan menjadi kusut dan menjadi tempat yang baik bagi kuman, kutu dan jamur berkembang biak. Rambut yang rontok apabila tertelan oleh kucing juga akan terakumulasi dalam perut membentuk gumpalan yang biasa disebut hairball yang bisa menyumbat saluran pencernaan kucing serta pada kondisi yang parah bisa menyebabkan kematian.

Menyikat atau menyisir rambut kucing akan membantu membersihkan rambut yang rontok dan karenanya mengurangi resiko tertelan, menyikat rambut juga membantu membersihkan telur kutu dan serpihan kulit (dander)yang ada pada tubuh kucing, dander ini yang seringkali menyebabkan gatal pada kulit manusia yang alergi pada kucing. Selain menjadikan kucing lebih bersih dan cantik, grooming juga menjadikan kucing lebih sehat termasuk lebih sehat bagi manusia disekitarnya.

Kucing jalanan dan kucing yang berambut pendek tidak memerlukan bantuan manusia untuk grooming. Demikian juga dengan kucing yang berambut panjang secara alami seperti kucing maine coon, angora, somali sebenarnya juga mampu melakukan grooming sendiri tanpa bantuan manusia,kucing kucing ini bisa bertahan hidup walaupun tanpa bantuan grooming dari manusia. Hal ini berbeda dengan kucing persia modern dan kucing lain yang merupakan hasil pemuliaan (breeding program) mutlak memerlukan bantuan manusia untuk grooming, tanpa dibantu manusia untuk melakukan grooming – kucing hasil pembibitan atau pemuliaan modern tidak akan bisa bertahan hidup.

Walaupun bisa melakukan grooming sendiri, namun bukan berarti kucing berambut pendek serta kucing berambut panjang yang alami tidak boleh di grooming. Grooming pada kucing tersebut juga bermanfaat dan dianjurkan untuk dilakukan, namun tidak perlu sesering kucing persia diman perlakukan grooming seminggu sekali sudah lebih dari cukup untuk kucing berambut pendek.

Kucing melakukan grooming sendiri (self grooming) dengan pola yang teratur dan konsisten. Biasanya dimulai dengan menjilat tapaknya yang kemudian mengusapnya pada area sekitar hidung, naik ke atas di sekitar mata, dilanjutkan sekitar telinga dan diakhiri dengan menjilat jilat bagian badan yang lain. Self grooming biasanya diakhiri dengan menjilat jilat celah antar jari. Self grooming ini biasanya dilakukan setelah kucing bangun dari tidurnya atau setelah dipegang manusia.

Kucing yang tinggal dalam satu kelompok dengan kucing lain juga biasa saling menjilat satu sama lain. Adalah normal kucing yang saling menjilat dengan lembut namun kemudian berubah menjadi saling memukul atau menyerang dan diakhiri dengan pergulatan antar kucing.

Apabila seekor kucing sudah biasa melakukan self grooming namun tiba tiba tidak mau melakukannya maka hal ini merupakan indikasi ada yang tidak beres dalam sistem tubuh kucing yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Perilaku Grooming Pada Kucing

Silahkan tinggalkan komentar disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.