Proses Kelahiran Bayi Kucing

Pada waktu tiba saat melahirkan , induk kucing biasanya nampak gelisah, puting susunya membesar dan bisa mengeluarkan air susu. Induk kucing akan kehilangan nafsu makan dan secara berlebihan menjilati kelaminnya. Apabila sudah disiapkan tempat melahirkan (kotak melahirkan) dan dia merasa cocok, maka induk kucing akan segera menempati tempat tersebut – namun apabila dia merasa tidak cocok akan berusaha mencari tempat yang lain yang dianggap sesuai (bisa saja dia akan memilih tempat tidur pemiliknya sebagai tempat melahirkan).

Pada tahap awal, kucing biasanya nampak terengah engah didalam sarangnya (kotak melahirkan) namun tidak nampak mengejan, denyut jantung dan pernafasannya menjadi cepat. Pada tahapan ini janin kucing akan berpindah dari rahim ke mulut rahim. Proses ini bisa berlangsung sampai 12 jam. Apabila tahap ini berlangsung terlalu lama (lebih dari 24 jam), sebaiknya hubungi dokter hewan terdekat.

induk menjilati anak baru lahir
ilustrasi induk kucing menjilati anak yang baru dilahirkannya.

Tahapan kedua ditandai dengan kontraksi otot perut untuk mengeluarkan janin. Selaput ketuban yang membungkus masing masing janin akan pecah menyebabkan keluarnya cairan ketuban dari vulva ( kelamin), sehingga merangsang induk untuk menjilat cairan tersebut. Proses menjilati ini akan medorong keluarnya hormon yang mempermudah proses kelahiran. Pada saat janin memasuki daerah pangul, sang induk akan mencari posisi yang nyaman ( bisa berdiri atau berbaring pada satu sisi). Pada saat kepala janin mulai keluar, biasanya kucing akan mengejan satu atau dua kali untuk mengeluarkan bayi nya. Pada kurang lebih 50% dari proses kelahiran,   anak kucing lahir dengan kepala keluar terlebih dahulu sedangkan sisanya – kakinya keluar terlebih dahulu. Proses melahirkan tiap anak berlangsung selama 10 sampai 30 menit.

Induk akan menjilati kantung ketuban supaya sang anak yang baru lahir bisa bernafas, apabila induk tidak segera melakukannya, kita bisa membantunya melepaskan kantung ketuban tersebut. Induk kemudian akan memakan kantung ketuban terebut dan juga memotong tali pusar dengan cara menggigitnya. Apabila induk tidak bisa memotong tali pusarnya sendiri maka lakukan pemotongan dengan cara berikut: cuci bersih tangan dengan larutan antiseptik, ikat tali pusar lebih kurang 3 cm dari perut anak kucing menggunakan dental floss, potong dengan gunting yang sudah dibersihkan dengan antiseptik, potong dan rapikan sisa dental floss dan olesi dengan larutan antiseptik (misal yodium atau betadine). Tali pusar ini akan mengering sendiri setelah 3 – 4 hari.

Tahapan ketiga ditandai dengan keluarnya plasenta setelah anak kucing keluar. Amati jumlah plasenta yang keluar harus sama dengan jumlah anak yang dikeluarkan. Apabila dalam waktu enam jam setelah anak keluar plasenta belum juga keluar, maka perlu segera meminta pertolongan dokter hewan (perlu diingat, induk secara naluriah memakan plasenta dalam upaya menghilangkan jejak dan melindungi anak yang baru lahir). Adalah hal yang wajar keluar cairan berwarna coklat kemerahan dari kelamin induk (bisa sampai 3 minggu), menjadi abnormal apabila yang keluar berwarna kehijauan dan berbau busuk.

Tergantung dari individu kucing dan jumlah anak yang dilahirkannya, interval waktu antar anak kucing yang lahir bisa 10 – 60 menit dan tahapan satu dan dua akan diulang sampai seluruh anak keluar. Keseluruhan proses melahirkan ini bisa berlangsung 2 sampi 6 jam setelah tahapan kedua dimulai.

Satu sampai sembilan ekor anak kucing bisa dilahirkan dari setiap kelahiran dengan rata rata empat sampai enam ekor anak.Setelah proses selesai dan induk sudah stabil maka induk akan mulai menyusui anak anaknya. Secara naluriah induk kucing akan merawat anak anaknya, namun apabila karena satu dan lain hal induk kucing tidak mampu merawatnya sendiri maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter hewan atau pembiak kucing yang berpengalaman mengenai jenis pakan,jadwal pemberian, dll. Karena pekerjaan ini membutuhkan ketelitian dan menghabiskan banyak waktu sehingga diharapkan induk kucing tidak menemui masalah dan mampu merawat anaknya sendiri.

Catatan:

Artikel ini ditulis untuk memberikan gambaran proses melahirkan pada kucing dan bukan merupakan panduan baku.

photo by Melanie Cook/ CCY-NC-ND 2.0

Orang Indonesia biasa, ayah dari dua orang anak,tinggal di Purworejo -kota kecil yang tenang di Jawa Tengah, penyuka fotografi dan kucing, alumnus Fakultas Kedokteran Hewan UGM

Proses Kelahiran Bayi Kucing

Silahkan tinggalkan komentar disini