Menangani Kucing Diare

Seperti juga pada manusia, kucing terkadang mengalami gangguan kesehatan dan diare adalah salah satu gangguan kesehatan yang biasa dijumpai pemilik kucing. Gejala diare sangatlah mudah diamati. Pada kucing yang sehat, tinja biasanya padat dan mempunyai bentuk yang jelas sedangkan pada kucing menderita diare tinja akan lunak, berair atau bahkan cair disertai peningkatan jumlah dan frekuensi pengeluaran tinja yang terkadang disertai rasa sakit ketika mengeluarkan tinja (ditandai dengan kucing mengejan atau menjerit ketika buang air besar). Pada keadaan diare, warna tinja bisa berubah lebih terang atau lebih gelap dibandingkan warna tinja normal.

ilustrasi pemberian obat pada kucing
ilustrasi pemberian obat pada kucing

Gejala Diare

Gejala diare bervariasi menurut tingkat keparahannya, bagian usus yang mengalami gangguan juga menentukan gejala yang ditunjukkan oleh kucing penderita, misalnya gangguan pada usus besar (kolon) akan menyebabkan gejala meningkatnya frekuensi pengeluaran tinja, terkadang disertai lendir atau darah, juga disertai sikap mengejan. Diare bisa terjadi secara akut (mendadak) atau kronis (berlangsung selama beberapa minggu). Pada keadaan tertentu bisa dijumpai darah dalam tinja kucing penderita diare.

Apabila kucing tidak memiliki litter box (kotak pasir) di dalam rumah, bentuk dan kondisi tinja mungkin sulit diamati. Pada keadaan seperti ini, kondisi kucing yang nampak lemah, pendiam,lesu dan turunnya berat badan mungkin lebih mudah untuk diamati. Pada keadaan yang parah, kucing tidak dapat menahan diri untuk buang air sehingga ceceran kotoran (tinja) bisa dijumpai dimana mana (termasuk didalam rumah) atau noda kotoran atau tinja juga bisa diamati pada bulu sekitar ekor kucing.

Penyebab diare

Diare bukanlah sebuah penyakit, namun lebih merupakan gejala dari adanya ketidaknormalan pada tubuh kucing. Pada umumnya diare pada kucing disebabkan hal hal berikut:

  1. Perubahan pakan secara mendadak bisa menyebabkan munculnya diare ringan atau diare yang bersifat sementara. Hal ini biasa terjadi pada kucing muda yang diberi pakan yang tidak sesuai untuk umurnya, pada kucing dewasa yang dibiarkan ke luar rumah ada kemungkinan kucing memakan makanan yang sudah membusuk. Pemberian susu juga bisa menyebabkan diare ringan dikarenakan kucing tidak bisa mencerna laktosa dengan baik.
  2. Beberapa agen infeksi yang bisa menyebabkan diare misalnya: virus ( feline parvovirus, feline infectious peritonitis, feline leukemia virus, feline corona virus), bakteri( salmonella dan campylobacter), parasit (Giardia,Tritrichomonas,coccidia dan juga cacing). Diare yang disebabkan oleh agen infeksi biasanya menyerang lebih dari satu kucing pada satu rumah dan terutama menyerang kucing yang masih muda.
  3. Walaupun jarang terjadi akan tetapi alergi pada jenis pakan tertentu bisa menyebabkan diare pada kucing.
  4. Adanya peradangan pada dinding usus kucing akan menyebabkan terjadinya diare kronis (berlangsung lebih dari satu minggu), bisa terjadi secara terus menerus atau bisa juga terjadi secara berulang dengan disertai gejala muntah.
  5. Pada kucing yang sudah tua, tumor usus (biasanya lymphoma dan adenocarcinoma) akan menyebabkan gangguan penyerapan makanan dan atau menyebabkan terjadinya sumbatan pada usus yang selanjutnya mengakibatkan diare pada kucing.
  6. Gangguan pada pangkreas yang seharusnya menghasilkan enzim untuk mencerna makanan akan menyebabkan makanan tidak dapat dicerna dengan baik dan mengakibatkan terjadinya diare.
  7. Walaupun belum diketahui dengan jelas mekanismenya, terdapat hubungan antara kekurangan vitamin B12 (cobalamin)dengan diare pada kucing.

Tindakan Yang Bisa Dilakukan Ketika Menghadapi Kucing Diare

Tergantung dari penyebab dan tingkat keparahannya, beberapa kasus diare tidak harus selalu ditangani dokter hewan dengan segera. Walaupun terdapat gejala peningkatan frekuensi dan jumlah tinja yang dikeluarkan dengan bentuk yang tidak normal, akan tetapi apabila kucing masih nampak ceria dan masih mau beraktifitas normal, maka pemilik kucing bisa melakukan perawatan sendiri dirumah.

Beberapa tindakan dibawah bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama ketika kucing mengalami diare:  

  1. Puasakan kucing selama 12 – 24 jam, namun air minum tetap diberikan secara tidak terbatas. Kucing muda cukup dipuasakan 12 jam. Pemuasaan bertujuan akan meredakan gejala diare, namun perlu dicatat bahwa pemuasaan tidak boleh lebih dari 24 jam karena akan berakibat buruk pada kucing.
  2. Berikan larutan elektrolit yang bisa dibuat sendiri dengan mencampur 900 ml air bersih dengan satu sendok makan gula dan satu sendok teh garam, letakkan pada tempat minum yang biasa dipakai kucing. Apabila kucing masih mau minum sendiri biarkan kucing minum sepuasnya, namun apabila kucing nampak malas minum sendiri berikan (teteskan) menggunakan alat suntik tanpa jarum atau menggunakan sendok kecil. Larutan ini akan membantu mengganti cairan yang hilang karena diare.
  3. Untuk meredakan gejala diare bisa diberikan “Norit”. Norit adalah obat sakit perut untuk manusia yang mudah dijumpai di apotek, toko obat maupun minimarket dengan harga murah. Berupa tablet yang berwarna hitam legam,merupakan karbon aktif (activated charcoal) yang dibuat dari bahan tumbuh tumbuhan yang diaktifkan. Bekerja dengan cara menyerap toksin atau produk bakteri dalam saluran pencernaan, oleh karena tidak diserap tubuh sehingga sangat aman dipakai bahkan jika kelebihan dosis.  Cara pemberian adalah dengan mencampur 1 (satu) tablet Norit 125 gr dengan 10 (sepuluh)ml air putih. Untuk kucing kecil berikan 0,5 (setengah) ml larutan, sedangkan untuk kucing dewasa bisa diberikan 1 (satu)ml larutan, berikan 3 – 4  kali sehari. Perlu diketahui setelah pemberian Norit maka tinja kucing akan berwarna hitam, ini adalah normal dan tidak perlu dikhawatirkan.
  4. Setelah pemuasaan,secara bertahap berikan pakan yang lunak dan mudah dicerna, misalnya daging ayam atau ikan yang direbus ( bisa dicampur dengan nasi putih).
  5. Dengan resep dari dokter hewan, apabila diduga diare disebabkan karena agen infeksi (bakteri atau jamur) maka dimungkinkan diberikan antibiotika atau anti parasit.Demikian juga dengan obat anti inflamasi untuk meredakan diare yang disebabkan adanya peradangan pada usus kucing. Apabila ada indikasi kekurangan vitamin B12 maka bisa diberikan suplemen vitamin B12.

Diare yang ringan biasanya dapat mudah disembuhkan tanpa perawatan khusus dari dokter hewan. Namun apabila dalam waktu 48 jam tidak ada perubahan berarti, atau apabila kucing nampak lesu,muntah dan nampak mengalami depresi, serta mengalami dehidrasi maka kucing harus segera dibawa ke dokter hewan. Cara mudah untuk mengetahui adanya dehidrasi adalah dengan mencubit dan menarik kulit kucing, apabila setelah dicubit dan ditarik – kulit kucing tidak segera kembali (tidak elastis) berarti kucing mengalami dehidrasi.

Secara umum menemukan dan mengobati penyebab utama diare sangat penting untuk mencegah terjadinya diare berkepanjangan yang akan mengganggu usus kucing secara permanen.

Referensi

  1. artikel Drugs Used In Treatment of Diarrhea (Monogastric) pada www.merckvetmanual.com
  2. artikel Diarrhea in Cats pada www.vcahospitals.com
  3. artikel Diarrhoea in the cat pada www.icatcare.com
  4. artikel Diarrhea in Cats and Kittens pada www.catsofaustralia.com

 

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Menangani Kucing Diare

11 pemikiran pada “Menangani Kucing Diare

  1. Pada saat vaksin pertama kali (umur 2 bulan) anak kucing masih membawa antibodi dari induknya sehingga berinterferensi dengan vaksin yang diberikan,untuk itu perlu dilakukan booster (penguatan vaksin) yang diberikan 4 minggu setelah pemberian vaksin yang pertama ( pada kucing Anik lk ketika usianya 3 bulan), untuk selanjutnya vaksinasi diulang setiap tahun sekali.

  2. Oh gtu ya dok, tpi alhmdulilah stelah sya ksih mnum obat cacing dan madu, skrg pupnya sdh normal kmbli.
    1x lgi prtanyaan sya dok,
    Kucing sya wktu umr 2 bln lbih sdh vksin, llu dkter mnyarankan umr 3 blan hrus,di vksin lgi.
    Itu ap bsa brakibat fatal / mmg sprti itu aturannya?
    Trimaksih

  3. Wa’alaikumussalam Anik Wahyu,maaf baru aktif buka wordpress lagi.

    Pup yang cair menunjukkan adanya gangguan pada ususnya sehingga makanan tidak terserap dengan sempurna, penyebabnya bermacam macam :bisa virus, bakteri,dll. Jika disertai hilangnya nafsu makan dan minum serta kucing nampak lemah – harus dibawa ke dokter segera.

  4. Ass.
    Dokter, pagi ini kucing sya yg msi kitten BAB tpi pupnya tdk sprti biasanya. Kali ini pupnya cair dan berwarna putih dan seprti ad wrna kmrah2annya.
    Itu knpa ya dok?

    Trimaksih

Silahkan tinggalkan komentar disini