Tapak dan Cakar Kucing

Tapak (paw) dan cakar (claw) merupakan salah satu bagian tubuh yang sangat diandalkan oleh kucing, tidak heran jika kucing menghabiskan waktu yang relatif banyak untuk merawat perangkat ini. Kucing sering menghabiskan waktu dengan membersihkan tapak dengan cara menjilatinya. Demikian juga cakar secara rutin diasah untuk menjaga ketajaman serta disarungkan ketika tidak dipakai sehingga terlindung dari kerusakan yang tidak diharapkan.

Tapak dan cakar kucing
Tapak dan cakar kucing

Tapak kucing terdiri dari empat bantalan berbentuk bulat yang terletak dibawah jarinya dan satu bantalan besar yang terletak dibawah tulang metatarsal dan metacarpal.Bantalan ini menjadi landasan ketika kucing bergerak dan juga menjadi peredam kejut ketika kucing melompat. Pada tapak kaki depan terdapat banyak syaraf kecil yang sangat sensitif. Dengan saraf ini  kucing dapat merasakan tekstur dan tingkat kekerasan dari benda yang disentuhnya,dengan saraf pada tapak dan whisker yang ada di bagian belakang kaki depan kucing bisa merasakan kehadiran tikus atau binatang buruan lain yang ada didekatnya. Adanya saraf pada tapak menyebabkan kucing menjadi sangat sensitif terhadap suhu, tekanan dan rasa sakit, itu sebabnya kucing menjadi sangat pemilih ketika berjalan dan akan sangat berhati hati ketika harus berjalan di tempat yang tajam (misal batu kerikil).

Sebagai perlindungan terhadap  tapak yang sangat sensitif ini maka lapisan kulit paling luar (epidermis) dari tapak mempunyai ketebalan 70 kali lipat dibanding epidermis bagian tubuh yang lain. Tapak juga dijaga agar tetap lembut dengan fleksibel melalui pembasahan oleh kelenjar keringat yang berfungsi juga untuk membantu kucing mendinginkan badannya ketika cuaca panas.Namun demikian pengeluaran keringat yang berlebihan pada tapak juga terjadi ketika kucing  merasa stress.

Daya cengkeram yang baik dari kucing bukan hanya karena tapaknya yang fleksibel tapi juga karena cakar yang bisa dikeluarkan secara bersamaan dari jari jarinya. Dalam keadaan tidak terpakai, cakar disarungkan namun apabila kucing dalam keadaan siap untuk menyerang maka dia akan menjulurkan tapak dan bersamaan dengan itu cakarnya dengan cepat juga ikut menonjol keluar. Berbeda anjing dan serigala menyentuh mangsanya pertama kali dengan giginya maka kucing menyentuh mangsanya pertama kali dengan cakarnya, sebagaimana biasa tingkah laku hewan selalu berkaitan dengan anatomi tubuhnya.

Cakar kucing tumbuh dan bertambah panjang dari dalam,mirip dengan bawang dimana bagian yang paling lama (paling luar) akan mengelupas dan lepas. Tindakan menggaruk garuk permukaan pohon atau perabot rumah tangga sebenarnya merupakan cara kucing untuk melepaskan lapisan kuku paling luar sehingga ketajaman cakar tetap terjaga.

Berbeda dengan kita yang berjalan menggunakan tapak kaki, maka kucing berjalan menggunakan tapak jarinya dan ini menyebabkan kucing bisa berlari dengan lebih cepat serta lebih tenang (tidak bersuara) sehingga sulit dideteksi keberadaannya oleh musuhnya.

Tapak kaki depan kucing juga sangat fleksibel untuk membersihkan (grooming) bagian tubuh yang tidak bisa dijilat secara langsung seperti muka, leher, tengkuk,belakang telinga dan pipi. Untuk menjangkau bagian tubuh ini biasanya kucing akan menjilat jilat tapaknya beberapa kali terlebih dahulu sebelum mengusap bagian yang sulit dijangkau tersebut. Setelah tiga atau empat usapan dia kan berhenti untuk menjilat tapaknya lagi. Anak kucing mulai menggunakan tapak untuk membersihkan diri (grooming) sejak umur 4 minggu.

Tapak dan cakar juga merupakan alat komunikasi antar kucing, ketika kucing menggaruk garuk suatu permukaan (misal pohon) sesungguhnya dia sedang menandai pohon atau perabot tersebut dengan identitas dirinya berupa bau yang dikeluarkan dari kelenjar bau yang terdapat di antara tapak jarinya.

Warna tapak bervariasi sesuai dengan warna bulu, kucing yang berwarna merah akan mempunyai tapak tangan berwarna pink, kucing berwarna abu abu memiliki tapak tangan berwarna sedikit abu abu demikian juga kucing yang berwarna belang hitam akan mempunyai tapak dengan pola hitam.

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Tapak dan Cakar Kucing

Silahkan tinggalkan komentar disini