Apa Fungsi Kumis Bagi Kucing?

Kumis kucing yang juga disebut vibrissae atau whisker merupakan sekelompok rambut kaku yang terletak di moncong kucing (dekat bibir dan hidung), diatas mata serta di bagian belakang kaki depan. Berbeda dengan rambut (bulu) kucing di bagian tubuh yang lain, di dalam rambut  yang kaku ini penuh tertanam saraf saraf kecil yang befungsi layaknya sensor sentuh. Whisker dapat disetarakan dengan GPS atau radar pelacak bagi seekor kucing.

ilustrasi : kumis kucing
ilustrasi : kumis kucing

Saraf pada whisker sangatlah sensitif terhadap pergerakan udara di sekelilingnya, dengan merasakan perubahan pada arus udara – kucing bisa mendeteksi keberadaan benda benda disekelilingnya sehingga kucing dapat berjalan di dalam kegelapan.  Demikian juga kucing yang buta masih dapat berjalan dengan mudah didalam sebuah ruangan. Pada keadaan ini kucing menggunakan whisker seperti layaknya kita menggunakan telapak tangan untuk meraba raba dalam kegelapan.

Secara teoritis lebar whisker pada moncong kucing sama lebar tubuh seekor kucing. Ketika akan melewati sebuah celah kecil – kucing akan memperkirakan lebar celah dengan cara memandangnya dan juga dengan cara menyentuhkan whiskernya sehingga kucing dapat dengan cepat mengambil keputusan apakah celah tersebut cukup dilewati tubuhnya. Kemampuan ini sangat membantu kucing ketika memburu mangsanya. Ini sebabnya seekor kucing rumah bisa memburu tikus dengan cepat melewati rintangan berupa berbagai perabot rumah. Perlu dicatat bahwa pada kucing yang terlalu gemuk, fungsi ini  kemungkinan akan terganggu.

Whisker yang terletak diatas mata berfungsi sebagai pelindung mata. Ketika kucing berburu di semak semak dan whiskernya menyentuh belukar atau ranting maka dengan segera sinyal akan dikirimkan ke otak kucing untuk menutup kelopak matanya guna menghindarkan diri dari resiko tertusuk. Apabila kita sentuh whisker di atas mata ini, maka kucing akan berkedip.

Pada dasarnya kucing kurang bagus penglihatannya ketika menghadapi objek yang sangat dekat – misalnya tikus yang sudah tertangkap tangan, whisker yang terletak di kaki depan berfungsi menentukan posisi dan gerakan tikus tersebut sehingga kucing dapat mengarahkan gigitan yang mematikan dengan akurat.

Sama seperti rambut kucing , secara normal whisker juga bisa rontok. Akan tetapi whisker tidak boleh sekali kali dipotong, karena memotong whisker akan menyebabkan kucing kehilangan arah dan merasa takut serta bingung.

Selain berfungsi sebagai radar dan GPS, posisi whisker juga menunjukkan “mood” kucing. Dalam keadaan normal whisker tidak bergerak,pada saat kucing marah, takut dan merasa terancam maka whisker akan menggerombol, ditarik kebelakang menempel pada muka kucing, sedangkan pada saat kucing bermain kejar kejaran, sedang tertarik dengan sesuatu atau sedang memburu mangsanya – maka whisker akan diarahkan  ke depan melebihi moncongnya. Namun perlu dicatat bahwa menentukan perasaan kucing tidak cukup hanya dengan melihat whiskernya saja, tapi juga harus mempertimbangkan tanda tanda yang bahasa tubuh lainnya.

catatan:
photo by Trish Hamme/ CC BY 2.0 

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Apa Fungsi Kumis Bagi Kucing?

Silahkan tinggalkan komentar disini