Alergi Kucing dan Solusinya

Menurut pepatah kuno Italia “bahagia itu adalah rumah yang memiliki sidikitnya seekor kucing”, namun untuk penderita alergi kucing – adanya kucing dalam rumah bisa jadi merupakan sebuah penderitaan berkepanjangan.

Kucing Sphynx yang tidak berbulu pun tetap bisa menyebabkan reaksi alergi bagi penderita alergi kucing
Kucing Sphynx yang tidak berbulu pun tetap bisa menyebabkan reaksi alergi bagi penderita alergi kucing

Alergi kucing adalah reaksi alergi terhadap adanya satu atau lebih alergen (pemicu alergi) yang dihasilkan oleh kucing dengan gejala yang muncul biasanya berupa:

  • Batuk terus menerus
  • Kulit muka atau dada merah dan melepuh (biduren)
  • Mata merah dan terasa gatal
  • Bagian kulit yang dicakar atau dijilat kucing memerah
  • Hidung menjadi bengak, gatal dan berair
  • Bersin bersin
  • Pada beberapa kasus dander yang berukuran kecil bisa terhirup masuk kedalam paru paru dan menyebabkan sesak nafas,

Pada dasarnya gejala tersebut diatas adalah gejala umum reaksi alergi sehingga jika mengalami gejala tersebut diatas sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu karena selain kucing alergen lain seperti pollen (sari bunga) dan debu juga bisa memunculkan gejala serupa. Apabila menduga adanya reaksi tersebut merupakan akibat dari alergi pada kucing maka ada baiknya dicoba menjauhkan diri dari kucing selama beberapa bulan dan dilihat reaksinya.

Banyak yang menduga bahwa alergi kucing disebabkan oleh bulu (rambut) kucing namun sebenarnya alergi ini disebabkan oleh protein bernama Fel D1 yang dapat ditemukan pada kelenjar minyak pada kulit kucing, air liur kucing dan air seni kucing. Fel D1 bersama dengan dander (serpihan kecil kulit kering) yang terlepas pada saat kucing grooming (menjilat jilat) bulunya akan tersebar dan menempel dalam jangka waktu yang lama pada tempat tempat yang disukai kucing, misalnya: kasur,sofa,lantai, karpet, dll.

Karena penyebab alergi kucing bukanlah bulu (rambut) kucing, maka memelihara kucing yang tidak berbulu sekalipun ( misalnya kucing sphynx) tetap saja memunculkan reaksi alergi bagi mereka yang sensitif.

Pada penderita alergi kucing, protein Fel D1 yang menempel pada dander ini oleh sistem kekebalan tubuhnya akan dideteksi dan dianggap sebagai serangan “agen asing”, akibatnya sistem kekebalan tubuh merespon dengan memunculkan proses peradangan yang menghasilkan senyawa histamin, senyawa histamin ini yang menyebabkan munculnya gejala gejala alergi seperti diatas.

Penderita alergi kucing yang memiliki kucing dirumahnya selayaknya mempertimbangkan untuk berhenti memelihara kucing. Akan tetapi apabila hal ini terasa sulit dilakukan karena masih ingin tetap tinggal serumah dengan kucing, maka tindakan berikut bisa dipertimbangkan untuk dilakukan:

  1. Tidak membiarkan kucing berada di kamar tidur dan hanya mengijinkan kucing untuk tinggal di ruang ruang tertentu saja.
  1. Hindarkan mengelus, memeluk atau mencium kucing, apabila terlanjur melakukannya – segeralah mencuci tangan sengan sabun deterjen.
  1. Menjalankan HEPA cleaner ( High Efficiency Particulate Arresting : Alat yang didesain untuk menangkap partikel yang berukuran kecil) di ruang tamu atau ruang keluarga secara terus menerus.
  1. Penggunaan penghisap debu secara teratur bisa mengurangi level allergen
  1. Memandikan kucing sedikitnya seminggu sekali dapat membantu mengurangi serangan allergen.

Walaupun beberapa tips tersebut mungkin bisa membantu, namun dalam keadaan terburuk – apabila memelihara kucing ternyata masih menyebabkan gangguan kesehatan pada salah satu atau lebih anggota keluarga serumah, maka pilihan terbaik tetaplah tidak memelihara kucing dalam rumah tersebut. Setelah kucing dikeluarkan dari rumah, masih dibutuhkan waktu beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan untuk benar benar menghilangkan sisa sisa alergen yang masih menempel.

catatan:
photo by The Pug Father/CC BY 2.0 

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Alergi Kucing dan Solusinya

Silahkan tinggalkan komentar disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.