Gangguan Saluran Kencing Pada Kucing

Salah satu keluhan yang sering diterima dokter hewan dari pemilik kucing peliharaan adalah problem yang berkaitan dengan saluran kencing. Kondisi ini sering disebut sebagai Sindroma Saluran Kencing Kucing (FUS: Feline Urologic Syndrome) atau sekarang lebih sering disebut sebagai Penyakit Saluran Kencing Kucing Bagian Bawah (FLUTD: Feline Lower Urinary Tract Disease).Terlepas dari penyebutan yang mungkin beragam, problem pada saluran perkencingan kucing ini sering terjadi dan karenanya perlu diketahui para penggemar kucing.

kucing dalam toilet
ilustrasi kucing dalam litter box

Feline Lower Urinary Tract Disease ( FLUTD) bukanlah nama penyakit tertentu secara spesifik,akan tetapi lebih merupakan sebutan yang digunakan untuk menggambarkan keadaan yang mempengaruhi kandung kemih dan urethra (saluran kencing) dari kucing. Kucing penderita FLUTD biasanya menunjukkan gejala kesulitan dan kesakitan ketika kencing, kencing berdarah, frekuensi kencing meningkat. Kucing dengan gejala FLUTD biasanya juga cenderung menjilat jilat secara berlebihan alat kelaminnya, suka mencari tempat yang dingin dan datar seperti di lantai keramik atau di bak mandi.

Jarang sekali terjadi kasus FLUTD terjadi pada kucing usia dibawah 1 tahun dan kebanyakan kasus terjadi pada kucing sekitar 4 tahun. Kucing jantan lebih mudah terkena karena urethra (saluran kencing) nya lebih panjang serta diameternya lebih kecil. Asupan pakan berbentuk kering, jarang atau sedikit berada di luar rumah, stress karena lingkungan, berada pada rumah dengan beberapa kucing (multi cat household) serta perubahan mendadak atas kebiasaan sehari hari juga meningkatkan risiko kucing terkena FLUTD.

Adapun gejala Umum dari Penderita FLUTD biasanya berupa:

  1. Mengejan ketika kencing
  2. Kencing keluar dalam jumlah sedikit
  3. frekuensi kencing meningkat serta waktu kencing menjadi lebih lama
  4. Menjerit kesakitan ketika kencing
  5. Secara berlebihan menjilat jilat alat kelaminnya
  6. Kencing di luar kotak pasir (toilet) yang disediakan
  7. Adanya darah dalam air kencing

Perlu diperhatikan bahwa kucing yang menderita penyumbatan pada urethra (saluran kencing) juga menunjukkan gejala diatas dengan sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali kencing yang keluar. Penyumbatan urethra lebih banyak terjadi pada kucing jantan dibanding kucing betina karena jantan mempunyai urethra yang lebih panjang serta lebih kecil diameternya. Penyumbatan urethra merupakan kondisi darurat yang harus segera ditangani dokter hewan.

Karena penyebabnya yang bervariasi, FLUTD tidak mudah untuk didiagnosa. Berdasarkan riwayat dan gejala yang ditunjukkan oleh kucing penderita, dokter hewan akan melakukan pemeriksaan fisik dan apabila diperlukan juga mengambil contoh air kencing dan darah untuk pemeriksaan laboratorium bahkan mungkin juga melengkapi dengan pemeriksaan sinar X atau pemeriksaan ultrasonografi.

Penyebab utama dari FLUTD biasanya :

  1. Urolithiasis (batu kencing)

Batu kencing (urolith) , merupakan kumpulan mineral yang terbentuk didalam kandung kemih atau urethra (saluran kencing), biasanya berupa calcium oxalate atau magnesium ammonium phospate yang sering disebut juga sebagai struvite. Untuk memastikan keberadaan batu kencing ini diperlukan pemeriksaan menggunakan sinar X atau juga pemeriksaan ultrasonografi. Untuk melarutkan batu kencing ini di pasaran tersedia pakan dengan formulasi khusus, akan tetapi bila kejadian batu kencing ini terjadi  berulang ulang dan pemberian pakan dengan formula khusus tidak berhasil dengan baik, kemungkinan diperlukan tindakan operasi. Setelah tindakan operasi biasanya dokter hewan akan merekomendasikan perubahan pakan untuk mengurangi resiko terjadinya batu kencing lagi.

2. Infeksi Saluran Kencing

Meskipun jarang terjadi, Infeksi saluran kencing karena bakteri, jamur, parasit atau virus bisa menyebabkan FLUTD pada kucing. Secara umum infeksi bakteri lebih banyak terjadi dibandingkan jamur, parasit atau virus. Apabila terjadi infeksi bakteri, besar kemungkinan merupakan akibat ikutan dari kondisi lain seperti adanya urolith (batu kencing) atau diabetes.

Pada kucing muda kejadian infeksi kandung kemih sangatlah jarang terjadi, hal ini dikarenakan kondisi urine yang asam menyebabkan bakteri sulit berkembang. Pada kucing di atas 10 tahun, gangguan ginjal dan diabetes menyebabkan keasaman kencing berkurang dan meningkatkan resiko terjadinya infeksi bakteri. Pada kucing tua, kasus FLUTD karena infeksi bakteri lebih banyak terjadi dibandingkan karena urolith (batu kencing).

Pengobatan infeksi saluran kencing tergantung pada derajat keparahan serta organisme penyebabnya, terapi bisa mencakup fluid terapi, pemberian acidifiers dan antibiotika

3. Penyumbatan Urethra

Masalah  paling serius berkaitan dengan sistem perkencingan adalah ketika urethra (saluran kencing) tersumbat sebagian atau seluruhnya. Kucing penderita akan mengejan ketika kencing namun kencing yang dihasilkan sedikit sekali atau bahkan tidak ada. Sekilas kucing nampak seperti sedang mengejan karena konstipasi (sembelit), namun mengejan di dalam kotak pasir lebih sering merupakan gejala penyumbatan urethra. Penyumbatan urethra merupakan kondisi yang bisa membahayakan jiwa kucing jika tidak ditangani dengan segera. Penyumbatan bisa disebabkan karena adanya batu kencing yang keras ataupun karena  gumpalan lunak yang terbentuk dari mineral, runtuhan sel dan lendir.

Resiko penyumbatan urethra (saluran kencing) pada Kucing jantan lebih besar dibanding betina, hal ini dikarenakan urethra kucing jantan lebih panjang dan lebih sempit. Apabila terjadi kondisi urethra tersumbat penuh, maka ginjal menjadi tidak berfungsi akibatnya keseimbangan cairan dan elektrolit dalam darah menjadi terganggu dan racun dalam darah tidak bisa dibuang. Apabila tidak ditangani dengan segera, kematian bisa terjadi dalam kurun waktu 48 jam atau kurang.

Penanganan penyumbatan urethra (saluran kencing) terutama ditujukan untuk membuka sumbatan yang ada, biasanya dengan cara memasukkan (flushing) larutan steril melalui selang kecil yang disebut kateter ke dalam saluran kencing kucing. Setelah penyumbatan dapat diatasi, pengobatan selanjutnya tergantung kondisi kucing, untuk memperbaiki gangguan keseimbangan elektrolit dan dehidrasi diberikan larutan infus melalui pembuluh darah balik (vena), antibiotika diberikan untuk mencegah infeksi lanjutan serta diberikan pengobatan untuk mengembalikan fungsi kandung kemih.

Pada kucing yang sudah menjalani terapi berulang ulang namun masih mengalami penyumbatan urethra (saluran kencing) biasanya dilakukan tindakan operasi untuk menghilangkan bagian yang tersumbat, namun karena efek samping yang mungkin terjadi seperti perdarahan, pengecilan urethra dan kencing yang tidak konsisten maka tindakan ini dianggap sebagai pilihan terakhir.

4. Feline Idiopathic Cystitis

Feline Idiopathic Cystitis (FIC) adalah diagnosa yang sering diberikan untuk kucing dibawah 10 tahun dengan gejala FLUTD. Penyebab pasti tidak diketahui dengan jelas dan mungkin melibatkan beberapa sistem atau bagian  tubuh lain selain sistem perkencingan.

Diagnosa Feline Idiopathic Cystitis (FIC ) biasanya disimpulkan setelah kemungkinan lain bisa dikesampingkan. Belum ada perangkat khusus untuk membantu diagnosa Feline Idiopathic Cystitis (FIC) . Stress dan perubahan pakan diduga berpengaruh pada meningkatnya resiko terkena Feline Idiopathic Cystitis (FIC). Sebanyak 40% – 50% penderita akan mengalami gejala yang sama dalam kurun waktu 1 tahun, akan tetapi sulit bagi dokter hewan untuk memprediksi secara pasti kapan terjadinya waktu pengulangan. Penyakit ini bisa bersifat kronis ( menahun) dan sering membuat frustasi pemilik kucing serta dokter hewan yang merawatnya. Pada dasarnya tujuan pengobatan Feline Idiopathic Cystitis (FIC) saat ini adalah untuk mengurangi derajat keparahan penyakit serta mengurangi frekuensi pengulangan. Biasanya dokter hewan akan mulai menangani kasus ini dari merubah perilaku atau kebiasaan, misalnya mengurangi hal hal yang bisa menyebabkan kucing stress dan memberikan pakan yang lembab atau basah sebagai pengganti pakan kering.

Bagaimana Mencegah Terjadinya Pengulangan FLUTD?

Tergantung dari penyebab utamanya, biasanya kasus FLUTD jarang sekali atau bahkan tidak berulang, pengulangan lebih banyak terjadi pada kasus Feline Idiopathic Cystitis (FIC), untuk membantu mengurangi kemungkinan pengulangan bisa dilakukan hal hal sebagai berikut:

  1. Memberi makan dalam jumlah kecil tapi sering
  2. Konsultasikan dengan dokter hewan, pakan apa yang paling sesuai karena kemungkinan respon untuk setiap kasus berbeda beda.
  3. Pastikan tersedia air minum yang bersih sepanjang waktu.
  4. Sediakan cukup kotak pasir dengan pasir yang disukai kucing (biasanya sejumlah kucing dengan tambahan satu kotak pasir)
  5. Jaga kebersihan kotak pasir, bersihkan dua kali sehari dan ganti pasirnya setidaknya seminggu sekali.
  6. Hindarkan perubahan mendadak terhadap hal hal yang rutin
  7. Hindarkan kucing stress
Sumber:
Brosur Feline Lower Urinary Tract Disesae dari https://ebusuness.avma.org
Artikel cat Urinary Tract Problem and Infection dari http://pets.webmd.com
Artikel Feline Lower Urinary Tract Disesae dari http://www.cat-world.com.au
photo by Jennifer Lamb/ CC BY ND 2.0

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Gangguan Saluran Kencing Pada Kucing

14 pemikiran pada “Gangguan Saluran Kencing Pada Kucing

  1. Assalamualaikum pak aris saya mau tanya kucing saya 2 hari ini kencing sembarangan pak. Trus sempat ada darah kentalnya di air kencingnya. Lumayan sering kencing sekarang seperti susah mau kencing tapi tidak sampai ada suara. Apa itu termasuk gejala FLUTD pak? Terimakasih wasalamualaikum

  2. Poeka berkata:

    Kucing saya di diagnosis kena kencing batu,, dia ngga mau makan ataupun minum,, cara mudah biar cepat sembuh selain operasi apa aja ya?? Lalu kemungkinan hiduonya berapa persen??
    Terimakasih,,

  3. kucingfelin berkata:

    Mungkin yang dimaksud dokter adalah sumbatan dalam saluran kencingnya.

    Sudah berapa lama operasinya?, infeksi saluran kencing dan juga adanya endapan dalam kandung kemih memang bisa saja terjadi berulang.

    Sebagai mana manusia juga, setelah operasi sangat wajar bila kucing menjadi stress – karenanya sebelum kucing stabil biasanya dokter memberikan terapi infus sebagai pengganti makanan.

  4. Sukmawati berkata:

    Kucing saya sudah dioperasi untuk menghilangkan sumbatan akibat infeksi saluran kencing, tapi kondisinya belum stabil, kata dokter didalam pembuluh darahnya ada penyumbatan, yang saya mau tanya, apakah itu bisa terjadi bahkan setelah dioperasi? Apakah ada cara agar kucing saya mau makan setelah dioperasi? Saya khawatir kucing saya stress dan kehilangan harapan hidup, mohon jawabannya.
    Terima kasih.
    Artikel bapak sangat membantu saya

Silahkan tinggalkan komentar disini