Kucing Kucing Penjaga Museum Hermitage

Museum Hermitage merupakan salah satu museum yang tertua dan terbesar didunia yang terletak di kota Saint Petersburg – Rusia. Pada awalnya museum ini didirikan oleh Catherine Agung pada tahun1764 sebagai tempat menyimpan koleksi benda benda seni milik Catherine Agung.Terletak dalam kompleks instana musim dingin, museum ini dibuka untuk umum sejak 1852, saat ini museum Hermitage memiliki tidak kuarng dari 3 juta karya seni termasuk lukisan lukisan terbaik di dunia.

Museum Hermitage photo by Larry Koester via flickr.com/ CC BY 2.0
Museum Hermitage

Salah satu yang unik dari museum ini adalah digunakannya “pasukan kucing” secara tetap untuk menjaga museum dari gangguan tikus tikus yang dikhawatirkan akan merusak  koleksi benda seni yang sangat berharga. Kucing kucing ini tidak terlihat pengunjung museum karena ditempatkan di loteng loteng dan di dalam ruangan bawah tanah yang tidak terlihat. Walaupun saat ini tikus dapat diberantas menggunakan bahan bahan kimia, tetapi museum ini tetap menggunakan kucing kucing yang telah menjadi maskot dan legenda hidup bagi museum ini.

Awal mula kucing berada di museum ini diawali pada abad ke 18, ketika Tsar Peter I (penguasa Rusia saat itu) membawa kucing dari Belanda dan memberinya tempat di istana musim dingin. Kemudian hari, permaisuri Elisabeth meminta sekelompok kucing pemburu tikus dari Kazan, hal ini dilakukan karena sang ratu takut dengan tikus.

Pada masa pemerintahan Chaterine Agung, kucing memperoleh status sebagai penjaga istana. Pada waktu itu kucing kucing tersebut dibagi atas dua golongan: Kelompok yang tinggal dalam ruangan (kucing ras Rusia yang berwarna biru) dan kelompok yang tinggal diluar ruangan untuk menjaga istana dari tikus.

Kucing kucing ini bisa selamat pada Revolusi Oktober dan melanjutkan tugasnya pada era Uni Sovyet. Akan tetapi kucing kucing ini tidak bisa bertahan pada masa pengepungan Kota Leningard (sebutan lain untuk Saint Petersburg di era Uni Sovyet) pada masa perang tahun 1941- 1945. Pada saat itu masyarakat kelaparan akibat perang sehingga kucing kucing di kota tersebut dijadikan makanan manusia sehingga kota tersebut dipenuhi oleh tikus. Segera setelah perang usai dan blokade dibuka, dua gerobak   kucing didatangkan kembali dari Rusia bagian tengah yang kemudian menjadi tulang punggung pasukan pemberantas tikus yang baru.

Jumlah kucing dalam museum ini meningkat pesat pada pertengahan tahun 60an sehingga kucing kucing tersebut berkeliaran di ruang bawah tanah, ruang museum dan koridor museum. Keadaan ini tentu sangat mengganggu, pengurus museum kemudian memutuskan untuk membersihkan museum dari kucing kucing ini. Namun beberapa tahun kemudian pasukan berekor ini kembali di datangkan ke museum karena terbukti sangat sulit untuk menjaga museum tanpa bantuan pasukan kucing.

Sejak saat itu, kucing kucing museum Heritage ini mendapat perlakuan yang baik, dicukupi kebutuhan pakannya dan diobati ketika sakit. Setiap kucing (yang kemudian disebut sebagai Hermit) diidentifikasi dan diberi nama sesuai dengan karakter masing masing kucing. Semua staff museum hafal nama masing masing kucing tersebut.

Kucing dalam museum Hermitage ini pada umumnya berasal dari kucing jalanan, dan seperti pada masa kerajaan – kucing kucing ini mengelompokkan diri dalam berbagai kelompok sosial : ada kelompok, kucing bangsawan, kelompok kucing kelas menengah dan kelompok kucing kasta bawah. masing masing kelompok mendapat bagian atau wilayah tersendiri di dalam museum untuk dijaga. Jumlah kucing dalam museum ini dipertahankan sekitar 50 – 60 ekor, jumlah kucing lebih dari itu akan menimbulkan masalah. Masalah yang timbul akibat jumlah yang berlebih bukanlah tidak cukupnya makanan akan tetapi jumlah kucing yang berlebihan akan menyebabkan mereka sering berkelahi dan melupakan tugas utamanya. Untuk mempertahankan jumlah kucing pada level aman ini – pengurus museum selalu mencari orang yang bersedia menampung kelebihan kucing yang ada.

Terdapat ruangan di bagian bawah tanah yang diperuntukkan sebagai tempat untuk menyimpan makanan kucing dan merawat kucing yang sakit. Jalan di dekat museum juga dipasangi rambu himbauan bagi pengguna jalan untuk berhati hati dan memperhatikan adanya kucing. Saat ini kematian akibat kecelakaan di jalan merupakan penyebab terbesar kematian kucing di museum Hermitage ini.

Kucing kucing museum Hermitage ini dibiayai dari dana yang dihimpun dari donasi masyarakat dan karyawan museum. Setiap tahun pada tanggal 28 Maret dirayakan oleh para pengurus museum sebagai hari kucing Hermitage.  

catatan:
photo by Larry Koester via flickr.com/ CC BY 2.0 

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Kucing Kucing Penjaga Museum Hermitage

Silahkan tinggalkan komentar disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.