Vincent, Kucing Dengan Kaki Palsu Berbahan Titanium

Vincent, yang saat ini berumur 3 tahun adalah kucing yang sangat beruntung. Kucing ini kehilangan kedua kaki belakangnya ketika masih kecil namun saat ini sudah mendapatkan sepasang kaki palsu dari bahan aluminium titanium yang langka. Diseluruh dunia, pada saat ini hanya ada sekitar 25 ekor binatang yang memiliki kaki palsu seperti ini.

Kisahnya dimulai ketika Cindy Jones seorang wanita yang bekerja di tempat penampungan hewan terlantar memperhatikan seekor kucing berumur satu bulan di tempat penampungan hewan tempatnya bekerja, kucing kecil itu menarik perhatiannya karena tidak mempunyai kaki belakang. Tidak diketahui dengan pasti apa sebab dia kehilangan kakinya. Cindy kemudian membawanya pulang kerumahnya untuk dirawat sendiri sambil memikirkan langkah apa yang bisa diperbuatnya untuk merawat kucing yang malang ini. Cindy membawa kucing tersebut ke Dr. Mary Sarah Bergh, seorang profesor bedah tulang pada Iowa State University.  Di tempat penampungan hewan, biasanya kucing dengan kondisi fisik seperti Vincent ini tidak mempunyai masa depan lagi, namun Cindy meminta Dr. Bergh untuk melakukan apa saja yang mungkin dilakukan untuk kebaikan Vincent.

Dr. Mary Sarah Bergh yang sudah sangat berpengalaman menangani berbagai kasus luka pada binatang pada awalnya merencanakan terapi fisik untuk Vincent,namun karena tidak berhasil dengan baik pada akhirnya menyimpulkan bahwa hanya terapi menggunakan kaki palsu yang paling memungkinkan bagi Vincent untuk dapat menjalani kehidupan normal sebagai seekor kucing.

Dr. Bergh kemudian bekerja sama dengan BioMedtrix, sebuah perusahaan ortopedi binatang yang menyumbangankan material untuk eksperimen ini, serta merancang implan dari titanium yang bisa ditanamkan atau disisipkan kedalam tulang paha Vincent serta keluar menembus kulitnya.

Desain kaki palsu ini memungkinkan tulang vincent tumbuh kedalam batang titanium untuk menopang berat tubuhnya. Akan tetapi desain batang titanium yang menonjol keluar tubuh menyebabkan sangat riskan bagi Vincent untuk mendapat infeksi, untuk itu Dr. Bergh menyemprotkan antibiotika dua kali sehari untuk mencegah infeksi.

Vincent menjalani operasi pertama kali pada bulan februari 2014, satu tahun kemudian dia menjalani operasi tahap kedua dimana secara bertahap batang kaki palsunya diperpanjang. Pada akhirnya diharapkan Vincent akan mempunyai kaki belakang yang panjangnya kurang lebih sama dengan panjang kaki kucing normal. Penambahan panjang secara bertahap diperlukan karena Vincent dan tulangnya perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan berat dan panjang kaki palsunya. Pemasangan kaki palsu yang langsung panjang, akan membuatnya stress dan sulit bergerak.

Menurut Dr. Bergh, sejauh ini perkembangan Vincent sangat menggembirakan dan implan nya dapat terpasang dengan stabil, diharapkan setelah dua kali perpanjangan kaki lagi  dia diharapkan bisa berjalan jalan dengan hanya sedikit mengalami kesulitan dan bahkan diharapkan dia bisa melompat. Eksperimen dengan Vincent ini akan membantu para ahli bedah tulang binatang untuk membuat implant yang lebih praktis untuk diaplikasikan pada binatang. Menurutnya bidang ini merupakan bidang yang akan berkembang pesat di masa yang akan datang.

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Vincent, Kucing Dengan Kaki Palsu Berbahan Titanium

Silahkan tinggalkan komentar disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.