Mengartikan Gerakan Ekor Kucing

Ekor merupakan perpanjangan dari tulang belakang, pada umumnya ekor dianggap mempunyai dua fungsi utama yaitu: untuk keseimbangan dan untuk komunikasi (bersama sama bagian tubuhnya yang lain).

ilustrasi kucing yang sedang memukul mukulkan ekornya ke lantai

Sebagai alat keseimbangan, ekor dianggap membantu kucing menyeimbangkan diri ketika kucing harus berjalan pada tempat yang sempit atau ketika kucing jatuh dari ketinggian dengan cara merubah rubah posisi ekornya. Akan tetapi anggapan ini masih banyak diragukan karena pada kenyatannya banyak kucing yang ekornya pendek,menekuk dan bahkan tidak mempunyai ekor (seperti ras kucing manx) juga bisa hidup normal dan berjalan di tempat yang sempit atau menyeimbangkan diri ketika jatuh. Demikian juga dengan kucing yang ekornya terpaksa dipotong ( misalnya karena luka akibat kecelakaan) masih dapat hidup dengan baik. Gen yang mengatur panjang pendeknya ekor kucing tidaklah sama pada semua kucing. Pada kucing Manx, gen yang mengatur ekor pendek merupakan gen dominan sehingga  karakter ekor pendek pada kucing manx bisa muncul apabila memiliki satu gen saja. Sebaliknya karakter ekor pendek pada kucing Japanese Bobtail merupakan gen resesive yang mana karakter ekor pendek akan muncul apabila terdapat dua gen.

Beberapa kucing memiliki ekor menekuk seperti simpul – hal ini merupakan keadaan normal dan tidak berbahaya. Mengenai ekor kucing yang berbentuk simpul ini terdapat cerita bahwa  pada jaman dahulu kala putri kerajaan Siam suka meletakkan cincin pada ekor kucing ketika sedang mandi dan supaya cincin nya tidak hilang maka ekor kucingnya dibuat seperti simpul. Terlepas dari kebenarannya, cerita ini menunjukkan bahwa kucing merupakan hewan yang disukai berbagai kalangan sejak dahulu kala.

Sebagai alat komunikasi, ekor dianggap merefleksikan perasaan dari kucing. Beberapa posisi ekor kucing yang biasa kita jumpai misalnya:

  1. Ekor tegak berdiri : Kucing yang sedang berada di wilayah kekuasannya dengan ekor tegak berdiri ke atas menunjukkan bahwa kucing tersebut sedang merasa senang, puas,bahagia dan percaya diri. Kucing yang menyambut pemiliknya dengan ekor berdiri tegak keatas sesunggguhnya sedang menyatakan rasa senangnya bertemu dengan sang pemilik.
  2. Ekor berdiri ditekuk seperti tanda tanya : Kucing sedang merasa senang, siap dan ingin mengajak bermain main.
  3. Ekor lurus dan merendah: Kucing merasa dalam keadaan waspada dan siap menyerang sewaktu waktu. Walaupun demikian, beberapa ras kucing tertentu seperti kucing persia suka memposisikan ekornya merendah tanpa alasan yang jelas.
  4. Ekor diselipkan dibawah badan diantara dua kaki : Kucing merasa pasrah, takut dan gugup
  5. Ekor tegak berdiri dengan rambut (bulu) mengembang seperti sikat toilet: Kucing merasa terancam sehingga berusaha menakut nakuti lawannya dengan membuat bulunya berdiri supaya tubuh nya kelihatan lebih besar.
  6. Menggerakkan ekornya seperti sedang memukul mukul lantai: Kucing merasa terganggu, tidak nyaman dan ada kemungkinan akan menyerang
  7. Mengibas ngibaskan ekor kekiri kekanan dengan lambat: Kucing sedang memusatkan perhatiannya pada satu objek (misalnya sedang mengincar tikus)
  8. Melingkarkan ekor pada kucing atau pada orang: Kucing sedang menunjukkan rasa persahabatan
catatan:
photo by victoria catterson/ CC BY 2.0

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Mengartikan Gerakan Ekor Kucing

Silahkan tinggalkan komentar disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.