Bahasa Tubuh Kucing

Kucing biasa menggunakan berbagai pertanda ( postur tubuh, raut muka dan suara) untuk menyampaikan pesan dan menghindari konfrontasi yang tidak diperlukan. Memahami bahasa tubuh kucing akan mempererat ikatan batin kita dengan kucing dan juga menghindarkan permusuhan akibat salah paham.

Bagi kebanyakan orang bahasa kucing merupakan bahasa asing yang sulit dipelajari dan dipahami. Untuk itu beberapa ahli tingkah laku hewan membantu kita menterjemahkan beberapa sikap dan suara kucing :

Kucing mempunyai bahasa tubuh yang berbeda dengan bahasa tubuh anjing, menurut Karen Sueda DVM ( ahli tingkah laku hewan dari American College Of Veterinary Behaviorist) masalah biasanya muncul ketika orang menggunakan pengetahuan tentang anjing dan menerapkannya pada kucing.

Terkadang seekor kucing akan Nampak genit dengan berguling guling pada lantai memamerkan perutnya namun tiba tiba menjadi agresif ketika perutnya disentuh.

Berguling guling dan pamer perut merupakan pertanda kucing sedang rileks, namun bisa juga sikap ini merupakan ekspresi dari perasaan terpojok dan tidak bisa meloloskan diri – sikap ini akan diikuti dengan menjulurkan kuku dan menunjukkan taringnya yang tajam yang berarti pernyataan “siap tempur” .

Kerdipan Mata

Seekor kucing yang memberi salam kucing lain atau orang yang ditemuinya dengan kedipan mata perlahan menunjukkan kucing tersebut sedang mengatakan “sayang” .

Dalam dunia kucing mengerdipkan mata secara perlahan merupakan cara menyampaikan pesan bahwa kucing tersebut “percaya” pada kucing lain (atau orang lain) yang dihadapinya. Dengan berkedip pelan pada kucing akan sama dengan berkata bahwa kita bukanlah ancaman buat kucing tersebut.Jadi kalau menemui kucing yang berkedip pada kita, balaslah dengan kedipan juga.

Bahasa Ekor

Salah satu barometer mood kucing yang paling akurat adalah ekornya.Ekor kucing yang berdiri tegak menunjukkan rasa percaya diri, sedangkan ekor yang dilingkarkan pada kucing lain atau pada kaki orang menunjukkan sikap bersahabat. Adapun ekor yang ditekuk diantara dua kaki merupakan tanda ketidaknyamanan dan kecemasan.

Ekor yang berdiri tegak dengan bulu berdiri seperti sikat, jelas jelas menunjukkan adanya rasa terancam dalam diri kucing. Apabila tanda ini dibareningi dengan punggung melengkung dan kuku yang terhunus berarti si kucing ingin berkata – siapapun yang didepannya supaya segera mundur.

Tatapan Langsung

Pada manusia, tatapan mata langsung biasanya berarti perhatian akan tetapi pada kucing tatapan mata langsung berarti ancaman. Itu sebabnya seekor kucing yang berada ditengah sekumpulan orang cenderung mendekat pada orang yang nampak kurang memperhatikan kucing tersebut.

Menurut Myrna Milani, DVM, aseorang ahli tingkah laku hewan pada Tipping Point Animal Behavior Consulting Services in Charlestown, N.H. makin besar rasa takut seekor kucing maka semakin lebar pupil matanya terbuka. Dengan membuka pupil mata selebar lebarnya – kucing berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin informasi “lawan” yang dihadapinya.

Kucing yang marah akan menyempitkan matanya sehingga perhatiannya akan lebih focus dan lebih detil.

Sikap siap mendekat

Kucing yang jinak sekalipun akan membalas apabila merasa terancam atau karena terlalu banyak digoda. Secara alami kucing adalah predator yang dipicu oleh stimulus.

Kucing yang melihat benda bergerak ( bisa berupa tikus, mainan kucing ataupun tangan manusia) akan bergerak mengejarnya. Apabila objek yang dikejar itu adalah tangan, maka jalan paling bijaksana untuk menghentikannya adalah dengan diam. Sikap diam ini akan menghentikan naluri mengejar dari kucing.

Apabila melihat tanda tanda berikut: pupil yang membesar, ekor yang dikibas kibaskan ke arah bawah dan telinga yang diturunkan hingga rata dengan kepala, sesungguhnya kucing sedang mengancam lawannya untuk mundur.

Pada kondisi ini sebaiknya dihindarkan menatap kucing dan mengajak bermain.

Kode Suara

Kucing jarang sekali mengeong terhadap kucing lainnya namun terhadap manusia – kucing seringkali mengeong untuk mendapatkan perhatian.

Suara meong kucing merupakan alat untuk mendapatkan perhatian dan untuk mengekpresikan : salam, meminta makanan ataupun tuntutan yang lain.

Sangatlah penting bagi pemilik kucing untuk memahami perbedaan suara, misalnya dengan memahami berbagai suara kucing kita bisa memahami perbedaan apakah seekor kucing yang mengeong sedang minta makan ataukah sedang menangis minta tolong.

Beberapa kode suara kucing yang penting diketahui:

Mendengkur: merupakan sinyal untuk menyatakan rasa puas, namun bisa juga berarti tingkah laku mencari kenyamanan ketika baru sembuh dari sakit .

Kucing yang mengoceh dengan nada tinggi merupakan tanda pernyataan bersahabat.

Menggeram dan mendesis merupakan permintaan secara halus agar menjauh, setidaknya sampai si kucing menjadi tenang.

Caterwauling merupakan suara parau yang nyaring ( terutama pada kucing jantan yang belum dikebiri) yang muncul apabila kucing merasa terancam kucing lain. Suara ini juga umum pada kucing yang tuli.

Pada dasarnya setiap kucing mempunyai keunikan sendiri sendiri, jadi yang seharusnya paling memahami bahasa seekor kucing adalah pemilik kucing itu sendiri.

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Bahasa Tubuh Kucing

Silahkan tinggalkan komentar disini