Pinjal Kucing

Sering disebut sebagai kutu, pinjal merupakan parasit tidak bersayap yang menghisap darah inangnya (dalam hal ini kucing). Merupakan salah satu parasit yang sering ditemukan dan membuat frustasi para pemilik kucing. dari beberapa spesies pinjal, yang paling banyak dijumpai pada kucing adalah pinjal Ctenocephalides felis.

kucing menggaruk
kucing yang menggruk garuk secara berlebihan merupakan salah satu indikator adanya pinjal

Biasanya para pemilik kucing tidak menyadari adanya pinjal pada kucingnya sampai muncul gejala kucing merasa gatal dan menggaruk garuk kulitnya. Gejala gatal ini bervariasi tergantung individu kucingnya, beberapa kucing memiliki pinjal yang cukup banyak namun tidak nampak gejala gatal gatal, namun ada juga kucing yang sensitif terhadap air liur pinjal sehingga kehadiran sedikit pinjal sudah cukup membuatnya merasa gatal.

Gejala umum adanya pinjal pada kucing adalah gatal gatal, menggigit gigit, menggaruk garuk terutama sekitar leher dan pangkal ekor. Beberapa kucing sangat sensitif terhadap air liur pinjal sehingga menyebabkan adanya pengerasan pada kulit , terutama pada punggungnya. Pada tempat kucing biasa tidur mungkin bisa dijumpai adanya telur dan kotoran yang jatuh, telur pinjal berwarna putih dan kotoran pinjal berwarna merah dan nampak seperti campuran garam dan merica.

Pinjal bisa dijumpai jika dengan pemeriksaan yang teliti pada bulu/ rambut kucing terutama pada sekitar leher dan pangkal ekor. Pinjal berwarna coklat pipih dengan panjang lebih kurang 2mm. Adanya  pinjal ini sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan kucing, apabila jumlahnya banyak bisa menyebabkan anemia yang berakibat fatal pada kucing muda. Air liur pinjal ini menyebabkan kucing merasa gatal dan cederung menggaruk dan menggigitnya, akibatnya terjadi radang pada kulit yang bisa memicu adanya infeksi bakteri.

Telur pinjal berwarna putih dengan diameter lebih kurang 0,5 mm. Telur ini bisa dilihat dengan mata telanjang, biasanya jatuh dari bulu kucing bersama sama dengan kotoran tinja ketika kucing menggaruk garuk, melompat, mencakar cakar ataupun ketika sedang tidur. Tergantung dari kondisi lingkungan, telur pinjal akan menetas dalam waktu 1-10 hari menjadi larva. Kotoran pinjal  yang jatuh bersamaan dengan telur berfungsi sebagai makanan bagi larva pinjal yang baru menetas. Kondisi ideal untuk telur menetas adalah kelembapan 70% atau lebih dengan suhu antara 21-32 derajat celcius.

Dibawah kondisi ideal, telur pinjal akan menetas menjadi larva yang mempunyai panjang lk 6mm. Larva pinjal ini tidak mempunyai kaki tetapi mempunyai mulut. Larva hidup dari memakan kotoran pinjal, dan reruntuhan kulit yang mati. Larva ini bersembunyi di balik karpet, furniture untuk menghindari sinar.

Setelah 7-18 hari larva pinjal berubah menjadi pupa yang dibungkus material yang solid berasal dari saliva (air liur) larva dan reruntuhan kulit. Pupa ini memerlukan waktu 7-10 hari sebelum berubah menjadi pinjal dewasa. Pupa sulit dideteksi dan biasanya bertempat tinggal atau bersembunyi di balik karpet atau celah celah  perabot rumah tangga. Pada stadium ini pengobatan tidak efektif.

Pinjal kucing ini lebih suka menempati kucing dari pada manusia, tetapi pada keadaan yang sangat banyak dimungkinkan pinjal ini juga menghisap darah manusia.Gejala adanya pinjal ini adalah rasa gatal, lepuh merah kecil biasanya pada telapak dan pergelangan kaki .

Terdapat beberapa cara pengobatan untuk membasmi pinjal yang mungkin dilakukan, yaitu: Flea Collar, Shampo, Sisir, Bedak Kutu/ pinjal, Spray, Tetes Tengkuk.

Flea Collar :Berupa kalung yang bisa membunuh pinjal dewasa,terdapat beberapa macam cara kerja flea collar ini:

  1. Dengan memancarkan gelombang suara frekuensi tinggi untuk mengusir pinjal.
  2. Dengan mengeluarkan gas beracun yang akan mengusir pinjal.
  3. Dengan mengeluarkan insektisida yang akan diserap kulit kucing, insektisida dalam darah kucing akan masuk ke dalam tubuh pinjal ketika pinjal tersebut menghisap darah kucing.

Shampo : Shampo khusus  yang sudah diformulasikan mengandung insektisida, merupakan salah satu cara pengobatan pinjal yang mudah dilakukan.

Sisir : Merupakan sisir yang bilah bilahnya rapat, walaupun tidak efektif 100% menghilangkan pinjal, akan tetapi penggunaan sisir ini dianggap bisa mengurangi pinjal pada kucing. Ketika menyisir kucing, siapkan semangkuk air yang sudah dicampur deterjen atau sabun pencuci piring. Pinjal yang terjaring sisir tersebut, kumpulan pada mangkik yang berisi larutan deterjen.

Bedak Kutu :Merupakan bedak yang sudah dicampur dengan insektisida, perlu dicatat bahwa bedak kutu anjing tidak semuanya bisa dipakai pada kucing karena beberapa bedak anjing bahkan bersifat meracuni kucing. Penggunaan bedak ini juga cenderung mengiritasi selaput lendir saluran pernafasan dan pencernaan kucing sehingga sebaiknya diusahakan menggunakan metode lain.

Pengobatan Oral : Merupakan obat pembasmi kutu/ pinjal berupa tablet yang diaplikasikan dengan cara diminumkan pada kucing. Kandungan aktif obat ini akan beredar dalam darah kucing, pinjal yang menghisap darah kucing yang mengandung obat ini  akan menyebabkan telurnya tidak menetas. Karena obat ini hanya mencegah telur pinla  menetas maka harus disertai pengobatan lain yang membunuh pinjal dewasa.

Spray : Obat pinjal kucing yang diaplikasikan dengan cara menyemprotkan ke bulu kucing, penggunaan obat ini harus dilakukan dengan hati hati supaya tidak mengenai mata kucing.

Obat Tetes Tengkuk (Spot On) : Merupakan obat yang digunakan dengan cara meneteskan obat pada kulit disekitar tengkuk kucing (antara leher dan badan kucing), biasanya dipakai satu bulan sekali. Obat ini dianggap efektif dan relatif tidak berbahaya (karena kucing tidak bisa menjilat tengkuknya sendiri.

Seperti dijelaskan diatas, telur dan kotoran pinjal sangat mungkin sekali jatuh dan bersembunyi di sekitar perabotan rumah sehingga selain pengobatan pada kucin nya sendiri perlu dibarengi dengan pembersihan lingkungan rumah. Melakukan pembersihan secara rutin menggunakan penghisap debu sangatlah dianjurkan.

catatan:
photo by Marg via flickr.com/ CC BY NC 2.0

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Pinjal Kucing

Silahkan tinggalkan komentar disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.