Obesitas Pada Kucing

Biasanya kucing yang berusia kurang dari empat bulan sebaiknya diberi makan minimal empat kali sehari, setelah itu kucing cukup diberi makan dua kali sehari. Banyak pemilik kucing yang memberikan pakan utama dua kali sehari dan diantaranya diselingi dengan makanan kecil beberapa kali dan bahkan ada yang terus menerus diberikan sepanjang hari.

kucing bermain
Alat permainan kucing sederhana dan dibuat sendiri seperti bola kertas yang digantung bisa membantu kucing untuk aktif bergerak

Seperti juga pada manusia, kucing bisa mengalami obesitas, suatu keadaan dimana terjadi penumpukan lemak pada tubuh. Resiko obesitas lebih banyak terjadi pada kucing berusia 5 – 10 tahun, dikebiri, dan diberi makan secara berlebihan serta tinggal di dalam rumah (indoor).

Kucing yang bergerak aktif di dalam dan diluar rumah, jarang sekali mengalami kegemukan. Kejadian kucing yang kegemukan biasanya terjadi karena kucing jarang bergerak atau beraktivitas. Sangatlah penting untuk kucing kegemukan untuk segera di buatkan program pengurangan berat badan karena kegemukan mempunyai banyak efek negatif di antaranya membatasi gerakan kucing dan memperpendek umur kucing karena kegemukan bisa memicu penyakit penyakit seperti: diabetes mellitus, kesulitan bernafas, dan radang sendi (arthritis).

Karena terdapat berbagai ras kucing dengan berat badan yang bervariasi, maka tidak tepat untuk menentukan ada atau tidaknya obesitas hanya berdasarkan berat badan. Kucing maine coon misalnya secara normal mempunyai bentuk tubuh yang besar dengan berat badan melebihi rata rata jenis kucing lainnya. Sebagai gambaran umum, beberapa ciri ciri dibawah ini  bisa dijumpai pada kucing yang mengalami kegemukan:

  1. Kesulitan Bernafas yang ditandai dengan  suara yang keras ketika bernafas.
  2. Menjadi kurang aktif dan malas bergerak: adalah hal yang normal apabila semakin tua usia kucing semakin malas bergerak namun apabila kucing yang masih belum tua tetapi nampak malas bergerak (misalnya tidak suka bermain main atau melompat) seperti kucing pada umumnya bisa jadi itu salah satu gejala obesitas.
  3. Kulit berminyak dan berketombe: Obesitas akan menyebabkan kucing sulit bergerak termasuk menjadi sulit untuk untuk grooming (membersihkan bulunya sendiri) sebagai akibatnya kondisi kulit dan rambut menjadi buruk, kotor, berminyak dan berketombe.
  4. Sembelit dan gangguan saluran perkencingan : Kucing yang obesitas akan mempunyai beban berat pada tulang belakang dan sendinya sehingga bisa mengalami kesulitan untuk jongkok atau menjilat (membersihkan) anusnya sendiri, akibatnya bisa mudah mengalami kesulitan buang air besar dan terkena infeksi saluran kencing.
  5. Kucing dengan berat badan normal apabila diraba bagian dadanya akan terasa adanya tulang rusuk, sedangkan pada kucing yang mengalami obesitas tulang rusuk tidak mudah teraba dikarenakan adanya timbunan lemak.
  6. Pada kucing dengan berat badan normal pada saat dilihat dari atas akan nampak bahwa bagian tubuh antara tulang rusuk dan pinggul cenderung (menekuk)masuk ke dalam  dan apabila dilihat dari samping maka bagian bawah perut mulai dari tulang rusuk sampai ke panggul cenderung sejajar. Pada kucing obesitas, bagian tubuh antara rusuk dan pinggul tidak nampak menjorok ke dalam dan jika dilihat dari samping bagian bagian bawah perut kelihatan makin mendekati pinggul akan nampak makin menggantung.

Untuk penanganan kucing kegemukan ,sangat disarankan untuk berkonsultasi pada dokter hewan. Biasanya kucing yang kegemukan akan disarankan untuk diberi pakan yang rendah kalori dan secara rutin ditimbang untuk mengetahui apakah sudah terjadi penurunan berat badan. Apabila berat badan tidak menurun maka bisa dilanjutkan dengan mengurangi kuantitas pemberian pakannya. Namun demikian penurunan berat badan secara cepat harus dihindari karena bisa menyebabkan munculnya penyakit yang disebut hepatic lipidosis (fatty liver). Penurunan berat badan yang tidak mengganggu kesehatan berkisar antara dua ratus sampai empat ratus gram per bulan.

Semakin gemuk seekor kucing maka semakin sulit dia bergerak. Pemilik kucing seperti ini sangat dianjurkan untuk mulai mengajak kucingnya bermain main. Alat permainan yang sederhana dan dibuat sendiri seperti bola kertas yang digantung pada seutas tali atau benang biasanya mudah menarik perhatian kucing. Perlu dipahami ketika mengajak kucing bermain bahwa kucing yang tadinya diam, tidak akan langsung melompat untuk menangkap  bola tersebut atau mau bermain main dalam jangka waktu yang lama, berikan waktu untuk beradaptasi dan bermain main dalam periode yang lebih pendek.

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Obesitas Pada Kucing

Silahkan tinggalkan komentar disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.