Mengenal Penyakit Kucing Feline Infectious Peritonitis

Feline Infectious Peritonitis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan bisa dijumpai di seluruh dunia dengan akibat yang “hampir dipastikan fatal”. Penyakit ini disebabkan oleh virus feline coronavirus (FcoV), sebenarnya virus ini umum  dijumpai pada kucing rumahan, dimana diperkirakan pada  25%-40% kucing rumahan bisa didapati virus ini.Pada kondisi multiple cat (dalam satu rumah terdapat lebih dari satu kucing) virus ini bisa didapati pada  sekitar 90% kucing.Pada manusia coronavirus adalah penyebab yang paling umum dari gejala flu,namun perlu dicatat bahwa virus yang menyerang kucing dan menyerang manusia adalah berbeda dan tidak saling menularkan antara kucing dan manusia (demikian juga sebaliknya).

FIP2
Gejala FIP tidak menciri dan banyak kemiripan dengan gejala penyakit lain, salah satunya mata berair

Pada kebanyakan kejadian adanya virus FCoV pada kucing tidak menimbulkan gejala yang menonjol sehingga seringkali tidak teramati, biasanya hanya berupa diare ringan yang sembuh sendiri terkadang disertai gejala syaraf seperti berjalan sempoyongan namun kucing masih memiliki nafsu makan yang baik. Virus terutama berbiak pada saluran pencernaan kucing dan disebarkan melalui tinja. Pada udara terbuka  FCoV bisa bertahan 3-7 minggu. Kucing menjadi tertular virus ini ketika saling menjilat, tertular melalui litter box (kotak pasir) yang dipakai bersama atau melalui peralatan yang tercemar.Pada keadaan tertentu virus ini bermutasi menjadi strain yang berbahaya yang menyebabkan Feline Infectious Peritonitis (FIP).

Strain virus FCoV yang sudah bermutasi dan kemudian menimbulkan infeksi pada saluran pencernaan diberi nama feline enteric coronavirus atau FECV,virus ini pada saat terjadi infeksi dan berbiak di dalam usus  bisa mengalami mutasi menjadi strain lain yang sangat ganas yang disebut strain feline infectious peritonitis virus (FIPV).FIPV ini merupakan strain yang sama sekali berbeda dengan FECV karena tidak lagi berbiak didalam usus tetapi sudah menyerang makrofag (salah satu  dari sistem kekebalan tubuh).Virus FIPV ini menyebar ke seluruh tubuh dan apabila kucing tidak memiliki sistem kekebalan yang baik maka gejala klinis FIP akan muncul.

Tingkat keparahan dan gejala kucing yang terinfeksi virus ini dipengaruhi oleh beberapa hal,yaitu: umur kucing,status kekebalan kucing,jumlah virus dan strain virus yang menginfeksi.

yang paling rentan oleh infeksi ini adalah kucing muda yang berusia kurang dari dua tahun dan juga kucing tua yang sudah berumur lebih dari 10 tahun. Hal ini dikarenakan pada usia usia tersebut sistem kekebalan tubuh belum optimal (pada kucing muda)atau sudah menurun (pada kucing tua).

Apabila kucing mempunyai status kekebalan yang kuat maka virus akan ditangkal dan tidak bisa masuk kedalam tubuh, sedangkan apabila kekebalan berada pada status sedang maka virus bisa masuk tubuh namun tidak sampai menimbulkan gejala klinis.Pada kucing dengan tingkat kekebalan rendah maka virus akan masuk dan akan muncul gejala klinis yang ringan (bentuk kering) sedangkan pada kucing dengan tingkat kekebalan yang sangat rendah maka virus akan masuk dan menimbulkan gejala klinis yang parah.

Gejala klinis dari FIP tidaklah spesifik dan banyak memiliki kemiripan dengan penyakit yang lain, hal ini tentu saja mempersulit diagnosa. Pada dasarnya gejala klinis dari FIP bisa dikategorikan menjadi 2 macam : tipe kering dan tipe basah. Pada beberapa kasus terdapat kombinasi dari tipe kering dan tipe basah.

Pada FIP tipe kering kejadian biasanya berlangsung lama dan tidak teramati, begitu muncul gejala klinis biasanya perubahan berlangsung secara cepat. Pada keadaan ini virus menyebar ke berbagai organ tubuh seperti otak, mata, liver (hati), ginjal, dll. Peradangan pada mata akibat virus ini biasanya terjadi pada 30% kejadian,demikian juga peradangan pada otak terjadi 30% dari kasus.Gejala yang muncul berupa gejala umum seperti berat badan turun, tidak mau makan, lemah, bulu kusam serta pada kasus yang menyerang mata mengakibatkan mata berair dan pada kasus yang menyerang otak akan muncul gejala syaraf seperti kucing menjadi gemetaran, sempoyongan dan inkoordinasi.Biasanya setelah gejala klinis teramati, penyakit akan berkembang dengan cepat.

Pada FIP tipe basah ciri ciri yang menonjol adalah adanya timbunan cairan didalam rongga perut (sehingga kucing nampak gendut) atau pada rongga dada yang mengakibatkan kesulitan bernafas. Selain itu semua gejala pada tipe kering juga bisa diamati pada tipe basah. Diduga tipe basah terjadi apabila kucing mempunyai kekebalan tubuh yang sangat lemah.

Dokter hewan biasanya melakukan diagnosa berdasar gejala klinis yang nampak dipadukan dengan riwayat penyakit serta apabila dimungkinkan didasarkan pada hasil pemeriksaan laboratorium untuk menganalisa darah, kencing, cairan tubuh, pemeriksaan sinar X atau USG.

Seperti kebanyakan penyakit karena virus yang lain, sejauh ini belum ada obat yang efektif untuk melawan virus FIP ini. Pengobatan terhadap penderita FIP lebih difokuskan pada terapi suportif seperti perlakuan yang baik, pemberian nutrisi yang cukup serta pemberian obat obatan untuk meredakan efek peradangan sehingga kucing penderita merasa lebih nyaman. Antibiotika diberikan untuk mencegah munculnya infeksi sekunder.Terapi cairan dengan pemberian infus dimungkinkan untuk mengganti cairan yang hilang atau sebaliknya pada penderita tipe basah dilakukan pengeluaran cairan yang terakumulasi dalam tubuh. Penderita FIP tipe kering yang tidak menunjukkan gejala syaraf,tidak anemia dan masih mau makan biasanya memberi respon yang lebih baik terhadap terapi suportif..  

Resiko FIP dapat diminimalisir dengan memastikan asal usul kucing dari sumber yang sehat. Pemeliharaan kucing dalam kelompok kecil (kurang dari lima) bisa mengurangi resiko penyakit ini.Pemberian vaksin cukup efektif untuk mencegah FIP.Meminimalkan jumlahkucing untuk setiap litter boks dan menjaga kebersihannya sangat membantu mengurangi resiko FIP.

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Mengenal Penyakit Kucing Feline Infectious Peritonitis

11 pemikiran pada “Mengenal Penyakit Kucing Feline Infectious Peritonitis

  1. Saya memiliki 3 ekor kucing jenis persia berumur 5 bulan, pada awalnya semua lincah dan sehat, hingga 1 bulan kemarin salah satu kitten kami bernama Bocil tiba2 berjalan sempoyongan (kaki belakang lemas), setelah di bawa ke vet, diaagnosanya adl kemungkinan saraf terjepit atau cidera tulang kerna pada saat pemeriksaan si Bocil mengeong saat tulang punggungnya di sentuh. Oleh dokter Bocil di beri injeksi & oral, keadaan si Bocil membaik, tapi setelah 4 hari kemudian kondisinya tiba2 menurun drastis, badan lesu dan hilang selera makan, ketika dibawa kembalu ke dokter hewan, dokter sempat kebingungan karena Bocil kelihatan normal, pupil normal, suhu badan normal, telinga dan (maaf) anus semua bersih, beliau kembali memberi suntikan dan resep yg berbeda. Namun setelah pulang keadaan Bocik terus memburuk, dan pada hari yg sama akhirnya meninggal.
    Kesikan harinya saudara Bocil yg bernama si Belang mengalami demam lesu dan lemas, setelah pengobatan oral dr dokter kondisi berangsur2 membaik, tapi selama 6 hari terakhir jalannya terlihat sempoyongan, kaki belakang seperti lemas dan menunjukkan gejala yg sama seperti awal si Bocil, setelah dibawa ke Vet, dokter tidak memberi diagnosa pasti terhadapnsi Belang kerna keadaan dia yg tetap lincah, nafsu makan baik, suhu dan segala normal kecuali jika berjalan sedikit sempoyongan. Saat ini dokter meresepkan Neurobion Tablet yg diminum 1 kali sehari, tapi hingga saat ini kondisinya msh tetap sama, berjalan masih sempoyongan,,
    Pertanyaannya apakah kedua kucing saya terindikasi penyakit FIP? Jujur saja saya sangat sedih dan kuatir dg kondisi kucing saya, dan sangat penasaran tidak ada yg bisa saya perbuat, mohon saran dokter ya.. terima kasih

  2. @Fitri

    Sudah tepat tindakan Fitri membawa kucingnya ke dokter. Sejauh ini belum ada obat yang efektif untuk virus namun jika kekebalan tubuhnya kuat maka itu akan cukup untuk melawan virusnya. Jadi jangan putus harapan dan ikuti saran dokter hewan yang mengobatinya.

  3. Kucing saya hari ini baru saja menunjukkan gejala klinis yang disbutkan di atas.. Badannya gemetar trus..jalannya hoyong dan kaki belakang layu. Sudah d bawa ke vet.. Kemgknan dehidrasi…kurang makan..demam dan genetik. Apakah bisa disembuhkan dok?

  4. Hai Naura,

    Umur 8 bulan memang masih tergantung ASI dan baru mulai disapih.

    Karena masih mau minum ASI,sebenarnya tidak diperlukan pertolongan pertama.

    Pengobatan terhadap mencret dan perut buncit tergantung penyebabnya sehingga sebaiknya dibawa ke dokter untuk diperiksa.

    Pada keadaan normal biasanya saya menyarankan pemberian obat cacing mulai usia 3 minggu.

  5. naura berkata:

    Dok, kucing saya umurnya 2bulan. Badannya kurus, perut buncit, susah makan tp minum ASI banyak, & agak lemas. Akhir2 ini kucing saya sering . Mencret kira2 knp ya? Untuk pertolongan pertama pake obat apa? Thanks

Silahkan tinggalkan komentar disini